Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Bupati Lembata Apresiasi Pengabdian Frater CMM, Tegaskan Peran Hidup Bakti dalam Membangun Peradaban Manusia

Bupati Lembata menegaskan bahwa perayaan syukur hidup membiara bukan sekadar peringatan perjalanan waktu, melainkan momentum refleksi atas kesetiaan, ketekunan, dan dedikasi yang telah diberikan bagi Gereja, masyarakat, dan kemanusiaan.

Indonesiasurya
Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:35:24 WIB
Foto

Lewoleba  — Pemerintah Kabupaten Lembata menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kesetiaan serta pengabdian para Frater Congregatio Fratrum Beatae Mariae Virginis de Monte Carmelo (CMM) yang merayakan syukur kaul kekal, 25 tahun, dan 40 tahun hidup membiara.

Perayaan penuh makna tersebut berlangsung di Gereja St. Fransiskus Asisi Lamahora, Sabtu (8/8/2026), dipimpin langsung Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro dan dihadiri Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, jajaran pimpinan Kongregasi CMM, para imam, biarawan-biarawati, serta umat.


Dalam sambutannya, Bupati Lembata menegaskan bahwa perayaan syukur hidup membiara bukan sekadar peringatan perjalanan waktu, melainkan momentum refleksi atas kesetiaan, ketekunan, dan dedikasi yang telah diberikan bagi Gereja, masyarakat, dan kemanusiaan.

“Kesetiaan para yubilaris dalam menjalani panggilan hidup membiara menjadi teladan berharga bagi generasi muda dan seluruh masyarakat dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab sesuai panggilan hidup masing-masing,” ujar Bupati.


Pemerintah Kabupaten Lembata, lanjut Bupati, menyadari bahwa kehadiran para pelayan religius telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan manusia dan masyarakat. 

Melalui pelayanan pastoral, pendidikan, karya sosial, pembinaan kaum muda, serta pendampingan umat, para religius turut menanamkan nilai kasih, persaudaraan, perdamaian, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan masyarakat.


Bupati Kanis berharap perayaan syukur tersebut semakin meneguhkan semangat para yubilaris untuk terus berkarya dan menjadi berkat bagi banyak orang.

“Semoga segala karya pelayanan yang telah ditaburkan selama ini terus menghasilkan buah-buah kebaikan bagi Gereja dan masyarakat,” ungkapnya.


Sementara itu, Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, dalam refleksinya menegaskan bahwa inti dari hidup membiara adalah menghadirkan Allah yang tidak kelihatan menjadi nyata melalui cara hidup, persaudaraan, dan pelayanan kepada sesama.

Menurut Uskup Hans, meskipun setiap kongregasi memiliki karisma, spiritualitas, dan cara pelayanan yang berbeda, semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan cinta Allah melalui pengabdian yang tulus bagi Gereja dan dunia.


“Hidup bakti adalah persekutuan orang kudus di dunia ini yang coba dihadirkan dalam cara hidup para biarawan dan biarawati. Berbagai karisma boleh berbeda, tetapi satu hal tetap sama dan tidak terbagi, yakni cinta yang abadi kepada Tuhan dalam karya pelayanan,” tegas Uskup Larantuka.

Uskup Hans juga memberikan apresiasi khusus kepada para yubilaris, terutama Frater Markus bersama keluarga dan Kongregasi CMM. 

Ia menyebut perjalanan hidup membiara selama puluhan tahun sebagai sebuah pencapaian luar biasa, terlebih kehadiran Kongregasi CMM di Keuskupan Larantuka baru berlangsung pada tahun 2026, namun telah ada anggota yang mencapai 40 tahun hidup membiara, yakni Frater Betekeneng yang berasal dari wilayah Keuskupan Larantuka.

“Lembata ini tanah yang subur sekali untuk panggilan, tetapi juga untuk nelayan, tani, dan ternak,” kata Uskup Hans, menegaskan potensi besar Lembata bukan hanya dalam sumber daya alam, tetapi juga dalam pertumbuhan panggilan dan kehidupan rohani.

Ia menyampaikan selamat kepada para Frater yang merayakan panca windu dan perak dalam hidup membiara. Menurutnya, di manapun dan dalam bentuk pelayanan apapun, tujuan tetap satu, yakni menghadirkan cinta Kristus bagi dunia.

Sebelum mengakhiri sapaannya, Uskup Larantuka mengajak seluruh umat untuk memahami bahwa kehidupan Gereja tidak terbatas dalam ruang gereja, melainkan harus hadir dan bertransformasi dalam kehidupan masyarakat.

“Kita tidak sedang membangun kehidupan Gereja hanya di dalam gereja. Di manapun kita berada, kita dipanggil untuk menjadi bagian dari Gereja lokal tempat kita hidup. Kekayaan karisma yang diberikan Tuhan menjadi warna dan kekuatan bagi Gereja lokal agar tanda Kerajaan Allah semakin nyata,” pungkasnya.

Perayaan syukur hidup membiara Frater CMM tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Gereja, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun peradaban yang berakar pada nilai kemanusiaan, pelayanan, dan kasih bagi sesama. (Prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 9