Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Keributan dua desa di kecamatan Omesuri, SL "kami diserang warga Leubatang, dan kami duga mereka melakukan dengan rencana. Saya tidak tikam Iwan"

Tudingan kepala desa Leubatang Maulana Noreng bahwa saya tikam Iwan itu adalah fitnah yang kejam dan menyesatkan ujar SL

Indonesiasurya
Rabu, 15 Januari 2025 | 11:05:01 WIB
Warga walangsawa korban kekerasan

Lembata,Indonesiasurya.com - Kekacauan antara warga desa Walangsawa kecamatan Omesuri dan Leubatang beberapa waktu menjadi perhatian serius pihak berwajib pasalnya meski tak ada korban jiwa namun, korban akibat benda tajam dan benda tumpul pada kasi kekerasan tersebut masih menjalani pengobatan.

Pantauan indonesiasurya.com di polres Lembata tampak empat orang korban kekerasan yang kuat dugaan dimulai oleh warga desa Leubatang tengah membuat laporan polisi dan diambil keterangan untuk ditindaklanjuti. 


SL salah satu korban kekacauan itu kepada indonesiasurya.com mengkisahkan kronologi kejadian ketika itu.

"Sore itu saat tiba dari kebun, saya hendak memasang plat nomor motor, namun karena adzan magrib jadi saya hentikan dan duduk di dapur. lalu saya dengar ada teriakan yang arahnya dari depan mesjid. karena penasaran saya bangun untuk cek ada apa, dan siapa yang teriak-teriak. Saya sampai di lorong makin jelas mereka berteriak kamu walangsawa kalau jago jangan sembunyi di rumah" cerita SL

Lanjut cerita SL, saya melihat kurang lebih 9 sampai 10 orang Leubatang yang teriak-teriak di dalam kampung walangsawa jadi saya dekati kebetulan salah satu dari mereka itu saya kenal dan kami masih berkeluarga lah dari ikatan perkawinan, yakni Fakri alias Veto. 

Ketika liat saya Fakri berjalan menuju ke saya dan bilang dia (Fakri) baru dari walangsawa. jadi saya tanya lagi ada apa? masalahnya apa?

SL mengatakan, ketika itu dirinya melihat semakin banyak orang sehingga dirinya meminta Fakri untuk tenang dan mengurus orangnya dan dirinya sendiri akan mengurus orangnya. tapi kala itu Iwan salah satu warga Leubatang yang ikut dalam gerombolan menuju ke saya lalu pegang dua tangan saya dan banting tangan saya lalu teriak, kamu walangsawa bilang jago ayo kita duel.

"Saya tidak menghiraukan Iwan tapi saya tetap bertanya ke veto masalahnya apa? ini saya lakukan karena saya kenal veto tapi situasi saat itu saya melihat semakin banyak orang dari arah Leubatang sehingga saya mulai mundur. lalu tiba-tiba Ikhwan Hasan warga Leubatang entah ambil batang Gamal di mana lalu memukul saya di lengan dua kali. yang pertama dia hanya garis lalu kedua dia ayun menghantam lengan kiri saya dan lebam akibat dipukul Ikhwan Hasan di lengan kiri saya masih meninggalkan ada dan tadi sudah di visum.

Saat dipukul dengan batang Gamal itu pun saya tidak gubris karena saya tetap bertanya pada Fakri alias Veto tentang masalah apa yang membuat mereka datang dan membuat kekacauan di desa Walangsawa? 

Situasi ketika itu semakin banyak orang dan saya melihat dari arah Leubatang macam mereka makin cepat jadi saya mundur untuk menyelamatkan diri apalagi ketika itu sudah ada lemparan dengan batu dan kayu. ketika mundur ada adik saya dari walangsawa juga namanya Kamal lari mundur juga tapi apesnya dia terjatuh. saya berniat membantu tapi batu, kayu yang di lempar dari arah Leubatang semakin banyak sehingga saya terus lari mundur. dan Kamal ini berusaha bangkit dan lari kembali tapi kembali jatuh dan disitulah mereka kroyok Kamal.

mereka gunakan senter besar jadi saya melihat jelas mereka, dan iwan terlihat mengambil batu lalu memukul ke wajah Kamal yang sedang terjatuh. 

Saya terus mundur tapi sialnya lempar Fakri alias Veto dengan batu menghantam pelipis saya dan robek. saya masih bertahan karena Kamal belum muncul dan entah bagaimana Kamal bisa selamat tapi dia merangkak dan sampai di walangsawa lansung pingsan dan tidak sadarkan diri.

Tanpa sepengetahuan kami Andreas toda adik-adik kami juga, keatas untuk melihat situasi ternyata dia ditangkap oleh orang Leubatang dan dengan kejam mereka ikat dia di pohon persis depan kantor desa lalu menganiaya dia. sampai polisi dari Polsek Omesuri tiba dan membawa ke Polsek baru ikatan Andres di buka oleh salah satu orang tua dari desa Leubatang yang menurut pengakuan Andreas dia itulah yang mengikat dirinya. Yang kemudian baru diketahui bernama arifin amanutun

Menurut Andreas ada teriakan saat dia dianiaya bahwa ini adalah perintah kepala desa.

Dan kemudian juga baru saya tahu ternyata saat saya berbicara dengan Fakri  alias Veto, ada  adik kami atas nama Vinsen bala sudah kena tikam oleh orang Leubatang.

Vinsen kena tiga tusukan yakni satu di lengan dan dua di dada tapi leuauq, dan Tuhan masih jaga kami sehingga tidak ada korban jiwa. 

Vinsen sendiri tidak tahu siapa yang menikam karena gelap dan orang Leubatang pakai penutup wajah seperti ninja.

Menurut SL dan tiga korban lainya mereka merasa miris karena ada warga walangsawa diikat dan dianiaya di depan kantor desa tapi kepala desa dan aparat tidak mengambil langkah pencegahan. lebih parah lagi kami duga mereka gunakan megafon desa untuk panggil warga Leubatang untuk ikut terlibat dalam kekacauan itu. kuat dugaan kami  yang bicara pakai megafon itu  guru di Mts negeri 2 Buyasuri weirian.

SL saat itu juga dengan tegas membantah bahwa dirinya adalah pelaku penikaman terhadap Iwan. 

"saya sendiri yang sudah berusaha selamatkan diri saja, tetap jadi korban bagaimana saya tikam orang? pernyataan Maulana Noreng kades Leubatang di media itu menyesatkan dan tanpa bukti" tegas SL.

Lanjut SL malam itu syukurnya tidak ada orang tua dari walangsawa yang keluar dan berikan perintah untuk serang balik, kalau saja ada orang tua yang keluar maka sudah pasti bentrok besar tidak terhindarkan. tutup SL.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

SMAN 1 Nagawutung Tegaskan Komitmen pada Budaya Ilmiah Lewat Ujian KTI

Karya Tulis Ilmiah adalah ajang yang sangat bermartabat dalam posisi kita sebagai orang terpelajar,” tegasnya di hadap

| Senin, 02 Maret 2026
Nasir di Balauring: Dari Mimbar Ramadan, Wabup Lembata Bicara Iman, Algoritma, dan Pancasila

Dalam kultum yang disampaikannya, Wabup Nasir mengajak jamaah menengok kembali cara para pendiri bangsa merumuskan Indon

| Senin, 02 Maret 2026
Bulan Ramadan 1447 H, PLN Hadirkan Promo Tambah Daya Melalui PLN Mobile

layanan digital PLN Mobile untuk memastikan kecukupan daya listrik di rumah, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan k

| Senin, 02 Maret 2026
Target Belum Terpenuhi, PT Krakatau Steel Percepat Pembangunan SPPG di Lembata

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional dan PT Krakatau Steel, dengan lingkup pengerjaan mencakup pul

| Sabtu, 28 Februari 2026
Ramadan Penuh Berkah: Kapolres Bulukumba Borong Dagangan UMKM, Bagikan Gratis ke Pengendara

Takjil yang diborong tersebut kemudian dibagikan kepada para pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai menu berbuk

| Sabtu, 28 Februari 2026
Wujud Kepedulian Sosial, YBM PLN Salurkan 45 Ribu Paket Bingkisan Sepanjang Ramadan 1447 H,

Program ini berasal dari zakat para pegawai muslim PLN yang dikelola secara amanah melalui YBM PLN

| Sabtu, 28 Februari 2026
Dari Knalpot ke Tajwid: Cara Nyeleneh Polisi Bulukumba Tertibkan Pengendara

Para pelanggar lalu lintas, khususnya pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak hanya diberikan teguran, tetapi juga

| Sabtu, 28 Februari 2026
Tercium Aroma Tak Sedap Dari Rencana Investasi Garam Lembata, DPRD Buka Suara.

5 ribu hektar itu bukan lahan yang sedikit, dan anehnya semua di kedang, lalu desa yang memiliki lahan pada hamparan dib

| Jumat, 27 Februari 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 9