Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Total Luas Lahan Terbakar di Lembata Capai 2.372,24 Hektare hingga September 2026

Pemantauan titik panas perlu diikuti dengan pemeriksaan langsung di lokasi. Upaya pencegahan dan penanganan harus melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat," tegas Linus Lawe.

Indonesiasurya
Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:10:57 WIB
Sisa kebakaran hutan di waijarang

LEMBATA — Hasil analisis spasial titik panas menunjukkan total lahan yang diperkirakan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Lembata, NTT, mencapai 2.372,24 hektare hingga September 2026.

Sebaran Luasan: Mayoritas di Luar Kawasan Hutan

Kepala KPH Kabupaten Lembata, Linus Lawe, menjelaskan rincian data tersebut:



Sementara itu, rincian luas kebakaran di dalam kawasan hutan tercatat di beberapa lokasi berikut:

- Hutan Hadakewa-Labalekang: 520,93 hektare

- Hutan Lewotolo: 132,64 hektare

- Hutan Ile Papar: 20,77 hektare

- Hutan Ile Kedang: 12,50 hektare

- Hutan Ile Mahino: 8,37 hektare

Sebaran di Berbagai Kecamatan

Pembakaran terdeteksi tersebar di sembilan kecamatan, yaitu: Atadei, Buyasuri, Ile Ape, Ile Ape Timur, Lebatukan, Nagawutung, Nubatukan, Omesuri, dan Wulandoni.

Beberapa catatan luas yang cukup signifikan antara lain:

- Desa Wailolong, Kecamatan Omesuri: ±345,30 hektare

- Desa Watukobu, Kecamatan Nubatukan: ±102,64 hektare

- Desa Balurebong, Kecamatan Lebatukan: 123,86 hektare (113,55 hektare di dalam hutan)

- Desa Lamalera: 24,34 hektare di dalam kawasan hutan

Di Kecamatan Ile Ape sendiri, sejumlah desa tercatat terdampak, antara lain Amakaka, Dulitukan, Kolipadan, Lamawara, Muruona, Petuntawa, Riangbao, Tanjung Batu, Waowala, dan Watudiri.

 
Pentingnya Verifikasi Lapangan & Pencegahan

Data ini bersumber dari hasil analisis satelit NASA (N20) berdasarkan titik panas (hotspot). Oleh karena itu, verifikasi langsung ke lapangan sangat diperlukan untuk memastikan luasan yang benar-benar terbakar serta penyebab pastinya.

"Pemantauan titik panas perlu diikuti dengan pemeriksaan langsung di lokasi. Upaya pencegahan dan penanganan harus melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat," tegas Linus Lawe.

Perhatian khusus diarahkan pada kawasan hutan yang memiliki fungsi vital bagi perlindungan lingkungan, tata air, dan keanekaragaman hayati di Lembata.

Sumber: Analisis spasial data satelit NASA (N20) per September 2026 (tim)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

KPH Lembata: Karhutla 2026 Diproyeksikan Lebih Luas, Ini Penyebabnya

Sebagian besar pemicu kebakaran berkaitan dengan aktivitas manusia. Namun penyebab pasti setiap titik api tetap harus di

| Kamis, 22 Oktober 2026
KKO FC Kirim Surat Tegas ke ASKAB Lembata : Minta Sanksi Untuk Hidup FC dan Hentikan Jadwal Lanjutan

Berdasarkan MCM Pasal 8 Ayat 8, Kode Disiplin PSSI 2023 Pasal 28 Ayat 1 & 2, serta Pasal 58 tentang sikap tidak sportif/

| Rabu, 21 Oktober 2026
KISRUH LIGA II PSSI LEMBATA: KKO FC LAYANGKAN PENGADUAN, ASKAB DINILAI TIDAK PROFESIONAL

Syukur menjelaskan, saat wasit memutuskan penalti untuk KKO, pihak lawan memprotes. Seharusnya, jika wasit ragu, dapat m

| Rabu, 21 Oktober 2026
Ahmad Yohan: Politik Indah Jika Kita Bersama, Jangan Biarkan Syahwat Politik Rusak Pembangunan Lembata

Ahmad Yohan mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tidak membiarkan kepentingan politik sesaat menghambat kemajuan daer

| Selasa, 20 Oktober 2026
Rakerda dan Pelantikan DPC PAN Lembata Resmi Digelar, Ahmad Yohan Hadir Langsung

Rakerda ini menjadi wadah penting bagi PAN Lembata untuk memperkuat soliditas organisasi, mengevaluasi program kerja yan

| Selasa, 20 Oktober 2026
Enam Unit Motor Terbakar di Depan SPBU Balauring Lembata, Polisi Masih Dalami Pelaku dan Motifnya

Sebagian besar motor tersebut sengaja ditinggal pemiliknya di sekitar SPBU karena digunakan untuk antri bahan bakar miny

| Selasa, 20 Oktober 2026
Warga Alap Atadei Lembata Hilang di Laut, Pencarian Masih Berlangsung

Warga melakukan pencarian dan menemukan sampan milik korban dalam keadaan kosong. Peralatan memancing masih ada di dalam

| Selasa, 20 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 13