Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Di Balik Peresmian Labkesmas Rp12,9 Miliar di Lembata, Ujian Layanan, Virus, dan Bakteri Menanti

Yang diuji bukan lagi bangunannya, tetapi konsistensi layanan, mulai dari ketersediaan tenaga analis, penerapan standar operasional, hingga kesiapan logistik pemeriksaan,

Indonesiasurya
Sabtu, 25 April 2026 | 11:38:23 WIB
Foto saat bupati lembata tandatangan prasasti lab

Lembata  — Peresmian Gedung Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) tingkat II dan operasional lima Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah Lewoleba, Kabupaten Lembata, Jumat, 24 April 2026, ditandai dengan penekanan sirene, pelepasan burung merpati dan penandatanganan prasasti, menandai babak baru penguatan sistem kesehatan daerah.

Namun di balik seremoni yang dipimpin Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, tersimpan tantangan yang jauh lebih kompleks, memastikan fasilitas bernilai miliaran rupiah itu benar-benar bekerja saat ancaman penyakit datang.

Didampingi Wakil Bupati H. Muhamad Nasir, dan unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat daerah, peresmian berlangsung di kompleks Labkesmas di Lamahora, Kelurahan Lewoleba Timur itu, memiliki pesan tegas: kesehatan masyarakat bukan sekadar program, melainkan prioritas utama.

Labkesmas tersebut dibangun dengan anggaran Rp12.966.000.000 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2025. Proyek ini dikerjakan oleh CV Tifanny Karya selama 142 hari kalender, dimulai pada 12 Agustus dan rampung pada 31 Desember 2025.

Secara klasifikasi, Labkesmas Lembata masuk kategori tingkat II (tier 2). Ini berarti fungsinya tidak berhenti pada pemeriksaan spesimen klinis, tetapi juga mencakup surveilans penyakit berbasis laboratorium, pengujian sampel kesehatan lingkungan, hingga respons terhadap kejadian luar biasa (KLB), wabah, dan bencana kesehatan.

Namun, sejumlah kalangan menilai, tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah pita peresmian dipotong dan kunci pintu dibuka.

“Yang diuji bukan lagi bangunannya, tetapi konsistensi layanan, mulai dari ketersediaan tenaga analis, penerapan standar operasional, hingga kesiapan logistik pemeriksaan,” ujar seorang sumber di lingkungan kesehatan daerah yang enggan disebutkan namanya.

Pengalaman pandemi Covid-19 menjadi latar penting pembangunan fasilitas ini. Pemerintah pusat mendorong transformasi sistem kesehatan melalui penguatan layanan primer dan ketahanan kesehatan, termasuk pembenahan jaringan laboratorium kesehatan masyarakat di berbagai tingkatan.

Di Lembata, kehadiran Labkesmas diharapkan mampu mempercepat deteksi dini penyakit menular, memperkuat pelaporan berbasis data laboratorium, serta meningkatkan kapasitas respons terhadap potensi wabah baru maupun penyakit yang kembali muncul.

Dalam sambutannya, Bupati Kanisius Tuaq menegaskan bahwa tantangan Lembata sebagai daerah kepulauan tidak hanya pada jenis penyakit, tetapi juga keterbatasan akses layanan kesehatan.

“Labkesmas ini harus hidup, harus aktif, dan harus memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengingatkan, peresmian gedung ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan momentum yang mempertaruhkan kualitas hidup masyarakat.

“Hari ini kita tidak sekadar meresmikan bangunan, tetapi meresmikan harapan hidup masyarakat Kabupaten Lembata,” kata Bupati Kanis Tuaq.

Menurut Bupati, Labkesmas merupakan 'jantung' pengendalian penyakit. Dengan fasilitas ini, penyakit diharapkan dapat dideteksi lebih cepat, ditangani lebih tepat, dan dicegah lebih luas.

“Tidak boleh ada warga yang terlambat berobat hanya karena keterbatasan fasilitas,” ujarnya.

Selain Labkesmas, pemerintah daerah juga meresmikan operasional lima Puskesmas Pembantu di Kecamatan Nubatukan yang dibangun melalui DAK 2025 sebesar Rp4,2 miliar lebih. Fasilitas tersebut tersebar di Kelurahan Selandoro, Lewoleba Timur, Lewoleba, Lewoleba Barat, dan Lewoleba Utara.

Bupati menegaskan, Pustu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, ia meminta tenaga kesehatan tidak sekadar menjalankan tugas administratif.

“Layani masyarakat dengan hati. Jangan sampai alat tersedia, tetapi pelayanan tidak berjalan. Bangun kepercayaan masyarakat, karena kesehatan bukan hanya soal obat, tetapi juga rasa aman,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun. “Datanglah berobat sebelum terlambat,” ujarnya.

Mengacu pada kebijakan nasional, pembangunan Labkesmas dan Pustu ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang menekankan penguatan layanan primer dan ketahanan sistem kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan fasilitas ini mampu meningkatkan kualitas layanan secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini hingga penanganan kasus di tingkat komunitas.

Namun, efektivitas sistem kesehatan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur. Ketersediaan tenaga kesehatan, kualitas manajemen layanan, serta keberlanjutan pembiayaan tetap menjadi faktor penentu.

Dengan beroperasinya Labkesmas dan Pustu, Lembata kini memiliki instrumen yang lebih kuat untuk menghadapi ancaman virus dan bakteri.

Tetapi seperti diakui banyak pihak, ujian sesungguhnya bukan pada saat peresmian, melainkan ketika sistem itu harus bekerja di tengah tekanan wabah yang nyata. (Prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Rehabilitasi Pelabuhan Waijarang Lembata Belum Rampung, Masyarakat Mendesak Penyelesaian Cepat

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata, Yohanes Arimon Dedeo, membenarkan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak

| Rabu, 23 September 2026
Dinas Kesehatan Lembata Gelar Kampanye Ibu Hamil Sehat : Sehat Ibunya, Sehat Bayinya

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan, dr. Bernadus B. Punang. Dalam sambutanny

| Rabu, 23 September 2026
Tiga Agenda Besar PP PMKRI 2026–2028

Yohanes Tola, ketidakadilan dapat dimaknai sebagai situasi ketika perangkat negara tidak bekerja atau tidak ditempatkan

| Rabu, 23 September 2026
Infulenza meningkat Dinas Kesehatan Lembata ambil langkah antisipasi

Meskipun aktivitas influenza nasional masih berada pada kategori rendah, kondisi ini tetap perlu menjadi perhatian semu

| Selasa, 22 September 2026
Dugaan Tambang Batu Bara Ilegal di Bone Disorot, Nama Herman Disebut

Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut, solar subsidi yang digunakan untuk menunjang operasi

| Selasa, 22 September 2026
DPRD Lembata desak Dinas Pendidikan Segera Bereskan Sengketa SD Inpres Hama Hena Ileape.

Menurut FGL, warga Korban Bencana Tidak Boleh Dibebani Masalah Baru "Ingatlah, warga yang menempati lokasi ini adalah

| Senin, 21 September 2026
PLN UID Sulselrabar Disorot! AMPERA Pertanyakan Nasib Hak Pelanggan di Tengah Pemadaman Bergilir

AMPERA menilai persoalan tersebut tidak semestinya berhenti sebagai pembahasan di ruang rapat. Di tengah pemadaman yang

| Sabtu, 19 September 2026
Festival Sastra Kepulauan IX, Panggung Kebudayaan yang Menyatukan Beragam Suara

Pembukaan festival dilakukan Wahida, S.S., M.A., yang mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machs

| Sabtu, 19 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 10