Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Di Balik Puing dan Air Mata Penanganan Bencana di Sumatra

Mahasiswa Universitas Widya Mandira Kupang Nama : Yanuarius Alfin Darmananda Semester : 5

Indonesiasurya
Kamis, 11 Desember 2025 | 16:04:17 WIB
Foto

Bencana alam yang kembali mengguncang Sumatra bukan hanya meruntuhkan bangunan—tetapi juga meruntuhkan ketenangan, harapan, dan rasa aman ribuan keluarga. Di balik puing-puing rumah yang berserakan, ada mimpi yang hancur; di balik tangis anak-anak yang kehilangan tempat berlindung, ada pertanyaan besar yang harus kita jawab bersama: sampai kapan kita hanya sibuk meratapi, tanpa benar-benar memperbaiki?

Peristiwa ini menyadarkan kita bahwa alam memang tak dapat kita kendalikan, tetapi kerentanan manusia terhadap bencana adalah sesuatu yang bisa dan harus kita perbaiki. Ketika sistem peringatan dini telat berfungsi, ketika jalur evakuasi tidak jelas, ketika bantuan datang tak seragam—di situlah luka bencana menjadi semakin dalam. Bukan hanya luka tanah yang retak, tetapi juga luka kepercayaan masyarakat terhadap kesiapan kita dalam menghadapi krisis serupa.

Yang lebih menyedihkan, kejadian ini bukan yang pertama. Sudah berkali-kali Sumatra mengirimkan pesan lewat gempa, banjir, dan longsor, namun respons kita masih sering bersifat reaktif, seolah kita selalu terkejut menghadapi hal yang sebenarnya sudah dapat diprediksi. Ini bukan tentang menyalahkan, tetapi tentang menuntut perbaikan demi nyawa yang tidak seharusnya hilang.

Namun kritik ini juga mengarah pada kita sebagai masyarakat. Ada banyak warga yang tetap tinggal di zona rawan, tidak mengikuti simulasi bencana, atau mengabaikan peringatan resmi. Di tengah ketidakpastian ini, edukasi bukan hanya penting—tetapi mendesak. Kita tidak boleh menunggu sampai bencana berikutnya datang lebih besar dari hari ini.

Bencana di Sumatra adalah panggilan keras agar kita bangun dari rasa puas diri. Kita harus menata ulang bagaimana negara melindungi warganya, memastikan teknologi mitigasi bekerja maksimal, mempercepat koordinasi bantuan, dan membangun budaya sadar bencana di setiap lapisan masyarakat. Karena bagi korban, bukan hanya harta yang hilang—tetapi rasa aman yang mungkin butuh waktu lama untuk pulih.

Jika kritik ini mampu menggugah, maka semoga ia menjadi langkah kecil menuju perubahan besar: Indonesia yang lebih siap, lebih sigap, dan lebih peduli pada warganya sendiri.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Hari Keempat TMMD : Pembukaan Jalan di Desa Sijarango Capai 41,50 Persen*

Dari pantauan di Lapangan, sejak pagi para anggota Satgas sudah melakukan berbagai persiapan untuk mengejar target pembu

| Minggu, 19 Juli 2026
Dibalik Seragam Loreng, Satgas TMMD Kodim 0210/TU Tingkatkan Keimanan Melalui Ibadah Minggu

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan emosional dan sosial antara TNI dan warga di lokasi pelaksan

| Minggu, 19 Juli 2026
PLN UIP Nusra Gelar Rapat Konsinyering, Kinerja Semester I 2026 Lampaui Target

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, menyampaikan bahwa Nilai Kinerja Organisasi (NKO) Semester I

| Minggu, 19 Juli 2026
Listan Ingatkan Waspadai "Penumpang Gelap" dalam Perjuangan Provinsi Luwu Raya!

semakin dekat sebuah cita-cita diwujudkan, semakin besar pula kemungkinan munculnya pihak-pihak yang mencoba mengganggu

| Minggu, 19 Juli 2026
Tingkatkan Pelayanan Kepada Pasien, RSU Bukit Lewoleba Lembata, Padukan dua Dokter Muda

"Kami dua bulan tanpa dokter spesialis dan sekarang kita sudah punya"ungkap Mantan Deken Lembata dengan senyum.

| Sabtu, 18 Juli 2026
Mahasiswa KKN Unwira Kupang Gelar Sosialisasi Anti - Cyberbullying di SMPN 1 Lewolema

Langkah preventif ini diharapkan mampu mempertahankan "rekor bersih" SMP Negeri 1 Lewolema dari kasus perundungan secara

| Jumat, 17 Juli 2026
Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S

| Kamis, 16 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 14