Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Ground breaking KNMP Lembata Dimulai, Enam Lokasi Disiapkan, Target Rantai Ekonomi Nelayan Terintegrasi

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan sarana perikanan, kelembagaan koperasi, integrasi hulu-hilir, serta perluasan akses pasar bagi nelayan.

Indonesiasurya
Jumat, 25 September 2026 | 12:31:20 WIB
Foto

Lewoleba — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Lembata resmi dimulai. Ground breaking proyek program prioritas nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu ditandai penekanan tombol sirene dan peletakan batu pertama oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir dan Wakil Ketua II DPRD Lembata Gewura Fransiskus di kawasan TPI Kampung Nyamuk, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kamis, 24 September 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari agenda KKP untuk membangun kawasan pesisir yang lebih produktif melalui penguatan sarana perikanan, kelembagaan koperasi, integrasi hulu-hilir, serta perluasan akses pasar bagi nelayan. Dalam kebijakan KKP 2026, KNMP ditempatkan sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo untuk mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kepala Dinas Perikanan Lembata Hadi Umar mengatakan, keberhasilan Lembata mendapatkan enam titik KNMP merupakan hasil komunikasi intensif pemerintah daerah dengan KKP. Upaya itu juga mendapat dukungan sejumlah anggota DPR RI asal NTT, di antaranya Ahmad Yohan, Julie Sutrisno Laiskodat dan H. Sulaeman L. Hamzah.

Enam lokasi tersebut berada di Kampung Nyamuk, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kecamatan Nubatukan; Desa Babokerong, Kecamatan Nagawutung; Desa Pante Harapan, Kecamatan Wulandoni; Desa Tapolango, Kecamatan Lebatukan; serta Desa Wailolong dan Desa Balauring di Kecamatan Omesuri.

Menurut Hadi, KNMP tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Kawasan ini dirancang untuk mengintegrasikan nelayan, koperasi dan pasar, sekaligus memperkuat rantai dingin melalui fasilitas penyimpanan hasil tangkapan. Sarana pendukung seperti unit pengolahan ikan, perbengkelan dan kebutuhan energi juga menjadi bagian dari ekosistem yang dibangun.

Wakil Ketua II DPRD Lembata Gewura Fransiskus mengatakan, kehadiran KNMP menunjukkan kemampuan pemerintah daerah menghubungkan kebutuhan daerah dengan program strategis pemerintah pusat.

“Ini adalah sebuah kemajuan, keberhasilan di dalam membaca program strategis nasional, program strategis regional, kemudian dikaitkan dengan program-program prioritas Kabupaten Lembata,” kata Gewura.

Ia mengatakan, pembangunan kawasan pesisir tersebut pada akhirnya harus bermuara pada penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan masyarakat. Menurut dia, KNMP juga membuka peluang untuk menata kawasan pesisir menjadi pusat kegiatan ekonomi yang menghubungkan produksi, koperasi, pasar dan konsumen.

Bupati Kanis Tuaq mengatakan proses menghadirkan program tersebut di Lembata berlangsung panjang dan tidak mudah. Pemerintah daerah sejak 2024 melakukan berbagai upaya hingga akhirnya KKP menetapkan enam lokasi pembangunan pada 2026.

“Perjalanan begitu panjang, tidak gampang, tidak mudah untuk mencapai puncak hari ini,” ujar Kanisius.

Ia meminta seluruh unsur pemerintah, DPRD, aparat keamanan, pemerintah desa dan masyarakat ikut mengawal pelaksanaan proyek tersebut. Waktu pengerjaan yang relatif singkat hingga Desember 2026, kata dia, membutuhkan dukungan semua pihak agar pembangunan berjalan tanpa hambatan.

“Ini program strategis, programnya Pak Prabowo. Jadi tugas mulai dari pihak keamanan, pemerintah desa, kecamatan, kita kawal sama-sama,” katanya.

Bupati Kanis juga meminta kontraktor pelaksana, PT Tri Sama Sakti Contractor, mempercepat pekerjaan tanpa mengabaikan kualitas. Penyuluh perikanan diminta ikut mengawal agar pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi nelayan.

“Lebih cepat lebih bagus. Penyuluh perikanan, kawal baik-baik,” ujar dia.

Bagi pemerintah daerah, KNMP di Kampung Nyamuk sekaligus menjadi bagian dari penataan kawasan pesisir Lewoleba. Kanisius meminta pembangunan kawasan tersebut memperhatikan kualitas lingkungan dan wajah kota.

“Ini wajah kota, jadi kampung nelayan ini harus lebih baik,” katanya.

KKP sendiri menempatkan pembangunan KNMP sebagai instrumen untuk memperbaiki produktivitas ekonomi masyarakat pesisir, bukan sekadar pembangunan infrastruktur. Sejumlah fasilitas yang dikembangkan dalam program ini antara lain gudang beku, pabrik es, bengkel kapal, sentra kuliner dan kios perbekalan nelayan.

Ground breaking di Lewoleba dihadiri sejumlah anggota DPRD Lembata, Forkopimda, staf ahli dan asisten daerah, pimpinan instansi vertikal, pimpinan OPD, Camat Nubatukan, Lurah Lewoleba Tengah, pimpinan BUMN/BUMD, kontraktor dan konsultan pengawas, perwakilan penerima bantuan, serta nelayan, pembudidaya dan pelaku usaha perikanan. (Prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

PINRANG MEMANGGIL: BBM SUBSIDI RAKYAT DISELEWENGKAN, MASYARAKAT DIMINTA TIDAK DIAM

Ketua FORMASI, Umar, menegaskan bahwa persoalan BBM subsidi menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan ekonomi masya

| Jumat, 25 September 2026
Fakta Terungkap! Pelaku Pungli di Rutan Medaeng Bertindak Sendiri, Tanpa Perintah

Menindaklanjuti laporan tersebut, pimpinan Rutan Medaeng pada hari Senin (21/9/2026) langsung membentuk tim pemeriksa da

| Jumat, 25 September 2026
Putus Rantai Sindikat Transnasional, Imigrasi Sikka Bentuk Desa Binaan di Flores Timur

"Dalam ekosistem pelindungan tenaga kerja, desa diidentifikasi sebagai unit terkecil sekaligus benteng terdepan dalam me

| Jumat, 25 September 2026
TKA Jangan Berhenti pada Angka : Mengubah Hasil Asesmen Menjadi Dasar Perbaikan Pembelajaran

Oleh: Erni Johan, S.Pd. Pengawas Dikmen Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Mahasiswa S2

| Kamis, 24 September 2026
Ketua Tani Merdeka Lembata Capt David Vigis : Alsintan Adalah Instrumen Memerdekakan Petani

Dalam sambutannya, Ketua Tani Merdeka menegaskan bahwa kehadiran organisasi bukan untuk gagah-gagahan, melainkan lahir

| Kamis, 24 September 2026
Peringati Hari Tani Nasional 2026, Bupati Lembata Serahkan Bantuan Alsintan kepada Kelompok Tani

Bantuan alsintan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah pusat tahun 2026, yang diharapkan dapat mempercepat pros

| Kamis, 24 September 2026
Peringati hari tani Nasional, Ahmad Yohan, M.Si. bantu Alsintan buat petani muda Lembata

Sekretaris DPD PAN Lembata, Gazali ditengah kesibukan membagi alsintan mengatakan, pihaknya berharap bantuan ini bisa di

| Kamis, 24 September 2026
Rehabilitasi Pelabuhan Waijarang Lembata Belum Rampung, Masyarakat Mendesak Penyelesaian Cepat

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lembata, Yohanes Arimon Dedeo, membenarkan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak

| Rabu, 23 September 2026
Dinas Kesehatan Lembata Gelar Kampanye Ibu Hamil Sehat : Sehat Ibunya, Sehat Bayinya

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Kesehatan, dr. Bernadus B. Punang. Dalam sambutanny

| Rabu, 23 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6