Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


PT. Mandiri Taspen diduga lakukan penipuan berkedok kredit : nasabah Pensiunan kaget ada ajukan pinjaman Rp116 juta tanpa seizinnya

Kejanggalan lain terungkap: ada kredit lain sebesar Rp16 juta yang diproses melalui kantor cabang Atambua pada tahun 2024. Monika menegaskan tidak pernah mengajukan, tidak pernah menandatangani, dan tidak pernah menerima uang tersebut.

Indonesiasurya
Selasa, 29 September 2026 | 19:07:50 WIB
Monika siba korban kredit fiktif

LEWOLEBA, — Seorang pensiunan berusia 68 tahun, Monika Siba, diduga menjadi korban praktik penipuan yang melibatkan oknum yang mengaku sebagai petugas PT Bank Mandiri Taspen. Tanpa sepengetahuan dan persetujuannya, tercatat atas namanya dua fasilitas kredit senilai total Rp116 juta. 

Modus: Datang Menawarkan, Ternyata Mengajukan Pinjaman Lebih Besar.

Persoalan bermula tahun 2023, ketika dua orang yang mengaku petugas Bank Mandiri Taspen KCP Larantuka, Maria B. Lodoangin dan Ita Mone, mendatangi rumah Monika Siba dan menawarkan kredit pensiunan. Keluarga menyebut hanya membicarakan dan menyetujui pinjaman sekitar Rp40 juta. Namun, di luar pengetahuan keluarga, tercatat pengajuan kredit sebesar Rp100 juta dengan jangka waktu 119 bulan — jauh melebihi kesepakatan.

Kejanggalan lain terungkap: ada kredit lain sebesar Rp16 juta yang diproses melalui kantor cabang Atambua pada tahun 2024. Monika menegaskan tidak pernah mengajukan, tidak pernah menandatangani, dan tidak pernah menerima uang tersebut. Bahkan alamat yang tercantum dalam data kredit itu pun tidak sesuai dengan alamat aslinya.

Oknum Diduga Mengendalikan Pencairan

Selama berbulan-bulan, keluarga mencurigai adanya pola penipuan terstruktur. Salah satu petugas yang disebut, Maria Lodoangin, rutin menyerahkan uang sebesar Rp900 ribu hingga Rp1 juta setiap bulan kepada keluarga. Ini diduga kuat merupakan bagian dari hasil pencairan kredit yang seharusnya tidak ada, sementara sisanya diduga dinikmati oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pertanyaan Besar yang Belum Terjawab: 

- Siapa yang sebenarnya mengajukan kredit Rp100 juta dan Rp16 juta tersebut?

- Siapa yang memalsukan tanda tangan dan dokumen pengajuan?

- Ke rekening siapa dana sebesar Rp116 juta dicairkan?

- Siapa yang menerima dan menggunakan uang tersebut?

- Bagaimana verifikasi dan pengecekan dilakukan oleh pihak bank sehingga kelalaian sebesar ini bisa terjadi? 

Keluarga Tuduh Kelalaian Berat, Minta Bank Bertanggung Jawab

Keluarga menilai PT Bank Mandiri Taspen lalai dalam menjaga keamanan data nasabah dan prosedur pengajuan kredit. Mereka mendesak pihak bank untuk:

1. Membuka seluruh dokumen pengajuan dan perjanjian kredit secara transparan

2. Melakukan investigasi internal menyeluruh terhadap oknum yang terlibat

3. Menghapus kedua kredit tersebut dari catatan Monika Siba

4. Memberikan kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi 

Ancam Lapor Polisi

"Jika PT Bank Mandiri Taspen tidak segera menyelesaikan ini dengan itikad baik, kami tidak segan melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggunaan dokumen tanpa izin ini ke pihak kepolisian," tegas perwakilan keluarga.

Keluarga menegaskan: kebenaran harus terungkap. Tidak boleh ada nasabah lain yang menjadi korban praktik serupa. 

Hingga berita ini diturunkan pihak bank belum berhasil dikonfirmasi (Tim)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Front keadilan rakyat Lembata gelar aksi, pemerintah diminta turunkan harga es batu, DPRD jangan diam.

Terkait Alfamart, Pemerintah berada pada posisi yang tidak bisa menolak dan tidak mudah menerima. Pemerintah mengambi

| Senin, 28 September 2026
Kampar B Juara Waijarang Cup, Kalahkan Kwela Watukobu 6-2 di Final

Klub yang dilatih oleh Mitos Latif dengan manajer Yonas Magang — seorang anggota Polri aktif — tampil solid sepanjan

| Senin, 28 September 2026
Kabar baik bagi 255 PPPK Paruh Waktu Lembata: Tetap Bekerja, TPP Dikaji

Meski anggaran terbatas, Bupati mengingatkan seluruh aparatur agar tidak menurunkan kualitas pelayanan. "Bekerjalah deng

| Minggu, 27 September 2026
Bupati Lembata Kaji Peluang Pemberian TPP ke 255 PPPK Paruh Waktu.

Selama saya memimpin bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir, kami tidak akan memberhentikan PPPK Paruh Waktu, sepanjang

| Sabtu, 26 September 2026
Dinas Kesehatan Lembata gelar berbagai Kegiatan Peringati HKN ke-62 Tahun 2026

Peringatan ulang tahun kesehatan ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama, b

| Sabtu, 26 September 2026
Dinas Pendidikan Lembata diduga Jebak Bupati terkait Mutasi Kepala Sekolah di Lembata.

Kondisi data yang tidak valid di Dapodik membawa dampak serius bagi nasib guru. Data yang tidak sinkron menyebabkan stat

| Jumat, 25 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 11