Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Yayasan Bina Sejahtera Dan Yayasan Plan Indonesia Dapat Banyak Masukan Dalam Seminar Muro

Kelompok masyarakat pengawas (Pokwasmas) juga menyatakan siap menjadi saksi, melaporkan pelanggaran, dan ikut mengawasi kawasan konservasi Muro.

Indonesiasurya
Senin, 27 April 2026 | 16:37:23 WIB
Foto

Lembata - Seminar Muro yang  membahas pelestarian ekosistem pesisir serta pengembangan wisata berbasis kearifan lokal yang digelar Yayasan Bina Sejahtera (YBS) bekerjasama dengan Yayasan Plan Indonesia Lembata

Kegiatan seminar juga menghadirkan pemerintah daerah, akademisi, dan pegiat lingkungan

Tedi Belalawe, Dosen salah satu kampus swasta di Kupang menyebut, pengembangan pariwisata berbasis generasi muda masih membutuhkan lebih banyak penggerak.

Ia juga menyinggung pentingnya kreativitas dan desain berpikir untuk menjawab tantangan masa depan, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lembata.

Seminar diselenggarakan di Pantai Woi Pedang, Desa Riang Bao, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/4/2026).

Sementara itu, Kepala Cabag Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur Wilayah Lembata, Flotim, Sikka, Siprianus Seru, menjelaskan, di Lembata terdapat empat jenis bakau yang memiliki fungsi penting menjaga kawasan pesisir.

Selain itu, ekosistem lamun dan terumbu karang juga menjadi bagian penting dari kehidupan laut karena menjadi habitat ikan seperti baronang dan berbagai biota lainnya.

Ia juga menjelaskan jenis-jenis terumbu karang, mulai dari karang tepi yang tumbuh sepanjang pantai, karang penghalang yang berada di tengah laut, hingga atol atau karang cincin.

Menurutnya, seluruh ekosistem laut tersebut harus dijaga melalui sistem Muro sebagai bentuk konservasi tradisional masyarakat.

Setelah materi disampaikan, pemerintah membuka peluang bagi kelompok masyarakat untuk mengajukan proposal kegiatan konservasi Muro. Program itu akan difokuskan pada empat hal utama yakni kelestarian lingkungan, edukasi, keterlibatan masyarakat, dan peningkatan ekonomi warga. Pengajuan direncanakan paling lambat akhir Mei agar dapat diusulkan dalam anggaran 2027.

Sementara itu, Bapa Goris dari Komite Muro menceritakan sejarah Muro yang telah lama dijalankan masyarakat, termasuk hubungan perdagangan tradisional antarwilayah sejak tahun 1974.

Ia menyebut inovasi pengembangan Muro kini diarahkan ke lima desa dengan dukungan jaringan anak muda.

Kepala Desa Riang Bao menambahkan pengelolaan Muro membutuhkan kerja sama semua pihak. Selain ancaman terhadap bakau, lamun, dan terumbu karang, kawasan Teluk Lewoleba juga menghadapi persoalan sampah serta keterbatasan akses karena masuk wilayah konservasi taman perairan.

Kelompok masyarakat pengawas (Pokwasmas) juga menyatakan siap menjadi saksi, melaporkan pelanggaran, dan ikut mengawasi kawasan konservasi Muro.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 5