Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Bocah 4 Tahun Di Lebatukan diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Pelaku berstatus Pelajar

Keluarga Korban sempat melapor ke Pos pol Hadakewa, tapi disarankan untuk langsung ke Polres karena kategori kasus ini cukup berat

Indonesiasurya
Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09:04 WIB
Ilustrasi

Lembata - Kasus Kekerasan Seksual terhadap anak dibawah umur di Lembata kembali terjadi, kali ini bocah 4 tahun sebut saja mawar jadi korban siswa SMP di Lebatukan.

Informasi didapat media ini dari keluarga korban, dikatakan bahwa mawar (nama samaran) diduga menjadi pemuas nafsu siswa kelas dua SMP di Lebatukan tersebut.

Terduga pelaku berinisial TL tersebut merupakan siswa kelas dua salah satu sekolah negeri di kecamatan lembatukan kabupaten Lembata provinsi NTT.

Informasi didapat media ini pelaku dan korban masih memiliki hubungan kekerabatan. Menurut pengakuan korban, kejadian ini terjadi sejak bulan Mey 2026

Pelaku diduga memaksa korban untuk melakukan hubungan seksual. Dan itu sudah terjadi berulang kali.

Dijelaskan sumber media ini, belum lama ini, korban mengeluh sakit di sekitar pinggang ke bawah, dihadapan Omanya. Dan Omanya berpikir bahwa mungkin salah makan atau jatuh sehingga Omanya mengurutnya dengan minyak urut. Beberapa hari kemudian, korban kembali mengeluh sakit lagi dibagian yang sama. Omanya langsung menyiapkan air panas untuk mandi. Ketika Oma menggendongnya membawa ke air panas yang sudah disiapkan, anaknya menjerit kesakitan, dan Omanya bertanya kenapa, dan si korbannya pun bercerita bahwa pelaku, sudah memintanya untuk melayani napsu birahinya. Dan disekitar vagina, ada pembengkakan yang memerah.

Satu Minggu kemudian, korban mengeluh sakit lagi dan dan akhirnya mengaku ke Omanya bahwa si pelaku memaksa untuk bersetubuh dengan si anak yang masih kecil ini.

Merasa tidak puas, Omanya langsung pergi bertemu dengan ibu pelaku namun, tidak ditanggapi dengan baik  dan tidak ada etika baik dari orang tua korban, akhirnya Oma dari korban langsung melapor ke aparat desa.

Entah kenapa saat dilapor kades juga tidak menanggapi secara serius, bahkan meminta supaya masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan dan meminta kepada keluarga korban bahwa kasus ini cukup sampai di situ saja. Tidak boleh disebarkan ke ke mana-mana. Mungkin Kades pikir kasus ini biasa-biasa saja.

Kades meminta supaya keluarga pelaku segera datang ke rumah korban untuk selesaikan kasus ini, tapi itu juga tidak dilakukan. Dan sudah hampir satu bulan ini, kasus tersebut didiamkan begitu saja tanpa adanya penyelesaian. Hingga memunculkan dugaan lain bahwa, Aparat desa sedang berusaha untuk menutupi kasih ini.

Karena perubahan pada fisik korban yang tampak pucat, dan tidak bersemangat, keluarga korban langsung membawa anak ke puskesmas Hadakewa, untuk dilakukan pemeriksaan. Dan memang ditemukan kelainan daripada alat kelamin korban tersebut.

Keluarga Korban sempat melapor ke Pos pol Hadakewa, tapi disarankan untuk langsung ke Polres karena kategori kasus ini cukup berat.

Setelah proses pemeriksaan di Polres, korban langsung di bawah ke RSUD untuk dilakukan pemeriksaan/visum dan korban akan dimintai keterangan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan puskesmas hadakewa ada lecet pada alat vital korban.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Standar Baru Pelayanan Umrah Indonesia, JMQH dan PT Annisa Ahmada Travelindo Sukses Layani 1.214 Jamaah

Komitmen terhadap pelayanan terbaik juga tercermin dari kebijakan pimpinan yang secara penuh bertanggung jawab atas selu

| Kamis, 09 Juli 2026
April DA7 Go Sulawesi! Billboard di Jantung Makassar Siap Gaungkan Lagu "Menyala"

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan April DA7 kepada masyarakat di luar Pulau Jawa, khususnya di Pulau

| Kamis, 09 Juli 2026
LMA Emeyode Kutuk Pembakaran dan Penembakan Pilot PT AMA di Yahukimo

Dampak langsung adalah terganggunya akses transportasi udara yang penting bagi masyarakat pedalaman Papua.

| Rabu, 08 Juli 2026
Sya'ban Sartono Kecewa penanganan perkara Pengeroyokan Anak di Polres Gowa

Pengeroyokan terhadap anak di bawah umur adalah bentuk kejahatan serius dan pelanggaran hak azasi yang tidak dapat ditol

| Rabu, 08 Juli 2026
Gelar KKL di Ende, Mahasiswa Unwira Buat Video Profile Desa Rukuramba

Selain sebagai media promosi digital dan pendukung transparansi informasi publik desa, video profil ini diharapkan dapat

| Rabu, 08 Juli 2026
Prestasi Membanggakan: Siswi SMAN 1 Nagawutung Lolos ke Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi NTT

Keberhasilan Gabriela Olivia menjadi bukti bahwa semangat belajar, kerja keras, disiplin, dan ketekunan mampu mengantark

| Senin, 06 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 19