Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Tujuh Pria Dewasa Diduga Keroyok Siswa 14 Di Ileape. Keluarga Lapor Polisi

"Anak ini menolak, tetapi tetap dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke Petuntawa. Setibanya di sana, dia disuruh duduk untuk minum, dipaksa merokok, bahkan mengalami kekerasan fisik hingga berdarah," ujar Elias.

Indonesiasurya
Senin, 01 Juni 2026 | 10:52:35 WIB
Ilustrasi

Lembata - Tujuh orang dewasa diduga kuat melakukan penculikan dan penganiayaan secara bersama-sama terhadap seorang siswa 

Siswa berinisial R yang beru berusia 14, menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah pria dewasa di Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape. Bahkan keluarga sedang mengkaji untuk melapor dugaan tindak pidana  penculikan.

Keterangan tersebut disampaikan Elias K. Making selaku penanggung jawab keluarga dalam konferensi pers pada Senin (1/6/2026).

Menurut Elias, peristiwa itu terjadi pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Saat itu, R diduga dipaksa oleh sekelompok orang untuk ikut ke Desa Petuntawa. Meski sempat menolak, korban akhirnya dibawa secara paksa menggunakan sepeda motor menuju salah satu lokasi di desa tersebut.

"Anak ini menolak, tetapi tetap dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke Petuntawa. Setibanya di sana, dia disuruh duduk untuk minum, dipaksa merokok, bahkan mengalami kekerasan fisik hingga berdarah," ujar Elias.

Keluarga menyebut para terduga pelaku berjumlah tujuh orang dan seluruhnya merupakan pria dewasa yang berusia di atas 24 tahun.

Korban yang diketahui merupakan pemain sepak bola itu juga diduga ditindih menggunakan kursi yang terbuat dari ban.

Elias mengaku keluarga tidak mengetahui alasan korban mengalami perlakuan tersebut. Informasi mengenai keberadaan R pertama kali diketahui setelah sejumlah warga melihat korban dibonceng menuju Petuntawa dan kemudian menghubungi orang tuanya melalui pesan singkat.

Ibunda korban mengaku sempat melihat langsung anaknya dipukul dan dipaksa merokok saat berada di Petuntawa. Ia kemudian membawa pulang korban ke rumah.

Pada hari yang sama, keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ile Ape. Setelah dilakukan upaya pencarian terhadap para terduga pelaku serta pemeriksaan medis berupa visum dan rontgen, keluarga diarahkan untuk membuat laporan resmi di Polres Lembata.

"Kami melihat ada unsur penganiayaan terhadap anak di bawah umur. Selain itu, kami juga sedang mengkaji kemungkinan melaporkan dugaan penculikan karena anak ini dibawa secara paksa," kata Elias.

Menurut keluarga, salah satu pemicu kejadian diduga berkaitan dengan sebuah video yang beredar. Namun, hingga kini motif pasti tindakan para pelaku masih belum diketahui.

Laporan resmi telah diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Lembata dengan nomor STTLP/133/V/2026/SPKT/Res Lembata/Polda NTT.

Surat tanda terima laporan tersebut ditandatangani oleh Kanit SPKT III Polres Lembata, Aipda Fransiskus S. Wejak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap serta mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Menurut Elias Making, perlu ada Pembelajaran kepada Generasi muda untuk tidak boleh melakukan tindakan main hakim Sendiri. Bahwa ada tindakan melanggar hukum harus diselesaikan dengan tidak melanggar hukum.

Catatan redaksi: Karena korban masih berusia di bawah umur, identitas lengkap korban sebaiknya tidak dipublikasikan sesuai prinsip perlindungan anak.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Komunitas Baramakassar Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Kapolda Sulsel

Ketua dan seluruh anggota Komunitas Baramakassar mengapresiasi dedikasi serta komitmen Kapolda Sulsel dalam memimpin jaj

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Kaiso Sebut Hari Lahir Pancasila Momen Mempersatukan Keberagaman

Sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat LMA Kaiso saya mengajak semua masyarakat agar memaknai hari lahir Pancasila sebaga

| Minggu, 31 Mei 2026
Terduga Akui Habisi Wanita Asal Selayar, Pelaku ‘Dilepas’, Polisi Abaikan Pengakuan?

EB, terduga pelaku yang sebelumnya diringkus tim Resmob Polda Sulsel di kawasan BTP pada Jumat (22/5/2026), kini melengg

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Emeyode Ajak Warga Maknai Hari Lahir Pancasila

Dari lima sila itu, karena sebagai warga negara siapapun dia, kecil, besar, tua, dan muda, sebagai generasi bangsa, waji

| Minggu, 31 Mei 2026
Gila ! Kredit Siluman Rp. 230 Juta Muncul, Kinerja Bank NTT Cabang Lewoleba Dipertanyakan.

Kepada media ini, Jumat (29/5/2026), Lasarus mempertanyakan munculnya pinjaman baru senilai Rp.230 juta yang menurutnya

| Sabtu, 30 Mei 2026
Peduli Lansia, Dinas Kesehatan Gelar HLUN Ke 30 tahun 2026, Di Lewoleba.

Kita ingin Lansia tetap di hargai dalam kehidupan sosial karena, kenikmatan yang kita rasakan hari ini tidak lepas dari

| Jumat, 29 Mei 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 10