Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Kata "OK" Ternyata Singkatan, Banyak Orang Tak Tahu Kepanjangannya

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengubah "Ok" menjadi "Oke". Lalu mengartikannya sebagai "kata untuk menyatakan setuju".

Indonesiasurya
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:02:03 WIB
Ilustrasi

Indonesiasurya.com - Dalam kehidupan sehari-hari, Kata "Oke" sudah begitu melekat dalam percakapan sehari-hari

sampai banyak orang tak lagi memikirkan dari mana istilah itu berasal. Kita memakainya untuk menunjukkan persetujuan, memastikan sesuatu benar, atau sekadar menanggapi pesan singkat.

Meski terdengar modern, istilah ini ternyata memiliki riwayat panjang yang dimulai lebih dari satu setengah abad lalu.

Dalam perjalanannya, kata "Oke" sempat dianggap sebagai bagian dari bahasa pergaulan, bahkan ada yang percaya kata ini muncul karena pengaruh bahasa suku tertentu.
Namun penelitian bahasa justru menunjukkan asal-usulnya lebih unik dan tak lepas dari tren singkatan yang sedang populer di Amerika pada masa itu.

Sebelum asal-usul yang jelas ditemukan, berbagai dugaan muncul soal kata "OK".
Ada yang mengaitkannya dengan istilah "Okeh" dari bahasa suku Indian. Ada pula yang mengira kata tersebut merupakan singkatan salah satu merek biskuit Amerika, "Orrin Kendall".

Meski begitu, pada dekade 1960-an, ahli bahasa Allen Walker Read menelusuri asal-usul kata "OK". Dalam studi berjudul "The First Stage in the History of O.K." (1963), Read menemukan kata tersebut ternyata muncul pada tahun 1839.

Pada 23 Maret 1839, surat kabar Boston Post di Amerika Serikat menjadi media pertama yang mempopulerkan kata "OK" di dunia.
Redaktur Charles Gordon Greene menulisnya sebagai Greene menulisnya sebagai judul berita untuk mengikuti tren singkatan yang sedang digandrungi penutur bahasa Inggris pada 1830-an. Saat itu sudah muncul singkatan seperti RTBS (Remains to be Seen), OMG (Oh My God), dan lainnya.

Kata "OK" yang dikenalkan Charles adalah singkatan dari "oll korrect", bentuk jenaka dari "all correct." Maknanya tetap sama yakni mengonfirmasi bahwa sesuatu baik-baik saja. Karena sifat bahasa yang terus berkembang, "OK" kemudian menjadi kata serbaguna dalam bahasa Inggris.

Apa pun konteksnya baik pertanyaan, permintaan, atau konfirmasi, kata "OK" menjadi jawaban universal. Seiring waktu, penggunaannya meluas ke berbagai bahasa lain. Allen Walker Read menyebut alasannya karena "Ok" mudah diucapkan dan sangat singkat. Bahkan, "Ok" seakan-akan jadi simbol dalam bertutur kata Meskipun pada bertutur kata. Meskipun pada sisi lain penyingkatan kata tak bisa menunjukkan emosi penutur.

Bisa saja "Ok" menunjukkan konfirmasi positif dan negatif. Popularitas kata "Ok" juga terjadi
di bahasa Indonesia.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengubah "Ok" menjadi "Oke". Lalu mengartikannya sebagai "kata untuk menyatakan setuju".

Sama seperti di luar negeri, katakata ini juga dipakai untuk konfirmasi persetujuan, penerimaan, kebenaran atau bentuk ungkapan
tidak ada sesuatu yang salah dalam laku komunikasi orang Indonesia.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Pembangunan Dapur MBG Di NTT Seret Nama Anggota DPD RI, BGN Diminta Ambil Sikap Tegas.

Nama anggota DPD RI Angelo Wake Keko (AWK), berada dalam pusaran Proyek negara tersebut setelah pembangunan tujuh gedung

| Jumat, 19 Juni 2026
Strategi BUMDes dalam Meningkatkan Pendapatan di Desa Lewoleben

Kepala Desa Lewoleben dalam sambutannya menyampaikan bahwa BUMDes memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan eko

| Jumat, 19 Juni 2026
Skandal Solar Subsidi di Parepare: Dugaan Jual Beli Barcode SPBU Ujung Bulu Disorot Publik

Praktik tersebut diduga dimanfaatkan untuk memperoleh solar subsidi dalam jumlah besar yang kemudian disalurkan kepada p

| Kamis, 18 Juni 2026
PLN UIP Nusra Bangun Akses Jalan PLTP Ulumbu, Tingkatkan Mobilitas dan Serap Tenaga Kerja Lokal

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, mengatakan bahwa PLN berkomitmen memastikan pengembangan PLTP

| Kamis, 18 Juni 2026
PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS HAK KONSTITUSIONAL ANAK INDONESIA, DIBENAHI JANGAN DIHENTIKAN?

Di daerah 3T, pasar tidak menyediakan pangan bergizi dengan harga terjangkau. Maka hadirnya MBG adalah bentuk tanggung j

| Rabu, 17 Juni 2026
dr. Caroline Memimpin RS Bukit Lewoleba Untuk Melayani Masyarakat Lembata

Bukan sebuah pilihan yang mudah, tetapi bagi dr. Caroline, pengabdian adalah panggilan hati.

| Selasa, 16 Juni 2026
MUSDA GOLKAR LEMBATA: TUTUP SATU BABAK, BUKA LEMBARAN BARU MENUJU KEJAYAAN

Ketua baru harus memiliki terobosan strategis untuk merebut kembali kejayaan Partai Golkar, baik di jalur eksekutif maup

| Selasa, 16 Juni 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6