Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Dinas P2PA Lembata Gelar advokasi dan sosialisasi pengembangan lembaga penyedia layanan kualitas keluarga.

Menurut Romo Blas Kleden, meningkatnya kasus KDRT mesti ditanggapi dengan bijak sehingga kita mampu minimalisir.

Indonesiasurya
Kamis, 30 Juli 2026 | 14:30:35 WIB
Narasumber

Lembata - Dinas P2PA Lembata mengelar kegiatan advokasi dan sosialisasi pengembangan lembaga penyedia layanan kualitas keluarga mengangkat tema, "membangun keluarga berkualitas melalui nilai -nilai keagamaan kolaborasi lintas agama".

Kegiatan yang digelar di aula perpustakaan daerah (30/7/2026) dibuka oleh sekda Paskalis Ola Tapobali dengan tiga pemateri utama yakni Romo Deken Lembata, Blasius Masan Kleden, Pendeta Gmit Maranatha Pada Grace dan Haji Alim Kadir mewakili ketua MUI Lembata yang dipandu langsung kepala dinas P2PA Anastasia Barabaje.

Romo deken Lembata Blasius Masan Kleden yang diberi kesempatan pertama dalam pemaparan materinya mengatakan, terdapat 90% orang katolik kawin dan tentu memiliki persoalan yang berbeda dan ada 10% tidak kawin juga dengan berbagai alasan 

Menurut Romo Blas Kleden, meningkatnya kasus KDRT mesti ditanggapi dengan bijak sehingga kita mampu minimalisir.

Kalau di katolik Keuskupan punya program dan bagi kami, keluarga sebagai seminari dasar, dapur utama dan keluarga sebagai gereja mini.

Romo Blasius menjelaskan bahwa Perkawinan katolik adalah sakramen yang tujuan pertama kebahagian suami istri, berikutnya baru kelahiran.

"Dalam perkawinan Katolik itu, Satu dan tidak diceraikan" tegas Romo Deken.

Ia menekankan dalam perkawinan Katolik syaratnya adalah konsensus yang artinya mau sama mau bukan paksaan.

Dalam hukum gereja pria 16 perempuan 14 tapi karena gereja menimbang usia terlalu dini maka, disesuaikan dengan hukum negara, yakni pria 19 dan wanita 19. Itu agar sampai pada kematangan emosional baru bisa dinikahkan.

Gereja juga melakukan pencegahan pernikahan anak. Dalam gereja katolik sebelum menikah ada beberapa hal yang mesti di jalankan yakni, Kursus persiapan perkawinan Katolik dan Penyelidikan kanonik.

Gereja tidak mengakui perceraian sipil dan memandang perceraian akibat tidak setia menjaga sakramen tapi bagi gereja perkawinan itu hak asasi manusia

Sementara itu, Pendeta Grance ketua gmit Maranatha desa pada mengatakan, Pusat perkawinan Kristen adalah kasih Kristus karena itu harus ada kepemimpinan rohani yang benar dan penuh tanggung jawab.

Pendeta Grace mengatakan, dalam kristen pernikahan bukan sakramen namun, pernikahan itu tetap dipandang kudus dan monogami.

Dalam ajaran kristen, permasalahan kdrt, dan eksploitasi anak, pelecehan seksual, kehamilan remaja dihindari dengan pendekatan rohani sebab itu peran tokoh agama adalah pertama sebagai konseling, dan pastoral.

Dalam gmit misalnya juga berjejaring dan itu bentuk perhatian gereja kepada umat dan gereja bergandengan bersama pemerintah dalam mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat pungkas pendeta Grance 

Alim Kadir Mewakili Ketua MUI Lembata, dalam materinya mengatakan dalam ajaran Islam Al Qur'an menjadi panduan menuju keluarga yang berkualitas, termasuk bagaimana mendidik anak jika sudah miliki keturunan.

Kadir mengatakan dalam Islam Sirik adalah perbuatan dosa, sebabnya menanam aqida pada anak agar dia takut berbuat dosa.

"Kalau Mengawini anak orang harus dengan cara baik tidak dengan paksaan" ungkap Kadir.

Di akhir materinya Alim Kadir mengatakan, Rumah tangga yang berkualitas adalah jika anak merasa nyaman di rumah.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Ingin Umroh Lebih Nyaman? PT Annisa Ahmada Travelindo Hadirkan Paket VIP Hotel 0 Meter

Sejumlah fasilitas yang disiapkan meliputi tiket pesawat pulang-pergi, visa umroh, hotel di Makkah dan Madinah,

| Selasa, 28 Juli 2026
Dandenpom XIV/4 Makassar Gerakkan Semangat Prajurit Lewat Olahraga Bersama dan Aksi Bersih Markas

Kegiatan tersebut dilakukan secara gotong royong dengan membersihkan lingkungan perkantoran, halaman, serta fasilitas sa

| Selasa, 28 Juli 2026
Srikandi PLN Dorong Perempuan Jadi Garda Terdepan Kesiapsiagaan Bencana

Febriana Yolanda Agestha, mengatakan bahwa kegiatan ini menyasar kaum perempuan sebab kaum perempuan turut menjadi bagia

| Selasa, 28 Juli 2026
Gotong Royong Bersama, Mahasiswa KKN Unwira dan Karang Taruna Painapang Perbaiki Fasilitas Desa

Kegiatan ini merupakan program kerja kelompok mahasiswa KKN Unwira yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama pemuda-p

| Selasa, 28 Juli 2026
KPH Lembata Gelar Rekonstruksi Pal Batas Kawasan Hutan

Menurut Lawe, program rekonstruksi batas kawasan hutan merupakan tindak lanjut proses orientasi yang dihadiri camat Leba

| Selasa, 28 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 5