Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


KISRUH LIGA II PSSI LEMBATA: KKO FC LAYANGKAN PENGADUAN, ASKAB DINILAI TIDAK PROFESIONAL

Syukur menjelaskan, saat wasit memutuskan penalti untuk KKO, pihak lawan memprotes. Seharusnya, jika wasit ragu, dapat melihat rekaman video. Wasit sendiri meminta kedua tim bermain sportif tapi kenapa keputusan yang dibuat tidak mencerminkan sportifitas ? keputusan ini berubah tanpa kejelasan kami dirugikan, kami sangat kecewa

Indonesiasurya
Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:29:35 WIB
Foto pertemuan di kantor askab Lembata

LEWOLEBA, INDONESIASURYA.COM — Persaingan di ajang Liga II PSSI Kabupaten Lembata memanas di luar lapangan. KKO FC resmi melayangkan pengaduan terhadap Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Lembata yang dinilai tidak profesional dalam menangani persoalan pertandingan melawan Tim Hidup Dulitukan, di mana keputusan wasit baru keluar empat hari setelah laga berlangsung.

KKO FC: Aturan Harus Dihormati, Jangan Ada Faktor Lain

Dalam pertemuan di askab Lembata (20/10/2026) antara Askab PSSI Lembata dan KKO FC, Syukur Arsad, Kapten tim KKO FC menegaskan bahwa pihaknya sangat menjaga tertib administrasi, namun justru Askab dinilai melanggar hal tersebut.

"Askab mengeluarkan jadwal pertandingan padahal persoalan antara Hidup dan KKO belum tuntas. Ada persoalan yang belum diselesaikan, tapi Askab mau terus berjalan. Dasar hukum apa KKO dinyatakan gugur? Di mana berita acaranya? Langkah Komdis Askab seperti apa?" tanya Syukur dalam pernyataannya.

Syukur menjelaskan, saat wasit memutuskan penalti untuk KKO, pihak lawan memprotes. Seharusnya, jika wasit ragu, dapat melihat rekaman video. Wasit sendiri meminta kedua tim bermain sportif tapi kenapa keputusan yang dibuat tidak mencerminkan sportifitas ? keputusan ini berubah tanpa kejelasan kami dirugikan, kami sangat kecewa

"Mestinya hal ini ditegaskan oleh Askab. Kami mau diselesaikan dengan aturan, jangan dipengaruhi faktor lain. Fakta lapangan sudah kami muat dalam surat resmi, kami minta Askab membaca dan mempertimbangkannya. Kami di liga dusun saja administrasinya jelas, bagaimana mungkin Liga sebesar ini administrasinya tidak jelas?" tegasnya.

Syukur meminta Askab bersikap profesional. "Jangan ketemu pemain atau pengurus di jalan lalu langsung buat keputusan. Bagan pertandingan dikeluarkan resmi, tapi pemberitaannya tidak jelas. Askab bicara aturan, tapi justru membangkangi aturan itu sendiri. Membangun sportivitas harus dengan kejujuran, jangan depan lain belakang lain."

Hal senada disampaikan Haris Hasan, Asisten Pelatih KKO FC, pihaknya awalnya percaya ketika persoalan diserahkan ke Komisi Disiplin (Komdis). Meskipun kemudian dikatakan bahwa, belum ada laporan dari wasit tapi kenapa, KKO justru diberitahu harus tetap bertanding. "Kami percaya Komdis bisa mengurus, tapi empat hari kemudian disampaikan KKO harus main padahal persoalan belum selesai," ujarnya.

Sementara itu Penasihat KKO FC, Hasnan Ladopurab menyoroti ketidakkonsistenan proses. "Pertandingan babak 16 besar belum tuntas, tapi jadwal 8 besar sudah jalan. Ada apa sebenarnya? Kesepakatan awal persoalan diserahkan ke Komdis, dan bagi kami persoalan wasit yang tidak tegas ini harus menjadi catatan serius askab. Kami cukup kecewa karena Ini sangat merugikan kami."

Ketua Askab Lembata Gucek Making : Saya Akui Kinerja Perangkat Sangat Jauh dari Harapan

Ketua Askab PSSI Lembata Gucek Making, pada kesempatan tersebut memberikan tanggapan terbuka yang jujur dan mengejutkan banyak pihak.

"Saya lihat videonya, itu jelas penalti. Tapi yang dipakai bukan itu, melainkan keputusan wasit. Saya terima semua masukan dan saya akui dengan jujur — perangkat yang sudah saya SK-kan kerjanya sangat jauh dari harapan. Saya sangat marah, karena masih ada ego masing-masing," ungkap Ketua Askab.

"Saya yakin wasit akan ambil keputusan penalti, tapi saya kaget ketika keputusan berbeda. Namun itu asumsi pribadi saya, karena yang sah tetap keputusan wasit," tambahnya.

Ketua Askab juga mengkritik keras kinerja Komdis. "Komdis masih bekerja dengan ego masing-masing. Ketika ada masalah, justru Askab yang diserang, padahal wasit yang punya ulah. Kami bayar wasit untuk memimpin pertandingan dengan baik. Komite Wasit harus lebih tegas kepada wasit yang lalai."

Ia menegaskan tidak mengeluarkan jadwal lanjutan secara sepihak. "Saya tidak bisa keluarkan jadwal tanpa dasar yang kuat. Yang mengeluarkan jadwal adalah panitia liga, bukan saya. Kini Komdis sudah membatalkan jadwal pertandingan kemarin, dan untuk langkah selanjutnya kami menunggu keputusan dari Asosiasi Provinsi (Asprov) NTT."

"Terkait kinerja Komdis, memang harus banyak dievaluasi, bahkan menurut saya perlu diganti," pungkasnya.

Persoalan ini kini menjadi sorotan seluruh pencinta sepak bola di Lembata. Semua pihak berharap ada penyelesaian yang transparan, berkeadilan, dan mengembalikan kepercayaan terhadap integritas sepak bola di Kabupaten Lembata.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Ahmad Yohan: Politik Indah Jika Kita Bersama, Jangan Biarkan Syahwat Politik Rusak Pembangunan Lembata

Ahmad Yohan mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tidak membiarkan kepentingan politik sesaat menghambat kemajuan daer

| Selasa, 20 Oktober 2026
Rakerda dan Pelantikan DPC PAN Lembata Resmi Digelar, Ahmad Yohan Hadir Langsung

Rakerda ini menjadi wadah penting bagi PAN Lembata untuk memperkuat soliditas organisasi, mengevaluasi program kerja yan

| Selasa, 20 Oktober 2026
Enam Unit Motor Terbakar di Depan SPBU Balauring Lembata, Polisi Masih Dalami Pelaku dan Motifnya

Sebagian besar motor tersebut sengaja ditinggal pemiliknya di sekitar SPBU karena digunakan untuk antri bahan bakar miny

| Selasa, 20 Oktober 2026
Warga Alap Atadei Lembata Hilang di Laut, Pencarian Masih Berlangsung

Warga melakukan pencarian dan menemukan sampan milik korban dalam keadaan kosong. Peralatan memancing masih ada di dalam

| Selasa, 20 Oktober 2026
Keuskupan Agung Ende Gugat Penetapan Flores Sebagai Pulau Panas Bumi

Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Integritas Keuskupan Agung Ende, Tigor Naingolang, menjelaskan ketiga kebijakan in

| Senin, 19 Oktober 2026
PERPAMSI NTT Dorong Advokasi dan Kemitraan untuk Memperkuat BUMD Air Minum

Dalam pemaparannya bertajuk “Advokasi dan Kemitraan untuk Memperkuat BUMD Air Minum di NTT”, Olahara menyampaikan ra

| Sabtu, 17 Oktober 2026
Bharatu Valdo Dimakamkan di San Dominggo: Keluarga Yakini Ini Pembunuhan Berencana

Pengacara keluarga, Petrus Bala Pattyona, mengatakan saat ini timnya masih mengumpulkan informasi dan bukti terkait kasu

| Minggu, 18 Oktober 2026
Palkostrad Bangun 24 Sumur Bor di Larantuka, Kodim 1624 Flotim Fasilitasi Penempatan

"Banyak warga dan sekolah yang menyampaikan permohonan karena mereka telah merasakan langsung kehadiran dan manfaat kebe

| Minggu, 18 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 12