Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Pemerintah Pusat Dan Pemprov NTT Duduk Bersama Bicara Nasib 9000 PPPK.

Di tengah kompleksitas persoalan, pemerintah pusat menegaskan komitmen untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan masyarakat tidak terdampak

Indonesiasurya
Rabu, 01 April 2026 | 09:52:50 WIB
Gub NTT

Kupang - Rencana pemerintah provinsi nusa tenggara timur (NTT) merumahkan, 9000 PPPK mendapat respon positif pemerintah pusat 

Hal ini ditunjukan dengan duduk bersamanya para pemangku kepentingan membahas persoalan yang bisa menaikan angka pengangguran dan dampak negatif lain yang merugikan provinsi NTT ini.

Tim dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian PAN-RB yang dipimpin Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, A. Fatoni, gelar rapat bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena dan pimpinan OPD di Kupang, Selasa (31/3/2026).

Pemerintah pusat memastikan persoalan ancaman dirumahkannya sekitar 9.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak berada dalam situasi darurat fiskal, namun diakui sebagai tekanan serius yang membutuhkan solusi bersama lintas kementerian.

“NTT itu tidak darurat. Buktinya hari ini masih bisa mengangkat pegawai. Ini penting disampaikan ke publik bahwa ada solusi,” tegas Fatoni.

Persoalan ini berakar pada penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 yang membatasi belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD. Sementara kondisi riil di NTT jauh melampaui angka tersebut.

Data Kemendagri mencatat belanja pegawai Pemprov NTT mencapai 51,15 persen, dan setelah penyesuaian berada di kisaran 40,29 persen masih di atas ambang batas. Kondisi serupa juga terjadi di seluruh kabupaten/kota.

“Ini jadi pekerjaan rumah bersama. Targetnya 2027 harus sesuai ketentuan, kalau tidak ada sanksi di 2028,” ujar Fatoni.

Namun, ia menegaskan regulasi tetap memberi ruang fleksibilitas melalui mekanisme relaksasi yang dapat diajukan ke Menteri Keuangan.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat menekankan bahwa daerah tidak perlu terjebak pada kebuntuan fiskal. Sejumlah instrumen disiapkan, termasuk pergeseran anggaran secara cepat dalam kondisi mendesak.

“Kalau darurat, tidak perlu tunggu perubahan APBD atau persetujuan DPRD. Geser saja anggaran. Negara harus hadir,” kata Fatoni.

Sumber pembiayaan dapat berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT), efisiensi kegiatan, hingga kas daerah yang tersedia.

Selain itu, pemerintah pusat juga membuka kemungkinan peninjauan ulang batas 30 persen melalui koordinasi lintas kementerian

Direktur Pembiayaan Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Adriyanto, mengatakan langkah tersebut sedang dikaji.

“Kami akan koordinasi dengan Kemendagri dan KemenPAN-RB untuk melihat kemungkinan penyesuaian angka 30 persen ini,” ujarnya.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menggambarkan tekanan fiskal yang dihadapi daerahnya sebagai dilema nyata antara memenuhi belanja pegawai dan menjaga pembangunan.

Ia menegaskan, pemerintah provinsi tetap berkomitmen menjalankan tanggung jawab negara, termasuk rencana pengangkatan lebih dari 1.500 PPPK baru.

“Kami tetap jalankan tanggung jawab pemerintah. Bahkan sore ini kami siapkan persetujuan untuk pengangkatan PPPK,” ujarnya.

Namun di sisi lain, ia mengakui keterbatasan fiskal berdampak langsung pada sektor vital seperti infrastruktur.

“Kalau belanja pegawai kita penuhi, maka belanja infrastruktur akan tertekan. Padahal kondisi wilayah kita berat, kepulauan dan berbukit, Untuk infrastruktur, kami hanya sekitar 0,1 persen dibanding daerah besar seperti Jawa Barat. Padahal kondisi jalan di NTT jauh lebih berat,” ujarnya.

Gubernur juga mengungkap dampak langsung keterbatasan anggaran terhadap pelayanan dasar, khususnya kesehatan di daerah terpencil.

Ia menyebut kesulitan mencari dokter spesialis kandungan karena insentif yang tidak kompetitif.

“Sudah dua kali kami cari dokter, tidak ada yang mau. Kalau tidak ada dokter, ini bukan sekadar administrasi. Ini soal hidup dan mati,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi seperti ini banyak terjadi di NTT dan berpotensi membahayakan masyarakat jika tidak segera ditangani.

Dalam forum tersebut, Melki juga mengusulkan pendekatan jangka panjang dengan mendorong ASN tidak hanya sebagai pelayan publik, tetapi juga penggerak ekonomi.

Ia mengusulkan adanya desain nasional yang memungkinkan ASN beralih secara sukarela ke sektor produktif atau wirausaha, dengan dukungan pelatihan dan skema yang jelas dari pemerintah pusat.

“Daripada merumahkan pegawai, lebih baik didorong dengan skema nasional agar mereka bisa beralih ke sektor usaha secara sadar dan terlatih,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan ini penting terutama bagi daerah seperti NTT yang sektor swastanya belum berkembang kuat.

Sementara itu, pemerintah pusat menilai solusi paling realistis untuk menurunkan rasio belanja pegawai adalah dengan meningkatkan pendapatan daerah.

Fatoni menyebut lima strategi utama, yakni intensifikasi pajak, ekstensifikasi sumber baru, peningkatan kualitas SDM, digitalisasi, dan inovasi.

Salah satu potensi terbesar berasal dari pajak kendaraan bermotor yang kontribusinya bisa mencapai 60 persen terhadap PAD, namun realisasinya di NTT masih rendah.

Uangnya sebenarnya ada. Persoalannya di persentase. Jadi pendapatan harus ditingkatkan,” katanya.

Adriyanto menambahkan, efisiensi belanja juga menjadi langkah penting di tengah tekanan global dan keterbatasan fiskal.

“Tidak hanya NTT, semua daerah dan bahkan pemerintah pusat juga harus melakukan efisiensi,” ujarnya.

Pemerintah pusat juga menekankan peran kunci kepala daerah dalam pengelolaan keuangan. Dalam kondisi mendesak, kepala daerah memiliki kewenangan penuh untuk mengambil keputusan cepat.

“Sering kali masalah bukan karena tidak ada uang, tapi karena takut mengambil keputusan. Padahal kewenangan itu dijamin undang-undang,” kata Fatoni.

Di tengah kompleksitas persoalan, pemerintah pusat menegaskan komitmen untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan dan masyarakat tidak terdampak.

“Apapun kejadiannya, pelayanan dasar harus jalan. Negara tidak boleh absen,” tegas Fatoni.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Bupati Lembata Resmi, Sampaikan Laporan Penyelenggaraan APBD 2025 Disidang Paripurna DPRD

Bupati menyampaikan apresiasi kepada DPRD, Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, insan pers, dan seluruh pemangku kepen

| Rabu, 01 April 2026
Semana Santa Momentum Ziarah Dan Devosi, Penggunaan HP Jadi Perhatian Serius.

Semana Santa Larantuka Tahun 2026 harus dimaknai sebagai momentum ziarah dan devosi, bukan sebagai ajang pembuatan kont

| Rabu, 01 April 2026
Pemprov NTT Komitmen Kembali Angkat, 1.500 PPPK Baru.

Melki Laka Lena menekankan pelayanan dasar, termasuk kesehatan, dan pendidikan tidak boleh terganggu meski tekanan belan

| Rabu, 01 April 2026
Semana Santa 2026, Umat dan Peziarah Harus Daftar Dan Gunakan Tanda Pengenal.

panitia berharap pelaksanaan Semana Santa Larantuka 2026 dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan.

| Rabu, 01 April 2026
Fiskal Pemprov NTT Tertekan, Nasib 9000 PPPK Tergantung Kebijakan Gubernur.

Gubernur Melki menegaskan, situasi fiskal NTT merupakan dilema antara memenuhi kebutuhan belanja pegawai dan tetap membi

| Rabu, 01 April 2026
SEMANA SANTA LARANTUKA BUKAN AJANG KONTEN: Umat (Para Peziarah) Diminta untuk Menjaga Kekhusyukan

Imbauan ini disampaikan menyusul evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya yang menunjukkan adanya pergeseran sikap sebagian

| Rabu, 01 April 2026
PLN Tegaskan Pengembangan Geothermal Berbasis Ilmiah, Akademisi Pastikan Manifestasi Alamiah

Manifestasi yang terlihat di permukaan bukanlah akibat pembuangan material sisa pengeboran, melainkan proses geologi ala

| Rabu, 01 April 2026
The Pilot Is God, Senioritas Dan Ego Kalahkan Data

Tenerife bukan sekadar cerita pesawat jatuh. Ini adalah cermin bagi kita semua:

| Rabu, 01 April 2026
Ribuan Peziarah Telah Mendaftar Untuk Ikut Semana Santa Larantuka Flores Timur

Data tersebut juga menunjukan asal wilayah peziarah sebagian besar dari NTT, kemudian disusul Pulau Jawa.

| Selasa, 31 Maret 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7