Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Pemerintah Pusat Genjot Pemerataan Pembangunan Gizi di Daerah 3T Melalui Vicon Percepatan SPPG

Kegiatan ini melibatkan jajaran kementerian/lembaga, pemerintah daerah se-NTT, serta mitra strategis, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Indonesiasurya
Jumat, 24 Oktober 2025 | 09:25:48 WIB
Foto

Indonesiasurya.com, Lembata - Dalam upaya mempercepat pemerataan pembangunan nasional, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), pemerintah pusat menggelar Video Conference (Vicon) bertajuk Percepatan Pembangunan Satuan Pusat Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu (22/10).

Kegiatan ini melibatkan jajaran kementerian/lembaga, pemerintah daerah se-NTT, serta mitra strategis, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sekaligus Ketua Pelaksana Satgas MBG  Kabupaten Lembata, Quintus Irenius Suciadi, mengikuti vicon dari ruang kerjanya di Kantor Bupati bersama Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam arahannya menekankan bahwa SPPG merupakan fasilitas esensial yang wajib hadir di setiap wilayah, terutama yang memiliki populasi ibu hamil dan anak-anak.

“Di mana ada warga, maka di situ pula SPPG harus berdiri. Negara tidak boleh absen dalam urusan gizi masyarakat,” tegas Dadan. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk segera menetapkan lokasi, menyiapkan tenaga pelaksana, dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel, Muhamad Akbar Djohan, menyatakan kesiapan perusahaannya dalam mendukung pembangunan SPPG, terutama melalui penyediaan sarana dapur dan peralatan makan untuk daerah 3T.

“Kami telah memfinalisasi sejumlah kebutuhan utama dan siap mendukung program ini secara berkelanjutan,” ujarnya dalam forum yang sama.

Pemerintah pusat juga menargetkan penguatan program Mandiri Bersama Gizi (MBG) sebagai fondasi ketahanan pangan dan gizi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Salah satu target utama program ini adalah produksi harian 82,9 juta butir telur atau 5.000 ton per hari melalui penguatan peran peternak lokal. Pembentukan Satgas Petani di daerah 3T menjadi langkah konkret untuk mendukung target tersebut.

Melalui forum ini, pemerintah menegaskan komitmennya bahwa pembangunan tidak boleh berhenti di wilayah perkotaan semata. Seluruh lapisan masyarakat, termasuk di pelosok negeri, harus mendapatkan akses yang adil terhadap pangan bergizi, layanan kesehatan dasar, dan kesejahteraan.

Dengan sinergi antara pusat, daerah, dan mitra strategis, pemerataan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan diharapkan dapat segera terwujud. (prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Mahasiswa KKN Unwira Kupang Gelar Sosialisasi Anti - Cyberbullying di SMPN 1 Lewolema

Langkah preventif ini diharapkan mampu mempertahankan "rekor bersih" SMP Negeri 1 Lewolema dari kasus perundungan secara

| Jumat, 17 Juli 2026
Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S

| Kamis, 16 Juli 2026
Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 10