Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Stop Merokok Saat Berkendara: Kecil Diabaikan, Besar Risikonya

Penulis: Yulius Kunigundi Seran UNWIRA Kupang

Indonesiasurya
Kamis, 11 Desember 2025 | 20:21:44 WIB
Ilustrasi

Di jalan raya, kita sering melihat pengendara sepeda motor atau mobil yang sambil memegang rokok. Bagi sebagian orang, ini hal biasa. Mereka merasa bisa tetap mengendalikan kendaraan sambil menikmati sebatang rokok. Namun, kebiasaan kecil ini memiliki risiko besar: mengganggu konsentrasi, membahayakan diri sendiri, dan mengancam keselamatan orang lain. Karena itu, kampanye “Stop Merokok Saat Berkendara” bukan sekadar nasihat, melainkan sebuah keharusan untuk keselamatan bersama.

Mengganggu Konsentrasi dan Kendali

Berkendara, baik dengan motor maupun mobil, membutuhkan fokus penuh. Mata harus awas terhadap jalan, tangan harus siap mengerem, dan pikiran harus siaga membaca situasi. Ketika pengendara merokok, sebagian fokus berpindah pada hal lain: menggenggam rokok, menghembuskan asap, atau mencegah abu jatuh ke pakaian.

Gerakan kecil—seperti mencari korek, menyalakan api, atau menjatuhkan abu—cukup untuk menciptakan detik-detik berbahaya. Banyak kecelakaan terjadi hanya karena sepersekian detik kehilangan konsentrasi.

Asap Rokok Membahayakan Orang Lain

Masalahnya bukan hanya pada pengendara. Asap rokok yang berterbangan di jalan bisa mengenai pengendara lain di belakang, terutama pengguna sepeda motor atau pejalan kaki. Asap, abu, dan bara pun menjadi polutan langsung di lingkungan jalan raya. Ini mengganggu pernapasan, memicu batuk, dan tidak jarang membuat orang merasa tidak nyaman atau terganggu.

Lebih parah lagi, bara rokok yang jatuh dapat mengenai mata atau kulit pengendara lain, yang bisa memicu kecelakaan serius.

Kebakaran Kecil yang Bisa Jadi Besar

Dalam beberapa kasus, puntung rokok yang dibuang sembarangan masih menyala. Ketika tersapu angin atau jatuh ke rumput kering, ini dapat menyebabkan kebakaran. Sudah banyak laporan kebakaran lahan atau kendaraan yang bermula dari puntung rokok pengendara yang tidak dipadamkan.

Kebiasaan yang dianggap sepele ini ternyata berpotensi menciptakan bencana.

Kecelakaan yang Bisa Dicegah

Setiap tahun, kecelakaan lalu lintas merenggut ribuan nyawa di Indonesia. Sebagian besar karena kelalaian. Kita sering membicarakan bahaya berkendara sambil bermain ponsel atau menerobos lampu merah. Namun merokok sambil mengemudi juga termasuk perilaku berisiko yang jarang dibahas, padahal sama-sama bisa mematikan.

Kecelakaan bukan hanya merugikan pelaku, tetapi juga keluarga, penumpang, dan pengguna jalan lainnya. Menghindari satu kebiasaan buruk saat berkendara sudah cukup untuk mengurangi salah satu sumber risiko.

Pilih Waktu yang Tepat

Rokok bukan musuh publik, namun waktu dan tempat merokok harus diperhatikan. Bila memang ingin merokok, ada cara yang lebih aman:

berhenti sejenak di tempat aman,

parkir di rest area,

atau tunggu sampai sampai di tujuan.

Tanpa rokok di tangan, pengendara bisa fokus, lebih tenang, dan lebih siap menghadapi kondisi jalan.

Kesimpulan: Keselamatan Bukan Negosiasi

Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Dalam berkendara, tidak ada aktivitas lain yang lebih penting dari menjaga nyawa—nyawa sendiri dan orang lain. Merokok sambil berkendara terlihat sepele, tetapi risikonya nyata.

Gerakan “Stop Merokok Saat Berkendara” harus dilakukan bukan karena aturan semata, tetapi karena kesadaran. Kita tidak hanya ingin tiba di tujuan, tetapi juga tiba dengan selamat.

Menghentikan kebiasaan kecil ini mungkin sederhana, tetapi dampaknya besar. Karena setiap nyawa yang selamat adalah kemenangan.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Hari Keempat TMMD : Pembukaan Jalan di Desa Sijarango Capai 41,50 Persen*

Dari pantauan di Lapangan, sejak pagi para anggota Satgas sudah melakukan berbagai persiapan untuk mengejar target pembu

| Minggu, 19 Juli 2026
Dibalik Seragam Loreng, Satgas TMMD Kodim 0210/TU Tingkatkan Keimanan Melalui Ibadah Minggu

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan emosional dan sosial antara TNI dan warga di lokasi pelaksan

| Minggu, 19 Juli 2026
PLN UIP Nusra Gelar Rapat Konsinyering, Kinerja Semester I 2026 Lampaui Target

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, menyampaikan bahwa Nilai Kinerja Organisasi (NKO) Semester I

| Minggu, 19 Juli 2026
Listan Ingatkan Waspadai "Penumpang Gelap" dalam Perjuangan Provinsi Luwu Raya!

semakin dekat sebuah cita-cita diwujudkan, semakin besar pula kemungkinan munculnya pihak-pihak yang mencoba mengganggu

| Minggu, 19 Juli 2026
Tingkatkan Pelayanan Kepada Pasien, RSU Bukit Lewoleba Lembata, Padukan dua Dokter Muda

"Kami dua bulan tanpa dokter spesialis dan sekarang kita sudah punya"ungkap Mantan Deken Lembata dengan senyum.

| Sabtu, 18 Juli 2026
Mahasiswa KKN Unwira Kupang Gelar Sosialisasi Anti - Cyberbullying di SMPN 1 Lewolema

Langkah preventif ini diharapkan mampu mempertahankan "rekor bersih" SMP Negeri 1 Lewolema dari kasus perundungan secara

| Jumat, 17 Juli 2026
Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S

| Kamis, 16 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 8