Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Antisipasi Gejolak Harga Pangan Di Pasar Jelang Hari Raya, Pemkab Lembata Luncurkan Program GPM

Pemda Lembata menilai intervensi pasar perlu dilakukan lebih awal untuk meredam potensi lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang perayaan keagamaan.

Indonesiasurya
Selasa, 17 Maret 2026 | 12:50:37 WIB
Foto

Lembata —Pemerintah Kabupaten Lembata mengambil langkah antisipasi menghadapi gejolak harga pangan di pasar Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dengan, meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif hingga ke sembilan kecamatan. 

Program ini resmi dilepas di halaman Kantor Bupati Lembata, Senin, 16 Maret 2026, oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq didampingi Wakil Bupati H. Muhamad Nasir bersama sejumlah pejabat daerah 

Pemerintah menilai intervensi pasar perlu dilakukan lebih awal untuk meredam potensi lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang perayaan keagamaan. 

Melalui GPM, pemerintah menggelontorkan stok pangan dalam jumlah besar langsung ke masyarakat dengan harga di bawah pasar. 

Program ini dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebagai bagian dari strategi stabilisasi pasokan pangan daerah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata, Mukhtar Hada, dalam laporannya mengungkapkan bahwa intervensi pangan sebenarnya sudah dimulai sejak Februari. 

Pada periode tersebut, pemerintah menyalurkan sekitar 20 ton bahan pangan melalui kegiatan GPM.

Intervensi kembali diperkuat pada awal Maret dengan tambahan 25 ton yang didistribusikan ke berbagai kecamatan.

Memasuki pekan ketiga Maret, pemerintah daerah kembali meningkatkan skala distribusi. 

Untuk periode 16–21 Maret 2026, sebanyak 30 ton bahan pangan disiapkan untuk menjangkau delapan kecamatan di Lembata. 

Pada hari pelepasan program, sekitar 7 ton langsung diberangkatkan menggunakan tiga unit kendaraan distribusi yang melayani wilayah Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, dan Wulandoni.

Distribusi pangan murah ini tidak sepenuhnya berjalan mulus. Beberapa wilayah seperti Kecamatan Nubatukan dan Omesuri sempat mengalami penundaan distribusi akibat cuaca buruk pada pekan sebelumnya. 

Namun pemerintah daerah memastikan stok untuk wilayah tersebut sudah disiapkan sejak akhir pekan lalu dan akan segera disalurkan dalam dua hari ke depan.

Secara keseluruhan, jika dihitung sejak Februari hingga pertengahan Maret, volume intervensi pangan pemerintah daerah telah mencapai sekitar 75 ton.

Langkah ini menunjukkan upaya serius pemerintah daerah untuk menekan potensi inflasi pangan yang kerap meningkat menjelang momentum keagamaan.

Tak berhenti pada operasi pasar, pemerintah juga menyiapkan skema lanjutan. Setelah program GPM berakhir, bantuan pangan bagi masyarakat akan dilanjutkan selama empat bulan melalui distribusi yang melibatkan Perum Bulog. 

Pemda Lembata juga berencana mengaktifkan kembali jaringan kios pangan di setiap kecamatan agar masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih stabil.

Dengan kombinasi operasi pasar, bantuan pangan, dan penguatan jaringan distribusi, pemerintah daerah berharap tekanan harga di pasar lokal dapat dikendalikan. 

Bagi Pemkab Lembata, stabilitas pangan bukan sekadar soal pasokan, melainkan juga strategi menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi ekonomi daerah menjelang HBKN. (Prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7