Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Terapkan Irigasi Tetes, Desa Bean di Lembata Dijadikan Model Pertanian Efisien

Sistem ini sangat efisien. Selain mampu menghemat penggunaan air secara signifikan, irigasi tetes juga menjaga kelembapan tanah tetap stabil sehingga nutrisi dapat diserap tanaman dengan lebih optimal

Indonesiasurya
Minggu, 14 Juni 2026 | 14:23:37 WIB
Saat kegiatan tanam metode irigasi tetes di bean

Bean – Pemerintah Kabupaten Lembata menjadikan Desa Bean, Kecamatan Buyasuri, sebagai kawasan percontohan pertanian modern dan efisien. Salah satu fokus utama pengembangan kawasan ini adalah penerapan teknologi irigasi tetes (drip irrigation) guna memaksimalkan penggunaan sumber daya air sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.

Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung lokasi pertanian bersama petugas lapangan, kelompok tani, dan masyarakat setempat. Kegiatan tersebut ditandai dengan penanaman perdana benih jagung komposit, di lokasi pertanian Bean, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Bupati, Desa Bean memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sentra perbenihan bagi berbagai komoditas pertanian. Pengembangan yang saat ini dimulai dengan jagung komposit, rencananya akan diperluas ke komoditas lain seperti padi pulut dan kacang hijau agar dapat memenuhi kebutuhan benih di seluruh kabupaten. 

Konsep Efisiensi Melalui Irigasi Tetes 

Dalam pengembangannya, Bupati menekankan pentingnya penerapan sistem irigasi tetes. Metode ini bekerja dengan menyalurkan air secara langsung menuju zona akar tanaman melalui jaringan pipa dan selang khusus. 

"Sistem ini sangat efisien. Selain mampu menghemat penggunaan air secara signifikan, irigasi tetes juga menjaga kelembapan tanah tetap stabil sehingga nutrisi dapat diserap tanaman dengan lebih optimal. Hasilnya, tanaman tumbuh lebih sehat dan produksi meningkat," jelas Bupati. 

Ia meminta agar seluruh proses penanaman tahap awal dapat rampung pada bulan Juni. Dengan target waktu tersebut, pada Juli hingga September sudah memasuki tahap pembibitan dan persiapan benih, yang siap dimanfaatkan petani menjelang musim tanam pada Oktober. 

Atasi Kendala dan Lindungi Lahan 

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyerap aspirasi dan kendala yang dihadapi petani di lapangan. Salah satu perhatian utama adalah ketersediaan sarana pendukung seperti pipa dan selang yang masih terbatas. Ia pun memerintahkan dinas terkait untuk segera melakukan inventarisasi kebutuhan agar dapat dipenuhi secepatnya.

Selain infrastruktur, Bupati juga menyoroti perlunya pengamanan lahan dari gangguan ternak. Ia meminta kelompok tani dan masyarakat untuk bekerja sama menjaga areal pertanian serta meningkatkan kesadaran pemilik hewan agar tidak melepas ternak secara bebas di lokasi budidaya.

Targetkan Peningkatan Indeks Pertanaman 

Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan Desa Bean menjadi contoh nyata peningkatan Indeks Pertanaman (IP), yaitu kemampuan lahan untuk ditanami lebih dari satu kali dalam setahun.

Momen turunnya hujan pertama atau yang dikenal petani sebagai 'hujan emas' sekitar Oktober harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Melalui kombinasi pengembangan sentra benih, penerapan irigasi tetes, dan intensifikasi pertanian, Desa Bean diharapkan menjadi model yang mampu meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani di Lembata. (Prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Tiga ASN Gugur di Jayawijaya, PMKRI Tuntut Negara Hadir dan Bertangungjawab

Bagi PMKRI, kematian tiga aparatur negara yang sedang menjalankan tugas pelayanan publik tidak boleh dipandang sebagai p

| Minggu, 13 September 2026
Kolaka Melepas AKBP Yudha W. Nugraha: Jabatan Berganti, Kenangan Tetap di Hati

Kalimat sederhana itu seolah mewakili perasaan dalam sebuah perjalanan pengabdian. Selama berada di Kolaka, berbagai pen

| Sabtu, 12 September 2026
Bersama Masyarakat Adat dan Kaum Muda, Plan Indonesia Reaktivasi 969 Hektare Zona Muro di Lembata

Dari total 969,33 hektare wilayah Muro yang berhasil diaktivasi, 190,96 hektare ditetapkan sebagai zona inti dan 775,3

| Jumat, 11 September 2026
11 Kawasan Kumuh Jadi Pekerjaan Rumah, Lembata Susun Peta Jalan Hunian 20 Tahun

RP3KP menjadi dokumen strategis pembangunan sekaligus syarat penting bagi Lembata untuk mengakses Dana Alokasi Khusus Te

| Kamis, 10 September 2026
Ini pesan Bupati Lembata saat tutup Lokakarya desiminasi capaian dan proyek pantai Kerjasama YBS dan Plan

Adaptasi harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari seluruh langkah kita: mulai dari penyusunan rencana pembangunan,

| Rabu, 09 September 2026
Liga Persebata 2026 Resmi Bergulir, Wabup Nasir Tekankan Sportivitas, Disiplin, dan Persatuan

Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir, menegaskan bahwa sepak bola mengajarkan nilai penting dalam kehidupan, yakni kerj

| Rabu, 09 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 17