Bean – Pemerintah Kabupaten Lembata menjadikan Desa Bean, Kecamatan Buyasuri, sebagai kawasan percontohan pertanian modern dan efisien. Salah satu fokus utama pengembangan kawasan ini adalah penerapan teknologi irigasi tetes (drip irrigation) guna memaksimalkan penggunaan sumber daya air sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung lokasi pertanian bersama petugas lapangan, kelompok tani, dan masyarakat setempat. Kegiatan tersebut ditandai dengan penanaman perdana benih jagung komposit, di lokasi pertanian Bean, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Bupati, Desa Bean memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sentra perbenihan bagi berbagai komoditas pertanian. Pengembangan yang saat ini dimulai dengan jagung komposit, rencananya akan diperluas ke komoditas lain seperti padi pulut dan kacang hijau agar dapat memenuhi kebutuhan benih di seluruh kabupaten.
Konsep Efisiensi Melalui Irigasi Tetes
Dalam pengembangannya, Bupati menekankan pentingnya penerapan sistem irigasi tetes. Metode ini bekerja dengan menyalurkan air secara langsung menuju zona akar tanaman melalui jaringan pipa dan selang khusus.
"Sistem ini sangat efisien. Selain mampu menghemat penggunaan air secara signifikan, irigasi tetes juga menjaga kelembapan tanah tetap stabil sehingga nutrisi dapat diserap tanaman dengan lebih optimal. Hasilnya, tanaman tumbuh lebih sehat dan produksi meningkat," jelas Bupati.
Ia meminta agar seluruh proses penanaman tahap awal dapat rampung pada bulan Juni. Dengan target waktu tersebut, pada Juli hingga September sudah memasuki tahap pembibitan dan persiapan benih, yang siap dimanfaatkan petani menjelang musim tanam pada Oktober.
Atasi Kendala dan Lindungi Lahan
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyerap aspirasi dan kendala yang dihadapi petani di lapangan. Salah satu perhatian utama adalah ketersediaan sarana pendukung seperti pipa dan selang yang masih terbatas. Ia pun memerintahkan dinas terkait untuk segera melakukan inventarisasi kebutuhan agar dapat dipenuhi secepatnya.
Selain infrastruktur, Bupati juga menyoroti perlunya pengamanan lahan dari gangguan ternak. Ia meminta kelompok tani dan masyarakat untuk bekerja sama menjaga areal pertanian serta meningkatkan kesadaran pemilik hewan agar tidak melepas ternak secara bebas di lokasi budidaya.
Targetkan Peningkatan Indeks Pertanaman
Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan Desa Bean menjadi contoh nyata peningkatan Indeks Pertanaman (IP), yaitu kemampuan lahan untuk ditanami lebih dari satu kali dalam setahun.
Momen turunnya hujan pertama atau yang dikenal petani sebagai 'hujan emas' sekitar Oktober harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Melalui kombinasi pengembangan sentra benih, penerapan irigasi tetes, dan intensifikasi pertanian, Desa Bean diharapkan menjadi model yang mampu meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani di Lembata. (Prokompimkablembata)