Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


OKNUM ANGGOTA TNI–POLRI DIDUGA BEKING TAMBANG ILEGAL, NEGARA TIDAK BOLEH KALAH OLEH MAFIA PETI

Jika ini terus dibiarkan, kami akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional dan melakukan aksi terbuka,” tutup Muhammad Saleh.

Indonesiasurya
Minggu, 03 Mei 2026 | 12:53:55 WIB
Foto

Mandailing Natal – Bendahara SATMA AMPI Mandailing Natal, Muhammad Saleh, mengecam keras dugaan keterlibatan oknum aparat dalam praktik tambang emas ilegal (PETI) yang semakin brutal dan tak terkendali di wilayah Mandailing Natal.

Berdasarkan informasi dan laporan yang berkembang di masyarakat, praktik PETI dengan menggunakan alat berat telah menghancurkan ekosistem sungai serta merusak kawasan hutan secara masif, khususnya di wilayah Lingga Bayu, Siabu, Batang Natal, hingga Kotanopan.

Lebih memprihatinkan, muncul dugaan kuat bahwa aktivitas ilegal ini tidak berdiri sendiri, melainkan mendapat “perlindungan” dari oknum aparat, baik dari institusi TNI maupun Polri. Dugaan adanya pembagian wilayah beking tambang semakin mempertegas bahwa praktik ini telah terorganisir dan sistematis.

“Kami menilai ini bukan lagi sekadar pelanggaran hukum biasa, tetapi sudah masuk kategori kejahatan lingkungan yang diduga dilindungi oleh kekuatan oknum aparat. Ini penghinaan terhadap negara dan pengkhianatan terhadap rakyat,” tegas Muhammad Saleh.

SATMA AMPI Madina juga menyoroti bahwa penindakan yang selama ini dilakukan terkesan setengah hati. Oknum yang diduga terlibat hanya dipindahkan tanpa proses hukum yang transparan, sehingga tidak menimbulkan efek jera.

“Kami tidak butuh sekadar mutasi. Kami butuh penegakan hukum yang tegas dan terbuka. Siapapun yang terlibat harus diproses, tanpa pandang bulu,” lanjutnya.

Atas dasar itu, SATMA AMPI Mandailing Natal menyampaikan tuntutan tegas:

1.Mendesak Mabes Polri untuk turun langsung mengusut dugaan keterlibatan oknum kepolisian dalam praktik PETI di Madina.

2.Meminta Denpom dan Pangdam I/Bukit Barisan melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan keterlibatan oknum TNI.

3.Menuntut penutupan total aktivitas tambang ilegal menggunakan alat berat di seluruh wilayah Mandailing Natal.

4. Mendesak penegakan hukum terhadap para pemodal (bohir) dan mafia tambang yang selama ini diduga kebal hukum.

5. Meminta perlindungan terhadap wartawan dan masyarakat yang berani mengungkap praktik ilegal ini.

“Kami ingatkan, jika aparat negara justru menjadi pelindung kejahatan, maka kepercayaan publik akan runtuh. Negara tidak boleh kalah oleh mafia tambang. Jika ini terus dibiarkan, kami akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional dan melakukan aksi terbuka,” tutup Muhammad Saleh.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Wisuda XXVIII Unipa Maumere: Luluskan 708 Sarjana, Rektor Pesan Jangan Jadi "Sarjana Kertas"

"Berkarya berarti ilmu tidak berhenti sekadar teori, tetapi hidup dalam kebersamaan. Berinovasi butuh keberanian mencipt

| Sabtu, 10 Oktober 2026
FORMASI KAWAL KESEPAKATAN RDP BBM BERSUBSIDI PINRANG: HAK RAKYAT HARUS DIJAGA

“Kami tidak ingin kesepakatan ini berhenti di ruang rapat. Satgas bersama seluruh unsur terkait harus mengawal pelaksa

| Kamis, 08 Oktober 2026
Gubernur NTT Tegaskan Potensi Rp70 Triliun di Lembata & Flotim Harus Kembali ke Masyarakat

Penegasan itu disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dalam amanat yang dibacakan Plt. Asisten II Bidang Pe

| Kamis, 08 Oktober 2026
Bupati Lembata Pastikan Gudang Bawang Siap Jaga Stabilitas Harga

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Ade Hasan Yusuf, mengatakan kunjungan tersebut menja

| Rabu, 07 Oktober 2026
URC Polresta Gowa GERCEP! Geng Motor Bikin Resah Langsung Diamankan!

Gerak cepat personel URC menjadi sinyal tegas bahwa aksi yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat tidak akan d

| Selasa, 06 Oktober 2026
DPD II Partai Golkar Lembata Sampaikan Duka Mendalam atas Korban Kecelakaan di Lebatukan

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Lembata, Alexander D. Atawolo, menyampaikan belasungkawa mewakili seluruh jajaran d

| Selasa, 06 Oktober 2026
Truk Tanpa TNKB Tergelincir di Lerahingga, 5 Nyawa Melayang, 9 Orang Luka-Luka

Lima orang meninggal dunia di lokasi, diduga akibat benturan dan tertimbun material pasir. Sembilan orang lainnya mengal

| Selasa, 06 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6