Indonesiasurya.com, Lembata - Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq secara resmi membuka festival tana Mea 2025 yang digelar oleh IDEP Selaras alam dan Barakat di perumahan tanah merah kecamatan Ilepae Kabupaten Lembata.
Bupati yang diwakili oleh Asisten dua, Donatus Lajdar memberikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
Don Ladjar dalam sambutan mewakili Bupati mengatakan, Alam adalah titipan berharga bagi kita. Dari alam kita memperoleh sumber kehidupan yang kemudian diwariskan kepada generasi
kita namun demikian, dihadapkan dengan berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, polusi, dan masalah
lingkungan lainnya, yang sewaktu-waktu dapat mengakibatkan bencana. Dan hal ini sudah kita alami sendiri.
Sebagai daerah yang memiliki kondisi geologis, geografis, hidrologis, demografis dan sosiologis yang rawan terhadap bencana, baik bencana alam, non alam maupun bencana sosial, maka sangat dibutuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap segala kemungkinan bencana yang akan terjadi.
Hal ini memerlukan perhatian serius dan tindakan nyata dari kita semua. Saya mengucapkan terimakasih kepada Yayasan IDEP Selaras Alam Bali dan Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata (Barakat), yang berkolaborasi menghadirkan Program DREAMS (Disaster Resilience through Education, Adaptation, and Mitigation Strategies) di Desa Waimatan dan Lamawolo, sebagai upaya memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana, melalui edukasi terkait strategi adaptasi dan mitigasi, sekaligus pendekatan - pendekatan menerapkan mendukung lingkungan yang berkelanjutan. yang kesejahteraan dan kelestarian
Hari ini, kita hadir di sini pada pelaksanaan Festival Tanah Mean 2025, yang merupakan puncak dari rangkaian Program DREAMS. Saya memberikan apresiasi kepada semua pihak yang berkolaborasi telah bersama-sama menyukseskan seluruh rangkaian Program
DREAMS sampai pada pelaksanaan Festival ini.
Sebagai puncak kegiatan, pelaksanaan Festival Tanah Mean 2025 ini adalah momentum untuk melihat sejauh mana capaian yang selama pelaksanaan Program, didapatkan sekaligus memperkuat komitmen
seluruh stakeholder untuk terus membangun ketangguhan komunitas, dan meningkatkan kesadaran publik terkait pentingnya adaptasi, mitigasi, dan pendidikan kebencanaan yang partisipatif dan berkelanjutan. Untuk itu, saya berharap agar implementasi Program ini terus berlanjut dengan sebuah gerakan kolektif yang sinergis antara seluruh stakeholder, sehingga terus memberikan dampak positif yang signifikan bagi ketahanan kita terhadap bencana dan kelestarian alam yang berkelanjutan.