Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Diduga Ada Pihak Berupaya Selamatkan Diri Dalam Kasus Kematian Polikarpus Demon Mantan Kades Laranwutun Ileape.

Penemuan uang ini kemungkinan ada niat tidak baik pihak lain, mungkin utang pinjam atau niat lain sementara braha itu ada upaya tolak bala, buang sial atau tolak darah" ungkap Yakobus Asan.

Indonesiasurya
Senin, 25 Mei 2026 | 15:16:52 WIB
Foto saat konferensi pers

Lembata - Kasus kematian Polikarpus Demon mantan kades Laranwutun, belum menemukan titik terang meski sejumlah indikasi dugaan Kematian tak wajar mulai tampak.

Dalam keterangan pers keluarga, (25/5/2026)ada sejumlah temuan keluarga yang mengarah pada upaya pihak tertentu untuk menyelamatkan diri.

Zakarias Sari keluarga almarhum, kepada media menjelaskan bahwa, waktu setelah penandatanganan berita acara pembongkaran kubur, kami keluarga di arahkan ke kubur untuk doa, ada 6 orang yang diminta polisi untuk berikan data diri sebagai orang yang bongkar kubur.

Jadi saat itu langkah pertama mereka ambil pindahkan batu yang ada disekitar kubur, untuk mulai penggalian  kubur. 

Saat batu di ambil saya sempat tegur, plt. Kades untuk tidak sentuh kubur karena sudah ada ada orang yang ditentukan sebagai petugas penggalian.

Saat plt kades mundur, Ada seorang guru juga angkat baru disekitar kubur, dan kami liat ada braha (media komunikasi dengan leluhur, dari kapas)
Baraha itu kelihatan baru sekali, karena sebelumnya kami keluarga dan molan sudah periksa tapi waktu bongkar ada braha ungkap Zakarias.

Kami belum sempat lapor ke polisi karena, kami tidak tahu bagimana dengan braha itu.
"Braha itu berupa kapas yang di guling. Selain kapas juga ditemukan yang kertas senilai, Rp. 1000 dan lembaran uang Rp.2000 di bagian kanan.

Sementara itu Yakobus Asan, molan yang diminta untuk melakukan seremonial mengatakan, saat braha dan uang ditemukan, dirinya meminta agar barang-barang itu di bawa ke rumah almarhum agar setelah otopsi dikembalikan ke kubur dengan ritual.

Braha itu kita pakai sebagai cara menyampaikan sesuatu kepada leluhur ujar Yakobus.

Ia mengatakan , sehati sebelum Kubur di gali kami sudah lakukan pembersihan dan ketika itu ditemukan uang,lalu saat mau di gali pihak keluarga temukan lagi braha.

"Kalau orang di luar keluarga yang menaruh itu mereka punya niat lain. Misalnya untuk tolak Darah tapi kami sudah seremonial untuk kembalikan. 
Sementara uang memang pada kuburan itu biasa orang temukan, tapi pada kasus Polikarpus Demon ini, uang yang ditemukan bukan dari pihak keluarga jadi bisa disimpulkan bahwa, ada pihak lain yang sedang berupaya kembalikan uang pinjaman kepada almarhum dengan cara ritual.

Menurut Asan, Baik uang maupun braha itu kalau niat baik tentu baik tapi kalau jahat maka sudah kami di kembalikan. Dalam kasus ini bisa jadi ada pihak sedang berupaya selamatkan diri.

"Penemuan uang ini kemungkinan ada niat tidak baik pihak lain, mungkin utang pinjam atau niat lain sementara braha itu ada upaya tolak bala, buang sial atau tolak darah" ungkap Yakobus Asan.

Sementara itu Pelaksana Kepala desa Larawutun, Daniel Hading menjelaskan bahwa hingga saat ini,  Masyarakat terus bertanya perkembangan pemahaman kasus Kematian mantan kepala desa Polikarpus Demon.

Plt. Kades ini mengatakan, Sebagai pemerintah kami berharap hasil otopsi bisa secepatnya keluar agar membuka tabir yang selama ini meresahkan masyarakat.

Masyarakat ingin kasus ini terang benderang dan bisa secepatnya terbuka agar tidak ada lagi keresahan. 

"Masyakat bertanya kenapa lama sekali" tanya Daniel


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Juara Lembata Fishing Tournament 2026, Emanuel Toni Rebut Piala Bupati Dan Uang 75 Juta

Lembata Fishing Tournament 2026 diharapkan dapat menjadi agenda wisata tahunan yang mampu menarik lebih banyak peserta n

| Senin, 25 Mei 2026
Publik Pertanyakan Transparansi Camat Ujung Pandang, Penertiban PKL Diduga Tidak Berkeadilan

Sikap tersebut menuai kritik dari berbagai pihak. Pasalnya, sebagai pejabat publik, seorang camat dinilai wajib membuka

| Senin, 25 Mei 2026
Laut Lembata Surga Bagi Pemancing

"Laut Lembata sangat indah dan sangat kaya akan ikan. Terima kasih sudah menyambut kami dengan hangat. Semoga event ini

| Senin, 25 Mei 2026
Hasan Tugu Tim Kuasa Hukum Keluarga Polikarpus Demon Minta Penyidik Perlu Priksa Berto Take

Konflik bermula ketika Berto Take mengoreksi keterangan tim kuasa hukum keluarga korban terkait jumlah terduga pelaku. B

| Minggu, 24 Mei 2026
Bangun Kesadaran Demokrasi Sejak Dini, KPU Lembata Gelar 'KPU Mengajar' di SMAN 1 Nagawutung

Hermanus Haron Tadon di ruang aula menyoroti pentingnya kesadaran bahwa suara pemilih pemula memiliki bobot signifikan

| Sabtu, 23 Mei 2026
HIDUP CUP U-15 Resmi Bergulir, Lembata Siap Lahirkan Talenta Baru Menuju Soeratin Cup

Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat agar pembinaan sepak bola di Lembata terus berkembang dan me

| Sabtu, 23 Mei 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 9