LEWOLEBA — Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan Lembata Apolonaris Mayan menyampaikan penjelasan terkait pemanfaatan anggaran daerah dan persiapan tim Persebata Lembata menjelang keikutsertaan di ETMC XXXV Flores Timur.
Menurut Apolonaris, pihaknya berhati‑hati dalam penggunaan anggaran untuk keperluan tim.
“Kami berhati‑hati dalam pemanfaatan anggaran untuk ETMC di mana Persebata Lembata diikutsertakan,” ujarnya (5/11/2026) melalui sambungan telp seluler.
Ia menyampaikan bahwa awalnya surat PSSI terkait penundaan etmc ke xxxv di flotim dan ini membuat rencana anggaran pun terhenti, namun kemudian ada surat lanjutan terkait etmc dilaksanakan sesuai jadwal dan akal hal ini kami, konsultasi ke kementerian, sebab ruang di apbd murni dan perubahan tidak ada lagi. Dari hasil konsultasi maka biaya persiapan tim dialokasikan dari dana BTT karena tidak ada anggaran baru dalam APBD perubahan.
Ia juga menanggapi dinamika perselisihan yang terjadi antara pihak Dinas dan PSSI. “Kita mau bekerja sama, tapi jangan saling mendikte,” tegasnya. Ia mengakui persoalan status PT Persebata Lembata Taan‑Tou masih dalam masa transisi dan akan dibenahi tahun mendatang.
Apolonaris juga menyayangkan perdebatan yang terus berpusat pada sepak bola saja, padahal masih banyak cabang olahraga lain yang perlu mendapat perhatian dan pembiayaan.
Terkait persiapan teknis, Dinas Porabud telah melengkapi seluruh dokumen pendaftaran dan daftar pemain. Tim akan mengikuti pemusatan latihan terpusat terhitung tanggal 11‑13 November, lalu para pemain pulang ke rumah masing‑masing untuk persiapan tanggal 14, dan berangkat ke Larantuka pagi hari tanggal 15 November.
Dinas juga memiliki pelatih berlisensi C yaitu Firdaus untuk membimbing tim.
“Yang kita urus ini anak‑anak Lembata, sepak bola Lembata. Kita jalan dengan kondisi keuangan yang terbatas, kita tidak ingin kehilangan muka,” ujar Apolonaris.
Semua masukan dari berbagai pihak akan diterima dan dievaluasi untuk perbaikan ke depannya.
Penjelasan ini semakin menambah konteks polemik terkait pengelolaan tim yang sebelumnya mempertentangkan kewenangan manajemen antara Dinas Porabud dan ASKAB PSSI Lembata. Hingga saat ini kedua pihak belum mencapai kesepakatan tertulis terkait batas tugas masing‑masing untuk ajang ETMC XXXV.