Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Ketika Dunia Digital Menggoda dan Nilai Mulai Tergadaikan

Penulis ; Valencia Rose Virginia Meko Mahasiswa fakultas ilmu komunikasi UNWIRA Kupang (43123020)

Indonesiasurya
Minggu, 26 Oktober 2025 | 21:18:41 WIB
Ilustrasi

Membaca berita tentang dua mahasiswa yang ditangkap karena judi online, sungguh memukul wajah pendidikan.

Sungguh miris memang dengan perilaku Dua mahasiswi di Kupang yang ditangkap karena mempromosikan judi online ini.

Di usia muda, di tengah perjalanan menimba ilmu, mereka justru terjerat oleh godaan dunia maya yang menjanjikan uang cepat dan popularitas semu.

Kasus ini bukan cuma tentang hukum. Lebih dari itu, ini soal **bagaimana mudahnya anak muda hari ini terseret arus “instan” di dunia digital.** Di balik layar ponsel, banyak hal terlihat indah — penghasilan cepat, gaya hidup mewah, dan sorotan pengikut yang memuja. Tapi sedikit yang menyadari, bahwa setiap unggahan, setiap promosi, bisa membawa konsekuensi besar — bukan hanya bagi diri sendiri, tapi juga bagi nama baik keluarga dan lembaga pendidikan yang menaunginya.

Media sosial seolah jadi panggung baru, tempat semua orang ingin dilihat dan diakui. Tapi sering kali, demi itu semua, nilai dan moral mulai digadaikan. Kita lupa bahwa **media sosial adalah cermin diri**, dan cermin itu bisa memantulkan kehormatan atau justru aib yang kita buat sendiri.

Saya tidak ingin menghakimi. Setiap orang bisa tergelincir. Tapi dari kasus ini, ada pelajaran besar: bahwa **pendidikan karakter dan etika digital** tidak kalah penting dari prestasi akademik. Kita sering bangga dengan kemampuan teknologi anak muda, tapi lupa mengajarkan bagaimana menggunakannya dengan tanggung jawab.

Peran keluarga dan kampus juga penting. Orang tua perlu lebih dekat, bukan hanya dalam pengawasan, tapi dalam percakapan. Sementara lembaga pendidikan harus berani menanamkan nilai moral di tengah perkembangan digital yang serba bebas. Jangan biarkan anak muda kita tumbuh cerdas secara teknologi tapi kosong secara hati.

Saya percaya, hukuman bukanlah akhir cerita. Justru dari kasus seperti ini, kita semua diingatkan: bahwa dunia digital adalah dunia nyata dengan risiko yang nyata pula. Ia bisa menjadi alat untuk berkarya dan menginspirasi, tapi juga bisa menjerumuskan kalau kita salah arah.

Semoga ini menjadi titik balik, bukan hanya bagi dua mahasiswi itu, tapi juga bagi kita semua — agar lebih bijak, lebih hati-hati, dan lebih beretika dalam dunia maya. Karena pada akhirnya, **nilai diri tidak ditentukan oleh seberapa viral kita di internet, tapi seberapa jujur dan bertanggung jawab kita di kehidupan nyata.**


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Hari Keempat TMMD : Pembukaan Jalan di Desa Sijarango Capai 41,50 Persen*

Dari pantauan di Lapangan, sejak pagi para anggota Satgas sudah melakukan berbagai persiapan untuk mengejar target pembu

| Minggu, 19 Juli 2026
Dibalik Seragam Loreng, Satgas TMMD Kodim 0210/TU Tingkatkan Keimanan Melalui Ibadah Minggu

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan emosional dan sosial antara TNI dan warga di lokasi pelaksan

| Minggu, 19 Juli 2026
PLN UIP Nusra Gelar Rapat Konsinyering, Kinerja Semester I 2026 Lampaui Target

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW. Manurung, menyampaikan bahwa Nilai Kinerja Organisasi (NKO) Semester I

| Minggu, 19 Juli 2026
Listan Ingatkan Waspadai "Penumpang Gelap" dalam Perjuangan Provinsi Luwu Raya!

semakin dekat sebuah cita-cita diwujudkan, semakin besar pula kemungkinan munculnya pihak-pihak yang mencoba mengganggu

| Minggu, 19 Juli 2026
Tingkatkan Pelayanan Kepada Pasien, RSU Bukit Lewoleba Lembata, Padukan dua Dokter Muda

"Kami dua bulan tanpa dokter spesialis dan sekarang kita sudah punya"ungkap Mantan Deken Lembata dengan senyum.

| Sabtu, 18 Juli 2026
Mahasiswa KKN Unwira Kupang Gelar Sosialisasi Anti - Cyberbullying di SMPN 1 Lewolema

Langkah preventif ini diharapkan mampu mempertahankan "rekor bersih" SMP Negeri 1 Lewolema dari kasus perundungan secara

| Jumat, 17 Juli 2026
Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S

| Kamis, 16 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 12