Lembata, 29 April 2026 - Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Syafrudin Sira, menaruh harapan besar pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), di mana infrastruktur kelistrikan ini dapat menjadi contoh keberhasilan kemandirian energi di Indonesia.
"Lembata juga bisa jadi contoh untuk pembangunan energi baru dan terbarukan bagi daerah-daerah lain yang kemudian membangun infrastruktur ini," ucap Syafrudin dikutip dalam film dokumenter "Matahari dalam Tanah" kerja sama PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Harian Pos Kupang, dan Tribun EO.
Namun demikian, untuk dapat mewujudkan hal tersebut, Syafrudin berharap pihak pengembang dapat terus berkomitmen dalam menjalankan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya transisi energi.
Ia juga menegaskan agar PT PLN (Persero) terus berdialog dengan masyarakat terdampak sehingga proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar tanpa penolakan.
"Ketika proses ini sudah berjalan dan pembangunan sudah mulai dilakukan, maka pihak PLN juga harus menentukan pihak ketiga yang mengerjakan itu benar-benar profesional. Sehingga apa yang dikhawatirkan selama ini bisa terjawab, tidak terbukti," katanya.
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menjelaskan bahwa pengembangan geothermal harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.
Pengembangan masyarakat terdampak, kata Rizki, turut menjadi komitmen PLN yang direalisasi melalui program-program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
"Oleh karena itu, PLN hadir ke masyarakat dengan program-program TJSL. Kami menyiapkan berbagai paket pemberdayaan masyarakat untuk bisa sama-sama kita membangun masyarakat. Contohnya, di Poco Leok, Kabupaten Manggarai, kami mengembangkan hortikultura," ujarnya.
Melalui pengembangan panas bumi, ujar Rizki, PLN juga akan bersama-sama mengembangan lingkungan, masyarakat, dan membangun perekonomian masing-masing daerah.[]