Lewoleba, 24 September 2026 – Ketua Tani Merdeka Indonesia, cabang Lembata Capt. David Vigis menyampaikan pesan yang menggetarkan dalam acara penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di Kabupaten Lembata.
Penyerahan ini bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional 2026.
Dalam sambutannya, Ketua Tani Merdeka menegaskan bahwa kehadiran organisasi bukan untuk gagah-gagahan, melainkan lahir dari keresahan bersama: "Melihat petani bekerja paling keras, tetapi sering kali justru menikmati hasil yang paling sedikit."
Bantuan yang Diserahkan
Pada kesempatan tersebut, diserahkan bantuan alsintan berupa 3 unit traktor dan 2 unit pompa air kepada kelompok tani penerima manfaat.
"Bantuan ini bukan sekadar besi dan mesin. Bantuan ini adalah instrumen untuk memerdekakan petani," tegasnya.
Ada tiga kemerdekaan yang ingin diwujudkan melalui alsintan ini:
- Memerdekakan petani dari biaya produksi yang mahal
- Memerdekakan petani dari beban kerja fisik yang berat — sudah waktunya petani bekerja dengan teknologi, bukan selamanya mengandalkan tenaga fisik
- Memerdekakan petani dari ketergantungan, menuju petani pengusaha yang mandiri dan berpendapatan layak
Pesan Penting untuk Petani
Ketua Tani Merdeka menitipkan pesan mendalam kepada seluruh kelompok tani penerima:
"Tolong jaga dan rawat alsintan ini dengan baik. Jangan dijual. Jangan dibiarkan rusak. Jangan hanya disimpan di gudang."
Ia juga menekankan pentingnya membentuk pengelolaan bersama, membuat jadwal penggunaan yang adil, serta menetapkan iuran perawatan yang wajar agar alat-alat ini tetap terawat dan bermanfaat jangka panjang.
Sinergi dan Dukungan
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan apresiasi kepada Wakil Menteri Pertanian, Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lembata. Tani Merdeka menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung agenda swasembada pangan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Kita ingin swasembada pangan bukan hanya di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan oleh petani di daerah."
Di akhir sambutan, ditegaskan kembali: "Petani bukan kelompok yang harus dikasihani. Petani adalah kekuatan ekonomi bangsa. Petani adalah penjaga pangan negeri."
Petani Sejahtera, Negara Kuat!