Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Kolaborasi KR-BNN: PLN UIP Nusra Komitmen Wujudkan Integrasi Energi Hijau di Bali, NTB, dan NTT

Rizki menekankan bahwa konektivitas energi antara ketiga provinsi menjadi fondasi penting bagi kolaborasi lintas daerah, termasuk dalam menopang sektor-sektor prioritas.

Indonesiasurya
Rabu, 26 November 2025 | 21:00:26 WIB
Foto

Mataram, Indonesiasurya.co. - 27 November 2025 - PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian energi berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) pada kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama regional Bali, NTB, dan NTT (BNN) yang berlangsung di Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Selasa, 25 November 2025.

Dalam rilis yang diterima media ini dijelaskan bahwa Komitmen pengembangan energi bersih ini selaras dengan visi memperkuat sektor-sektor unggulan di ketiga provinsi, mulai dari pertanian, perikanan hingga pariwisata, agar mampu secara optimal menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat dan daerah.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 menargetkan porsi pembangkit EBT mendekati 70%.

"Di Bali, kami akan membangun 892 MW pembangkit EBT. Di NTB, 494 MW, dan di NTT 562 MW. Potensi besar ini akan optimal jika kita membangun jembatan konektivitas yang mampu menghubungkan seluruh sumber energi yang tersebar," ujar Rizki.

Rizki menekankan bahwa konektivitas energi antara ketiga provinsi menjadi fondasi penting bagi kolaborasi lintas daerah, termasuk dalam menopang sektor-sektor prioritas.

"Kami siap mendukung pengembangan studi kelayakan apabila diperlukan, karena potensinya besar. PLN juga mendukung penguatan sektor pariwisata melalui pengembangan green lifestyle," tambahnya.

Komitmen PLN ini sesuai dengan MoU regional yang ditandatangani tiga gubernur dari ketiga provinsi dalam KR-BNN yang menetapkan tiga fokus utama dalam klaster integration: pariwisata, energi, dan konektivitas, serta tiga fokus utama dalam klaster cooperation: ekonomi, logistik, dan kelembagaan & inovasi.

"NTB, Bali, dan NTT bersepakat membangun ekonomi hijau. Kami selalu berbicara soal lingkungan karena kami adalah pulau-pulau kecil. Jika climate change tidak terkendali, kitalah yang akan terdampak pertama kali," kata Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, dalam sambutannya.

Iqbal juga menegaskan bahwa ketiga provinsi memiliki visi yang sama dalam pengembangan ekonomi biru, memanfaatkan potensi kelautan sebagai sumber kesejahteraan.

"Kami juga sepakat untuk mulai menjalankan kerja sama ini secara konkret pada 2026. Karena itu kami sangat konsisten mendorong percepatan ini," tutup Iqbal.

Sejalan dengan itu, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan Provinsi NTT memegang peran strategis sebagai beranda selatan NKRI, berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste, sehingga pengembangan listrik bersih perlu digencarkan.

"Kondisi ekonomi makro NTT di 2025 tetap tumbuh positif: 4,88% pertumbuhan ekonomi (Y-on-Y TW III 2025). 18,6% Tingkat kemiskinan (penurunan konsisten)," ucap Melki.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, memaparkan adapun tujuan dari kesepakatan KR-BNN ini, antara lain memperkuat integrasi wilayah pengembangan kawasan ekonomi, mewujudkan konektivitas wilayah terintegrasi meliputi darat, laut, dan udara, membangun pariwisata terintegrasi secara inklusif dan berkelanjutan, dan meningkatkan peran serta/pemberdayaan masyarakat, akademisi, mitra pembangunan, sektor swasta, media, dan pemangku kepentingan lainnya untuk kesejahteraan dan kemakmuran bersama.

"Maksud kesepakatan bersama ini mendukung pencapaian taget kinerja pembangunan Kawasan Ekonomi Bali-Nusa Tenggara yaitu Super Hub Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusantara yang bertaraf Internasional," paparnya.[]


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Sisa MBG Capai 2 Ember, Siswa SMPK St. Gabriel Takut Konsumsi Usai Isu Sayur Basi

Kepala Sekolah SMPK Swasta St. Gabriel Larantuka, Sr. Maria Fabiana, PRR, membenarkan ada sembilan siswanya yang mengala

| Rabu, 28 Oktober 2026
PUM Belanda Bantu Perkuat Fondasi dan Pemasaran Koperasi Purna Migran Lembata

Annemieke juga menyarankan kerja sama dengan koperasi kredit yang sudah mapan, agar KOPPMI dapat lebih fokus mengembangk

| Rabu, 28 Oktober 2026
Orang Tua Siswa Ungkap Kekhawatiran atas Kualitas MBG di SMPK Sint Gabriel

Suasana sekolah yang biasanya riuh mendadak berubah tegang ketika sembilan siswa harus dilarikan ke Klinik Susteran Tab

| Rabu, 28 Oktober 2026
Semarakkan Bulan Bahasa & Sumpah Pemuda, MKKS SMP Atadei Gelar PORSSENI 2026

Sekretaris MKKS SMP se-Kecamatan Atadei, Vinsensius Pati, S.Pd., menegaskan PORSSENI bukan sekadar ajang kompetisi rutin

| Selasa, 27 Oktober 2026
GMNI Sikka Luncurkan Kajian Kritis: APBD Sikka 2026 Alat Birokrasi, Bukan Kesejahteraan Rakyat

Komposisi PAD juga dinilai timpang — didominasi retribusi dan pajak yang membebani masyarakat, sementara pengelolaan k

| Selasa, 27 Oktober 2026
Bupati Lembata Perjuangkan Perluasan Akses Listrik Desa dalam Rakor Pemerintah se-NTT

Bupati Kanis Tuaq menegaskan, koordinasi lintas pemerintah diperlukan agar usulan program listrik pedesaan dapat diselar

| Selasa, 27 Oktober 2026
APBD Perubahan Lembata 2026 Resmi Diundangkan, Bupati Tekankan Percepatan Program dan Efisiensi Belanja

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, yang mengikuti proses tersebut secara virtual dari Kupang, menyampaikan syukur atas ber

| Selasa, 27 Oktober 2026
PBVSI Cup I Lembata 2026 Resmi Dibuka: Bukan Sekadar Juara, Lahirkan Atlet Berkarakter

Prestasi Tidak Datang Secara Kebetulan Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan: prestasi lahir dari disiplin, latihan k

| Senin, 26 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 13