LEMBATA — Ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, tampaknya semakin nyata. Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lembata, Linus Lawe, mengungkapkan bahwa luas kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 ini diperkirakan akan lebih besar dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Data Masih Diproses, Tren Mengkhawatirkan
Hingga bulan Agustus 2026, data sudah berhasil direkapitulasi melalui pemeriksaan langsung ke lapangan (ground check). Sementara itu, data bulan September dan Oktober masih dalam proses tabulasi karena kendala teknis pada perangkat pemantauan.
"Data sampai Agustus sudah hasil pemeriksaan lapangan. Untuk September dan Oktober baru sebagian yang lengkap, masih kami proses karena ada kendala pada perangkat," jelas Linus.
Meski data belum lengkap, pihaknya memperkirakan luas kebakaran pada tahun ini akan lebih besar dibandingkan tahun 2025. Sebagai pembanding, data hingga September 2025 mencatat estimasi luasan mencapai 2.372,24 hektare, dengan rincian:
- 695,22 hektare di dalam kawasan hutan
- 1.677,02 hektare di luar kawasan hutan
Empat Dugaan Penyebab Utama
KPH Lembata mengidentifikasi empat dugaan penyebab yang dominan memicu terjadinya kebakaran:
1. Sabotase — dugaan perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab
2. Pembukaan lahan — pembakaran untuk membersihkan area pertanian dan perkebunan
3. Pakan ternak — pembakaran agar tumbuh rumput muda untuk pakan hewan ternak
4. Berburu — penggunaan api dalam aktivitas berburu hewan liar
"Sebagian besar pemicu kebakaran berkaitan dengan aktivitas manusia. Namun penyebab pasti setiap titik api tetap harus diverifikasi langsung di lokasi," tegas Linus.
Edukasi dan Pencegahan Diperlukan
Dengan potensi luasan yang diprediksi meningkat, KPH Lembata menekankan pentingnya langkah pencegahan:
- Memperketat pemantauan titik panas di seluruh wilayah
- Melakukan pemeriksaan rutin ke lapangan
- Memberikan edukasi luas kepada masyarakat tentang bahaya pembakaran lahan
- Memperkuat koordinasi antarinstansi terkait
Pihaknya berharap kesadaran bersama dapat menekan angka karhutla di Lembata, sehingga kerusakan lingkungan dan kerugian yang lebih besar dapat dicegah.