Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Bupati Lembata Dorong Aksi Nyata Lewat Audit AMP-SR

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyerahkan persoalan ini sepenuhnya kepada tenaga kesehatan.

Indonesiasurya
Kamis, 01 Mei 2025 | 12:52:45 WIB
Foto bersama

Lembata,Indonesiasurya.com - Upaya serius menekan angka kematian ibu dan bayi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Lembata.

Hal ini tercermin dalam pembukaan kegiatan Diseminasi Hasil Audit Maternal Perinatal Surveilans dan Respons (AMP-SR) yang digelar pada Rabu, 30 April 2025, di Hotel Olympic, Lewoleba.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Quintus Irenius Suciadi, mewakili Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya isu kesehatan maternal dan perinatal sebagai prioritas pembangunan daerah.

"Kesehatan ibu dan anak adalah indikator penting yang menentukan masa depan generasi bangsa. Setiap ibu dan bayi berhak atas layanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan terjangkau," tegasnya.

Melalui data Sistem Informasi Kesehatan Kabupaten Lembata, tren kematian ibu dan bayi sejak tahun 2022 hingga Maret 2025 menunjukkan fluktuasi yang memprihatinkan.

Berikut data kematian yang dipaparkan:
2022: 0 kematian ibu, 24 bayi lahir mati, 7 kematian neonatal, 7 post-neonatal. 2023: 6 kematian ibu, 32 bayi lahir mati, 15 kematian neonatal.

2024: 2 kematian ibu, 24 bayi lahir mati, 17 kematian neonatal, 6 post-neonatal
2025 (hingga Maret): 1 kematian ibu, 5 bayi lahir mati, 3 kematian neonatal.

Penyebab utama kematian bayi di antaranya adalah prematuritas, BBLR (Berat Badan Lahir Rendah), asfiksia, sepsis, pneumonia, MAS (Meconium Aspiration Syndrome), dan diare.

Sementara, kematian ibu terutama disebabkan oleh hipokalemia berat dan radang pankreas.

“Data ini adalah alarm bagi kita semua. Banyak dari penyebab ini sebenarnya dapat dicegah jika kita bertindak lebih cepat dan tepat,” ujar Bupati dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten I.

Audit AMP-SR, lanjutnya, merupakan langkah strategis untuk menggali lebih dalam akar permasalahan, baik dari segi infrastruktur, sumber daya manusia, maupun keterlibatan masyarakat.

Ia menekankan bahwa hasil audit ini harus ditindaklanjuti dengan serius sebagai dasar perbaikan jangka pendek hingga panjang.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dokter spesialis kandungan dan anak dari RSUD W.Z Yohanes Kupang, serta tokoh masyarakat.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menyerahkan persoalan ini sepenuhnya kepada tenaga kesehatan.

"Kematian ibu dan bayi bukan hanya masalah medis, tetapi masalah kita bersama. Saya mengajak semua pihak, mulai dari perangkat desa hingga masyarakat umum, untuk berpartisipasi aktif dalam menekan angka ini demi masa depan Lembata yang lebih sehat,” pungkasnya. (prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Anggaran Terbatas, Tahun 2026 Di Lembata Nyaris Tak Ada Paket Proyek Yang Di Tender

Paket pekerjaan apbd tahun 2026 lebih pada pengadaan langsung karena, pagu di bawah 200 juta dengan metode e-katalog" un

| Rabu, 03 Juni 2026
Stok Obat Di Gudang Dinas Kesehatan Ada, Plt.Kadis Kesehatan "Tidak Benar Kalau Dibilang Kosong"

Ada 69 Koli obat di gudang farmasi dinas kesehatan, tinggal permintaan dari puskesmas maka, kami akan diatribusikan ke m

| Selasa, 02 Juni 2026
Tujuh Pria Dewasa Diduga Keroyok Siswa 14 Di Ileape. Keluarga Lapor Polisi

"Anak ini menolak, tetapi tetap dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke Petuntawa. Setibanya di sana, dia disuruh duduk

| Senin, 01 Juni 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 12