Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Tragedi Pendidikan di NTT Viral, Anak Diduga Bunuh Diri karena Orang Tua Tak Mampu Membeli Alat Tulis

Peristiwa ini diharapkan menjadi refleksi bersama agar tragedi serupa tidak kembali terulang. Pendidikan bukan hanya soal belajar di kelas, tetapi juga tentang memastikan setiap anak merasa dihargai, didukung, dan memiliki harapan untuk masa depan.

Indonesiasurya
Jumat, 06 Februari 2026 | 08:53:48 WIB
Foto

NTT — Dunia pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT) Kabupaten Ngada kembali menjadi sorotan publik setelah beredar kabar viral tentang seorang anak usia sekolah dasar yang diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan ekonomi keluarga. Peristiwa ini mengguncang hati masyarakat luas dan memicu diskusi serius mengenai akses pendidikan yang adil dan manusiawi bagi anak-anak di daerah terpencil.

Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan bahwa anak tersebut mengalami tekanan psikologis karena orang tuanya tidak mampu membelikan alat tulis sekolah.

Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat kebutuhan pendidikan sederhana seperti buku dan alat tulis menjadi beban berat. Meski pihak berwenang masih mendalami kronologi lengkap kejadian, peristiwa ini telah memicu gelombang empati sekaligus kritik terhadap sistem pendidikan dan perlindungan sosial di daerah.

Menanggapi kejadian tersebut, Dr. Zakaria Wahid, S.Pd., M.Pd, dosen di bidang Pendidikan dan Keguruan asal Kabupaten Lembata, Kedang, menyampaikan keprihatinan mendalam. Ia menilai kasus ini sebagai alarm keras bagi semua pihak, khususnya pemerintah dan pemangku kebijakan pendidikan.

“Ini bukan sekadar persoalan individu atau keluarga, tetapi kegagalan sistemik. Ketika seorang anak merasa putus asa hanya karena tidak memiliki alat tulis, berarti negara belum sepenuhnya hadir dalam menjamin hak dasar pendidikan,” ujar Dr. Zakaria.

Ia menekankan bahwa pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman dan membebaskan, bukan sumber tekanan psikologis bagi anak. Menurutnya, masih banyak anak di wilayah NTT yang bersekolah dalam kondisi serba kekurangan, namun kurang mendapat perhatian serius.

“Guru, sekolah, dan pemerintah harus lebih peka terhadap kondisi sosial ekonomi peserta didik. Pendekatan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada kurikulum, tetapi juga pada kemanusiaan,” tambahnya.

Dr. Zakaria juga mendorong adanya kebijakan konkret seperti penyediaan perlengkapan sekolah gratis, penguatan peran guru bimbingan konseling, serta keterlibatan aktif pemerintah desa dan orang tua dalam mendampingi anak-anak.

Peristiwa ini diharapkan menjadi refleksi bersama agar tragedi serupa tidak kembali terulang. Pendidikan bukan hanya soal belajar di kelas, tetapi juga tentang memastikan setiap anak merasa dihargai, didukung, dan memiliki harapan untuk masa depan.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Surat somasi beredar luas di medsos, Bupati Lembata Kanisius Tuaq "saya tidak mau menghakimi siapapun"

Saya menghormati hak setiap warga negara untuk menempuh jalur hukum. Namun saya tegaskan dengan sangat jelas: persoalan

| Minggu, 06 September 2026
Hama kutu putih serang tanaman di Lembata, dinas pertanian gerak cepat antisipasi penyebaran.

PLT kadis pertanian, Ade Hasan Yusuf kepada media ini melalui pesan singkat wa menulis, terkait serangan hama kutu putih

| Sabtu, 05 September 2026
Lima mobil operasional BPBD Lembata rusak, Siapa makan Anggaran perbaikan?

Kalau ada anggaran yang dikeluarkan tapi kendaraan belum juga bisa beroperasi, orang bisa berpersepsi jangan-jangan u

| Sabtu, 05 September 2026
Warga kota Lewoleba dukung wacana hadirnya Alfamart dan indomart di Lembata

Cristina Ischar Ladjar warga kota Lewoleba kepada media ini mengatakan bahwa dirinya mendukung kehadiran Alfamart dan In

| Sabtu, 05 September 2026
Dua Pelajar Diduga Curi HP Milik Siswa Saat Perkemahan, Polres Soppeng Bergerak Cepat

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp5 juta. Selanjutnya, kejadian tersebut

| Sabtu, 05 September 2026
Baramakassar Ucapkan Selamat atas Amanah Baru AKBP Yudha Widyatama Nugraha

Pengangkatan tersebut menjadi amanah sekaligus kepercayaan untuk mengemban tugas dan tanggung jawab dalam mendukung terc

| Kamis, 03 September 2026
Perkuat Perang Melawan AIDS, TBC, dan Malaria, Bupati Lembata Tegaskan Data dan Anggaran Harus Sejalan

Pemaparan data kita musti lebih selektif, lebih hati-hati terutama dalam penggalian data atau survei harus kredibel, dap

| Kamis, 03 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 5