Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Baba Kolim pelopor transportasi laut Lembata. Dari Lembata jaya hingga Lembata karya 1.

Baba Kolim memang telah tiada namun, jasa baiknya masih terus di kenang. Usaha pelayaran yang di bangunya hingga kini masih terus bertahan dibawah kedali generasi penerusnya

Indonesiasurya
Selasa, 15 September 2026 | 12:57:57 WIB
Km Lembata karya 2

Lewoleba - Heronimus Alfian Lembata salah satu pelopor transportasi laut Lembata yang dikenal luas dengan sapaan Baba Kolim merupakan tokoh penting dalam derap pembangunan Lembata.

Lahir tahun 1937 dan dibawa dari tanah cina sejak umur 11 tahun, oleh baba sutek ke waiwerang Adonara Flores Timur tahun 1957.

Dari waiwerang baba kolim mulai mengenal sejumlah tokoh yang kemudian membawanya ke tanah Lembata.

Salah satu tokoh yang dikenal adalah, Ali Raya Belen yang merupakan salah satu pejabat swapraja, yang membawa baba kolim ke Lembata dan tinggal di lewotolok.

Baba Kolim yang meninggal tanggal, 30 september 2001 sebelum tinggal di lewotolok pernah ke Lembata tinggal di Balauring.

Pertama ke Lewoleba, Baba Kolim tinggal di rumah bapa Plewang Balaor yang punya kios di pelabuhan kala itu dengan nama, kios suri gala atau Preko (plewang rela berkorban) dengan tulisan yang diingat orang Lewoleba sampai hari ini "bumi hancur karena bom, kios hancur karena bon" di rayuan.
Baba kolim mulai mandiri dengan berbagai usaha, dapat tanah dari S.S Rewot dan bangun rumah dan di lakukan oleh misi kurang lebih tahun 1960an.

Baru tahun 1980an rumah direnovasi seperti sekarang yang masih berdiri kokoh depan taman kota Lewoleba.

Rumah baba kolim, memiliki catatan sejarah panjang karena pernah dimanfaatkan sebagai kantor Skab Lembata juga penginapan bagi gubernur Eltari ketika lakukan kunjungan ke Lembata.

Ketika dipercayakan oleh pemerintah untuk membeli kopra seluruh Lembata, baba kolim membuat kapal pertamanya dengan nama, Lembata jaya 01 yang digunakan untuk mengangkut kopra keliling Lembata, tanpa menutup kemungkinan mengakut manusia.

Dari hasil retribusi pembelian kopra seluruh Lembata, baba Kolim membantu pemerintah skab Lembata untuk bersama membangun kantor pembantu bupati yang kini dikenal dengan sebutan kantor bupati Lama. Tidak hanya itu baba kolim juga membantu pembangunan rumah jabatan pembatu bupati yang semula didesain oleh seorang bruder namun, ketika dibangun dalam pengawasan bapak Yosep Dasilva (Tote dasilva) kepala PU kala itu melakukan beberapa perbaikan sehingga bisa kita liat hingga saat ini digunakan sebagai kantor koperindag.

Setelah tahun 1972 berhasil membangun Lembata jaya 1, baba kolim kemudian membangun kapal Lembata jaya 2 sebagai kapal penumpang pertama yang melayani rute Lewoleba, waiwerang, Kupang dengan nahkoda bapak Syamsudin Boleng atau yang lebih dikenal dengan bapa Sedang.

Sebelum kapal milik baba kolim berlayar, kapal-kapal misi sudah lebih dulu berlayar

Diakhir tahun 1970an, ketika baba kolim sedang membangun kapal baru, gubernur Eltari ke Lembata.

Ketika itu Lembata belum punya rumah jabatan, penginapan baru ada losmen rejeki dengan atap daun alang-alang. Gubernur Eltari nginap di rumah baba Kolim.

Ketika tahu baba kolim sedang membangun kapal, gubernur memberikan nama kapal eltari yang kemudian diresmikan oleh gubernur sendiri.

Kapal eltari tidak lama berlayar, setelah kematian Gubernur Eltari kapal itu pun hilang ceritra, dan baba membeli sebuah kapal dari kalimantan dengan nama, Buana 2 dengan nahkoda bapa Boy.

Tahun 1986, ketika kapal motor sahabat 2 tenggelam di watowoko, baba kolim tengah membangun bis laut dengan nama Lewoleba karya 1, kapal tersebut belum 100% tuntas namun karena situasi, dipaksa jalan untuk membantu pencarian korban tenggelamnya kapal sahabat 2. Dan baru tahun 1987 kapal Lewoleba karya 1 benar-benar berlayar secara profesional akan tetapi setahun berjalan bis laut itu dilalap sijago merah.

Baba kolim sebagai pengusaha tidak kehilangan semangat, setelah kapal Lewoleba karya 1 terbakar, lahirlah Lewoleba karya 2 dan berlanjut ke  Lembata karya 1 yang diresmikan oleh menteri Soni keraf dan Sarwono kusuma atmaja.

Setelah meninggal tahun 2001, Generasi Baba Kolim masih setia menggeluti usaha pelayaran.
Bonefasius Lembata mengambil alih usaha pelayaran dengan kapal Lembata karya 2 dan ketika kapal tak lagi layak jalan, Thomas Lembata  salah satu putra baba kolim mendatangkan kapal cepat labalekan ekspres tetapi hanya satu tahun berlayar kapal tersebut parkir hingga kini.

Anak bungsu baba kolim, yang disapa Min bone kemudian mendatangkan kapal cepat lagi dengan nama  Lembata karya ekspres, namun kemudian Min tak lagi mengikuti dunia pelayaran sehingga putra sulung Baba Kolim Yosep Lembata meneruskan usaha yang diturunkan dari sang ayah.

Yosep Lembata memulai dengan kapal Alfian Lembata namun, kapal tua itu tidak lama berlayar sebelum akhirnya parkir.

Siong demikian putra sulung Baba Kolim disapa kemudian membangun kapal baru dengan nama Lembata jaya 1 kurang lebih 5 tahun berlayar, kapal itu dok dan tidak lagi mengarungi lautan.

Yosep Lembata kemudian membeli sebuah kapal dari kepulauan seribu Jakarta dengan nama siena tetapi akhirnya juga berhenti berlayar dan siong membangun kapal lain yang hingga kini masih melaut dengan nama, Lembata jaya 2.

Baba Kolim memang telah tiada namun, jasa baiknya masih terus di kenang. Usaha pelayaran yang di bangunya hingga kini masih terus bertahan dibawah kedali generasi penerusnya

Berikut beberapa catatan pembangunan yang dilakukan oleh baba Kolim sempat dirangkum media ini diantaranya, pembangunan SD Peuuma dan Leudanung yang masih dimanfaatkan hingga hari ini.

Selain sekolah negeri juga ada sekolah swasta seperti, Kawula karya, PGRI dll.
Baba Kolim juga membangun Jembatan waimuda yang masih kokoh dan digunakan hingga saat ini.

Di masa lurah Lewoleba Bapak BL Uran, baba kolim membangun bak air di komak yang juga masih ada hingga kini.
Baba Kolim juga merupakan pengganti bank sebelum Bank konvensional masuk Lembata.

Dulu orang dari malaysia atau dari wilayah di luar lembata bisa kirim uang ke Lembata melalui baba kolim, tiap hari Senin mereka turun ambil uang maupun simpan uang di baba kolim karena itu tidak keliru jika banyak pihak menyebut baba kolim sebagai bapak pembangunan Lembata.(Sl/tim)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

YKS Dorong Isu Pekerja Migran Masuk dalam Dokumen Perencanaan Desa

Pola perencanaan yang dilakukan desa selama ini sering kali hanya mengikuti kebiasaan, di mana usulan yang sama terus be

| Selasa, 15 September 2026
Kebakaran dan Kemarau Panjang Landa 2 Distrik di Sorsel, LMA Emeyode Bagikan Sembako

Untuk karhutla terjadi di Distrik Kokoda dan Kokoda Utara sudah tujuh minggu api belum berhasil dipadamkan. Sementara ku

| Selasa, 15 September 2026
LMA Kaiso Salurkan 50 Paket Sembako kepada Masyarakat Kais dan Berkomitmen Mengawal Program Pemerintah

Pembagian 50 paket sembako berlangsung pada Senin (14/9/2026) di Kais, Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Sebelum pembagi

| Selasa, 15 September 2026
Lembata Boxing Camp Dibuka, Ruang Baru Generasi Muda Lembata Meniti Karier Tinju

Pemerintah daerah mengapresiasi langkah Willem Lojor membangun pusat pembinaan tinju yang tidak hanya diarahkan untuk me

| Senin, 14 September 2026
Tiga ASN Gugur di Jayawijaya, PMKRI Tuntut Negara Hadir dan Bertangungjawab

Bagi PMKRI, kematian tiga aparatur negara yang sedang menjalankan tugas pelayanan publik tidak boleh dipandang sebagai p

| Minggu, 13 September 2026
Kolaka Melepas AKBP Yudha W. Nugraha: Jabatan Berganti, Kenangan Tetap di Hati

Kalimat sederhana itu seolah mewakili perasaan dalam sebuah perjalanan pengabdian. Selama berada di Kolaka, berbagai pen

| Sabtu, 12 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 5