Papua barat - Kemarau panjang dan kebakaran hutan (karhutla) melanda dua distrik di Sorong Selatan, Papua Barat Daya. Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Emeyode membagikan bantuan berupa sembako.
"Untuk karhutla terjadi di Distrik Kokoda dan Kokoda Utara sudah tujuh minggu api belum berhasil dipadamkan. Sementara kurang lebih enam bulan ini dua distrik ini mengalami kemarau panjang," kata Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Emeyode, Hengki Gogoba kepada detikcom, Selasa (15/9/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sorong Selatan telah diterjunkan pada Senin (7/9/2036) untuk membantu masyarakat kekurangan air bersih dan pemadaman karhutla. Hingga kini api juga belum berhasil dipadamkan.
"Semua dilihat dari dampak kemarau panjang itu sudah enam bulan melanda distrik Kokoda dan Kokoda Utara. Kebakaran ini tidak bisa dipadamkan karena kekurangan personel BPBD," kata Hengki.
Ia mengatakan tim BPBD bersama masyarakat setempat tengah berjuang melakukan pemadaman. Masalah yang terjadi ini belum bisa diatasi.
"Ini belum lagi kemarau panjang yang membuat warga kekurangan air bersih. Dua distrik ini berharap air hujan, kalau tidak ada air hujan mereka kesulitan," bebernya.
Ia mengatakan kebakaran bukan hanya terjadi di pinggiran kali, namun sudah merambat hingga ke tengah hutan. Kebakaran ini sudah memasuki kampung tetangga.
"Api hanya bisa dipadamkan menggunakan helikopter, karena sudah tidak bisa dijangkau. Ini merupakan persiapan sulit dan butu penanganan cepat," tegasnya.
Ia mengatakan LMA Emeyode bersama mitra telah menyalurkan bantuan berupa sembako, namun tidak semua warga yang mendapatkan, karena jumlah yang terbatas.