Pada lahan seluas 600 meter persegi, berhasil dipanen awal sebanyak 44 buah semangka dengan total produksi mencapai 349 kilogram.
Lewoleba — Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan (Disporabud) terus mendorong penguatan wirausaha muda berbasis sektor pertanian melalui program inovasi Pemantik (Pemuda Milenial Tani Ternak).
Hal ini ditandai dengan panen perdana komoditas semangka di demplot kawasan GOR Gelora 99, Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, pada Senin (27/4/2026).
Kegiatan panen perdana tersebut dihadiri oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah, di antaranya Kepala Dinas Porabud, Kepala Dinas Nakertrans, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, serta Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba.
Pada lahan seluas 600 meter persegi, berhasil dipanen awal sebanyak 44 buah semangka dengan total produksi mencapai 349 kilogram.
Secara keseluruhan, produksi dari lahan tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 450 buah dengan estimasi total berat 3.150 kilogram dalam satu siklus tanam. Dengan harga jual Rp15.000 per kilogram dan skema pemasaran langsung tanpa perantara, nilai ekonomi yang dihasilkan diperkirakan mencapai Rp47 juta.
Hasil panen juga telah terserap oleh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga memberikan kepastian pasar sekaligus mempercepat perputaran modal bagi pengelola demplot.
Kepala Bidang pada Disporabud Lembata, Kristo Making, menyampaikan bahwa program Pemantik dirancang sebagai inkubator bisnis bagi generasi muda untuk mengembangkan kewirausahaan di sektor pertanian.
Program ini melibatkan sekitar 60 pemuda dan pelajar yang dibekali keterampilan mulai dari pengolahan lahan, budidaya, hingga manajemen pasca-panen dan pemasaran.
“Program ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pembentukan ekosistem usaha yang berkelanjutan. Kami ingin memastikan para peserta memiliki kapasitas teknis sekaligus akses terhadap permodalan,” ujarnya.
Dalam implementasinya, Disporabud juga bersinergi dengan lembaga perbankan untuk membuka akses pembiayaan usaha bagi para peserta yang telah menyelesaikan program pelatihan, sehingga diharapkan mampu mengembangkan usaha secara mandiri di wilayah masing-masing.
Sementara itu, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menegaskan pentingnya keberlanjutan program serta keterlibatan lintas sektor dalam mendukung visi pembangunan daerah berbasis Nelayan Tani Ternak (NTT). Ia mengingatkan agar inovasi yang telah berjalan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
“Inovasi ini harus terus dikembangkan dan direplikasi oleh seluruh perangkat daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya. Kemandirian pangan hanya dapat dicapai melalui kerja kolaboratif yang terencana dan berkelanjutan,” tegas Bupati.
Bupati juga mendorong penguatan kemitraan melalui skema nota kesepahaman (MoU) antara petani dan pengelola dapur program MBG guna menjamin kesinambungan pasokan komoditas pertanian.
Selain semangka, demplot tersebut juga mulai dikembangkan untuk komoditas hortikultura lainnya seperti cabai, tomat, terung, dan kacang panjang sebagai upaya menjaga stabilitas pendapatan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lembata melalui dukungan penyuluh pertanian akan terus memperkuat pendampingan teknis, termasuk penyesuaian pola tanam berbasis kalender tani guna meminimalkan risiko gagal panen dan meningkatkan produktivitas lahan.
Melalui program Pemantik, Pemerintah Kabupaten Lembata optimistis dapat mencetak wirausaha muda yang tangguh, mandiri, dan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal berbasis potensi sumber daya daerah. (Prokompimkablembata)