Flores Timur - Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Kabupaten Flores Timur melaksanakan tanam serempak padi sawah di Daerah Irigasi (DI) Konga, Desa Konga, Kecamatan Titehena, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Optimalisasi Lahan (OPLAH) 2025 untuk mempercepat peningkatan produksi pangan sekaligus mendukung swasembada nasional.
Tanam serempak dilakukan di lahan seluas 0,5 hektare dari total target optimasi 25 hektare. Benih yang digunakan adalah varietas unggul Inpari Nutrizink berumur 21 hari setelah semai.
Program ini juga mendukung Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025 yang digelar serentak di berbagai wilayah.
Acara dihadiri Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Flores Timur, Sekretaris Camat Titehena dan berbagai elemen lain lainya.
Pelaksanaan dilakukan di lahan Kelompok Tani Sina Puken Jawa Nimun dengan dukungan penyuluh dari BPP Konga, Lewotobi, dan Boru.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Flores Timur, Yoseph Sadi Open, SP., M.Si. menegaskan, kegiatan ini bukan hanya simbolis namun, bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam upaya mendukung petani meningkatkan produksi padi menuju swasembada pangan.
“Tanam serempak ini bukan hanya simbol, tetapi langkah nyata kehadiran pemerintah mempercepat luas tambah tanam dan meningkatkan produksi padi di daerah kita.”
Ia menjelaskan, Pola tanam yang diterapkan adalah sistem jajar legowo 2:1 dengan jarak tanam 10 x 20 cm dan lorong 40 cm. Setiap lubang diisi 1–2 anakan. Sistem ini meningkatkan populasi tanaman per hektare, memperbaiki sirkulasi udara, serta memaksimalkan penerimaan cahaya matahari urai Yoseph Sadi Open.
Sementara itu, Anggota Poktan Sina Puken Jawa Nimun, Bambang Cermawan mengungkapkan bahwa dengan sistem tanam legowo, mempermudah kami dalam perawatan dan meningkatkan hasil panen.
“Dengan sistem legowo, kami lebih mudah merawat tanaman dan hasil panen lebih banyak.” ungkap Bambang
Program OPLAH dan CSR di Flores Timur diharapkan menjadi lompatan penting menuju daerah yang maju dan sejahtera. Sinergi antara pemerintah, penyuluh, aparat keamanan, dan petani diyakini menjadi kunci keberhasilan swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.**