INDONESIASURYA.COM - Di tengah bentangan pegunungan dan langit biru Pulau Flores, sebuah mimpi besar pernah tumbuh dari seorang gadis kecil di pulau Flores tepatnya di Ruteng, Nusa Tenggara Timur.
Mimpi itu sederhana namun berani: suatu hari ia ingin melihat keindahan langit dari kokpit pesawat.
Gadis itu bernama Maria Gracella Stephani Soe, yang kemudian dikenal sebagai salah satu pilot perempuan inspiratif dari NTT.
Masa Kecil di Ruteng Awal Mimpi Menjadi Pilot
Maria Gracella Stephani Soe lahir di Ruteng, Flores, pada 22 April 1997. la merupakan putri dari pasangan Flavianus Soe dan Theresia Maria Natalia Dugis.
Sejak kecil, Stephani tumbuh dilingkungan sederhana di Manggarai. Pendidikan dasarnya ditempuh di SDK Ruteng V, kemudian melanjutkan ke SMPK Santo Fransiskus Xaverius Ruteng dan SMAK Santo Fransiskus Xaverius Ruteng.
Seperti banyak anak di daerah, akses terhadap profesi modern seperti pilot tidak selalu terlihat dekat. Namun Stephani justru menjadikan keterbatasan itu sebagai motivasi.
Salah satu hal yang paling memengaruhi mimpinya adalah kebiasaan sederhana: menikmati matahari terbenam (sunset) di langit Ruteng. la sering membayangkan bagaimana rasanya melihat pemandangan itu dari ketinggian. Imajinasi tersebut perlahan berubah
menjadi cita-cita nyata untuk menjadi pilot.
Menembus Sekolah Penerbangan Setelah lulus SMA pada tahun 2015, Stephani memutuskan mengambil langkah besar yang tidak biasa bagi
banyak perempuan dari daerah: masuk sekolah penerbangan.
la kemudian menempuh pendidikan di Flybest Flight Academy di Batam (sering disebut Flybest Flight Academy). Pendidikan ini tidak
mudah, baik dari segi biaya maupun persaingan. Stephani menjalani
pendidikan selama sekitar 2 tahun 4
bulan sebelum akhirnya menyelesaikan pelatihannya sebagai pilot.
Selama masa pendidikan, ia
menghadapi berbagai tantangan. Selain harus mengikuti pelatihan yang ketat, ia juga harus beradaptasi dengan lingkungan baru, bahasa,
dan budaya yang berbeda. Bahkan di angkatannya, Stephani merupakan
satu-satunya perempuan di antara 10 siswa.
Namun dengan ketekunan dan dukungan keluarga, ia berhasil menyelesaikan pendidikan tersebut dan meraih lisensi sebagai pilot.
Mengukir Sejarah: Pilot Perempuan
dari Manggarai Keberhasilan Stephani tidak hanya menjadi pencapaian pribadi. Ia juga
mencatat sejarah sebagai salah satu pilot perempuan pertama dari Manggarai, NTT.
Dalam perjalanan kariernya, ia diketahui terlibat dalam operasi penerbangan yang menggunakan pesawat Airbus A320-200, salah satu pesawat penumpang yang banyak
digunakan maskapai komersial modern.
Bagi banyak orang di NTT, terutama generasi muda, keberadaan Stephani menjadi simbol bahwa anak daerah pun mampu menembus profesi global yang selama ini dianggap jauh dari jangkauan.
Inspirasi bagi Generasi Muda NTT
Stephani sering menekankan bahwa
mimpi besar bisa lahir dari tempat
kecil. Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. la mendorong generasi muda NTT untuk berani bermimpi dan bekerja
keras mengejarnya. Dengan doa, dukungan keluarga, dan tekad kuat, seseorang dapat mencapai profesi apa pun yang diinginkan.
Kisahnya menunjukkan bahwa anak muda dari daerah terpencil sekalipun dapat menembus dunia profesional internasional-bahkan hingga
mengendalikan pesawat di langit. Simbol Perempuan NTT yang Berani Bermimpi
Dalam konteks yang lebih luas, perjalanan Maria Gracella Stephani Soe juga menjadi simbol kemajuan perempuan dari NTT. Di wilayah yang masih menghadapi berbagai
keterbatasan akses pendidikan dan kesempatan, keberhasilannya membuka harapan baru bagi banyak perempuan muda.
la membuktikan bahwa perempuan tidak hanya mampu menembus profesi yang didominasi laki-laki, tetapi juga bisa menjadi pelopor dan inspirasi bagi daerah asalnya.
Langit bagi Stephani bukanlah batas-
melainkan awal dari perjalanan.***