Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Anatomi Bangkrutnya Kemandirian Fiskal Sikka: GMNI Soroti Ketimpangan Besar APBD 2026

Berdasarkan data APBD TA 2026, total pendapatan daerah Kabupaten Sikka mencapai Rp 1,266 triliun. Sebagian besar pendapatan berasal dari transfer pemerintah pusat sebesar Rp 1,057 triliun, sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya sebesar Rp 129 miliar dan pendapatan lain‑lain sebesar Rp 36,5 miliar.

Indonesiasurya
Minggu, 25 Oktober 2026 | 12:32:49 WIB
Foto

MAUMERE, — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Sikka menyampaikan kajian kritis terhadap struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2026. Dalam pernyataan yang disampaikan Sabtu (18‑10‑2026), GMNI menyatakan kekhawatiran mendalam terkait alokasi anggaran yang dinilai lebih banyak digunakan untuk membiayai birokrasi dibandingkan kebutuhan dasar masyarakat.

 

Berdasarkan data APBD TA 2026, total pendapatan daerah Kabupaten Sikka mencapai Rp 1,266 triliun. Sebagian besar pendapatan berasal dari transfer pemerintah pusat sebesar Rp 1,057 triliun, sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya sebesar Rp 129 miliar dan pendapatan lain‑lain sebesar Rp 36,5 miliar.

 

Dari sisi pengeluaran, GMNI menyoroti bahwa belanja operasional mendominasi porsi anggaran, yaitu sekitar 89,71 persen dari total pendapatan. Sebagian besar dialokasikan untuk belanja pegawai, barang dan jasa, serta pos belanja tak terduga. Sementara itu, belanja modal untuk pembangunan infrastruktur hanya sekitar 2,62 persen atau sebesar Rp 32,1 miliar. Belanja modal ini seharusnya digunakan untuk membangun jalan, irigasi, fasilitas pertanian‑perikanan, serta sarana pendidikan dan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat luas.

 

“Kami meragukan arah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sikka dalam mengelola keuangan daerah,” ujar juru bicara DPC GMNI Sikka. Menurut mereka, janji program “Paket JOS” yang disebut‑sebut untuk menyelamatkan Kabupaten Sikka belum terlihat wujudnya dalam alokasi anggaran tahun ini.

 

GMNI juga menyoroti ketergantungan tinggi terhadap dana transfer pusat, padahal Sikka memiliki potensi kekayaan alam dan wisata seperti Pantai Koka, Tanjung Kajowulu, dan wilayah Wairterang yang belum dikelola secara maksimal untuk meningkatkan PAD daerah.

 

Selain itu, organisasi ini mempertanyakan pengelolaan dana belanja tak terduga yang seharusnya diperuntukkan bagi penanganan keadaan darurat dan bencana. GMNI meminta pemerintah daerah membuka data penggunaan dana tersebut kepada publik agar dapat dipantau oleh masyarakat.

 

Dari hasil kajian itu, GMNI Sikka mengajukan beberapa tuntutan utama: pertama, dilakukan audit dan rasionalisasi total terhadap APBD 2026 untuk memangkas belanja operasional yang terlalu besar dan dialihkan ke belanja modal; kedua, pembentukan badan usaha milik daerah untuk mengelola potensi wisata guna meningkatkan pendapatan asli daerah; ketiga, transparansi penuh terhadap penggunaan dana belanja tak terduga serta permintaan audit investigasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

 

Pihak GMNI menegaskan bahwa anggaran daerah seharusnya menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya membiayai keberlangsungan birokrasi. Hingga saat ini, pihak pemda Kabupaten Sikka belum memberikan tanggapan resmi terhadap kajian dan tuntutan tersebut.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Telkomsel Targetkan Internet Lembata Normal 1 November, Kabel Laut Putus di Perairan Adonara

Paskalis menjelaskan, terputusnya kabel laut membuat jalur data utama Lembata ke luar pulau terhenti. Untuk mengurangi d

| Senin, 26 Oktober 2026
Coffee Shop Tawwa Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Paccelang

Coffee Shop Tawwa, lebih dari sekadar tempat menikmati kopi. Ada kepedulian yang mengalir, ada harapan yang tumbuh, dan

| Minggu, 25 Oktober 2026
Kawasan Wisata Waijarang Dijadikan Tempat Buang Sampah Ilegal

“Dulu kawasan ini bersih dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan. Sekarang tiap malam ada yang datang membuang sampah se

| Jumat, 23 Oktober 2026
Total Luas Lahan Terbakar di Lembata Capai 2.372,24 Hektare hingga September 2026

Pemantauan titik panas perlu diikuti dengan pemeriksaan langsung di lokasi. Upaya pencegahan dan penanganan harus meliba

| Kamis, 22 Oktober 2026
KPH Lembata: Karhutla 2026 Diproyeksikan Lebih Luas, Ini Penyebabnya

Sebagian besar pemicu kebakaran berkaitan dengan aktivitas manusia. Namun penyebab pasti setiap titik api tetap harus di

| Kamis, 22 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 12