Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Artificial intelegensi untuk pendidikan atau untuk membunuh akal pikir.

Oleh: Rikardus Febrio. (Mahasiswa semester 5 prodi ilmu Komunikasi pada Unika Widya Mandira.)

Indonesiasurya
Sabtu, 25 Oktober 2025 | 09:42:02 WIB
Ilustrasi

Artificial intelegensi atau kecerdasan buatan bagi mahasiswa bukan merupakan suatu hal baru dan membingungkan. 

Praktino (2017) menyatakan AI sebagai asisten manusia yang bergerak layaknya robot dalam bentuk virtual di sistem komputer. 

Menurut Bedy dan Iwan(2021) AI Adalah teknologi yang memungkinkan mesin mensimulasikan perilaku manusia. Russell dan Norvig (2010) mengklasifikasikan AI ke dalam beberapa kategori yang menggambarkan cakupan dan fungsi AI. 

Secara umum, AI adalah bidang ilmu yang mencakup pemrograman komputer, ilmu data, dan pemodelan perilaku cerdas agar mesin dapat belajar, menemukan pola, dan membuat Keputusan layaknya manusia. 

Apakah AI dapat menunjang kualitas Pendidikan ?

AI memberikan banyak sekali manfaat yang sangat membantu mahasiswa untuk memperoleh materi dan memahaminya. Di zaman yang serba canggih juga instant ini, AI menjadi pilihan empuk mahasiswa belajar dimanapun dan kapanpun. 

Pemanfaatan AI dalam Pendidikan membuat Pelajaran lebih interaktif, adaptif, dan inklusif. Ia hadir dengan asisten virtual yang dengan cepat memberikan respon dan umpan balik. AI memungkinkan pembelajaran terjadi secara adaptif, tergantung kebutuhan dan akses yang digunakan, juga dapat menjangkau semua elemen mahasiswa. 

AI sangat membantu dalam dunia Pendidikan, tapi karena kemudahan yang disajikan oleh AI, secara tidak langsung menumbuhkan sikap malas belajar dan mematikan akal pikir. AI ‘dinobatkan’ sebagai satu-satunya jawaban dari semua pertanyaan yang diberikan dalam tugas. Tugas orangtua dan pendidik sangat dibutuhkan untuk membatasi intensitas AI bagi belajar Mahasiswa. 

Mahasiswa juga harus mempunyai kesadaran tentang AI sebagai penunjang belajar bukan sebagai satu satunya jalan mendapatkan jawaban.

Intensitas AI dalam dunia Pendidikan

AI harus punya batasan intervensi kedalam dunia pendidikan. Porsinya wajib diatur agar tidak membuat mahasiswa menjadi malas dan bermental enak. Mahasiswa sendiri juga harus punya kesadaran sendiri. Sistem ini secara tidak langsung ingin membunuh akal dan nalar berpikir manusia. Kebaikan dan keburukan itu selalu berjalan beriringan. Jadi dengan kemudahan yang ditawarkan oleh AI datang juga rasa malas yang datang. 

Menjadi tugas pendidik dan orangtua untuk menjaga dan memastikan AI tidak menguasai anak. Perlu tindakan tegas agar mahasiswa paham bahwa mereka tidak sedang baik-baik saja. Penggunaan AI yang bijak sebagai alat bantu bukan jadi satu-satunya tempat memperoleh jawaban. Harus ada keseimbangan agar tidak melemahkan kemandirian belajar dan membunuh daya kritis mahasiswa.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Warga Lamaau Kesulitan Air Bersih, Pemda Lembata dan PT Cendana Indopearls Distribusi 15.000 Liter Air

Penyaluran dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lembata sebagai bagian dari upaya tanggap darura

| Sabtu, 18 April 2026
Dalam Diam Fraksi Partai Golkar Bantu Fasilitasi Perbaikan Dermaga Waijarang Lembata

Perbaikan dermaga di Lembata akan kami mulai bulan Mei, saat ini pada tahap perencanaan dan pengadaan,” ujar Mekeng m

| Sabtu, 18 April 2026
Solusi Pasar Jagung, Pemda Beli Jagung Tongkol, Harga Dijamin, Pembayaran Tunai

Kebijakan ini memberi kelonggaran bagi petani yang selama ini kesulitan memenuhi standar kadar air rendah akibat keterba

| Sabtu, 18 April 2026
Aksi KMI Jilid I di KPK, Tuduh Kadinkes Madina Jadi “Penagih Uang Keamanan”

Dugaan kuat bahwa saudara Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal menjadi king maker sekaligus penagih berkedok uang kea

| Sabtu, 18 April 2026
Siapa Pelaku Pemotongan Rompong Nelayan Desa Balauring Lembata?

Meski ada kasak kusuk di tengah masyarakat, namun, belum ada cukup bukti tentang siapa dalang dibalik perbuatan tidak be

| Jumat, 17 April 2026
Jadi Agen BRI Link, Ama Sayang Akui Manfaat Positif Dan Keuntungan Ekonomi

selama melayani para pengguna jasa agen BRILink tidak pernah mendapatkan keluhan dan para pengguna jasa mengakui kecepat

| Jumat, 17 April 2026
Didukung IDEP, Barakat Gelar Workshop "Muro Moel Wutun" Libatkan Pemangku Adat Belen Raya Lewuhala.

Workshop ini menjadi ruang kolaborasi antara pengetahuan lokal dan kajian ilmiah terkait praktik Muro sebagai kearifan l

| Jumat, 17 April 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 7