Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Diduga oknum Polisi unit laka lantas Polrestabes Makassar minta persen uang duka Jasa raharja kepada anak korban Laka Lantas

Kejadian ini dialami oleh VK dan INR, yang mengaku mendapatkan perlakuan intimidasi dari Aiptu RH, oknum polisi yang bertugas di Unit Laka Lantas Polrestabes Makassar

Indonesiasurya
Selasa, 10 Desember 2024 | 15:29:45 WIB
Foto

Makasar,Indonesiasurya com - Sebuah tindakan yang diduga pelanggaran yang mencoreng citra kepolisian terungkap di Polrestabes Makassar pada Jumat (08/11/2024). Seorang oknum polisi dari Unit Laka Lantas diduga melakukan praktik pungutan liar (pungli) dengan meminta sejumlah uang duka sebesar 15% dari total klaim asuransi Jasaraharja yang mencapai Rp 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah). 

Kejadian ini dialami oleh VK dan INR, yang mengaku mendapatkan perlakuan intimidasi dari Aiptu RH, oknum polisi yang bertugas di Unit Laka Lantas Polrestabes Makassar, saat mereka berusaha mengurus pencairan dana Jasaraharja di Jl. Toddopuli. VK menceritakan, saat proses pencairan berlangsung, Aiptu RH tiba-tiba meminta uang sebesar 15% dari total klaim yang seharusnya diterima utuh oleh mereka.

"Saya berada di Toddopuli bersama Pak RH untuk mengurus uang Jasaraharja almarhum ayah saya sebesar Rp 50 juta. Sebelum kami menerima uang itu, Pak RH meminta sekitar 15% dari uang yang cair untuk membantu proses laka lantas almarhum ayah saya," ungkap VK saat ditemui pada malam yang sama.

VK menambahkan, Aiptu RH menjelaskan bahwa mereka akan mendapatkan 15% dari pencairan Jasaraharja sebagai imbalan atas bantuan yang diberikan. Dalam keadaan tertekan dan merasa ketakutan, VK pun mengiyakan permintaan tersebut. "Karena merasa ketakutan, saya langsung menjawab 'iya, Pak, kalau sudah cair saya kasih'," ujarnya dengan nada grogi.

Setelah pencairan dana Jasa Raharja, VK pun memberikan uang sesuai permintaan Aiptu RH, yakni sekitar Rp 7.500.000 (Tujuh Juta Lima Ratus Rupiah). Tindakan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas dan etika oknum polisi yang seharusnya melindungi masyarakat, bukan malah memanfaatkan situasi sulit yang dihadapi oleh korban.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian Unit Laka Lantas Polrestabes Makassar belum memberikan konfirmasi terkait dugaan pungli yang melibatkan oknum mereka. Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat ditindaklanjuti agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tetap terjaga.**(bara)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Tingkatkan Pelayanan Kepada Pasien, RSU Bukit Lewoleba Lembata, Padukan dua Dokter Muda

"Kami dua bulan tanpa dokter spesialis dan sekarang kita sudah punya"ungkap Mantan Deken Lembata dengan senyum.

| Sabtu, 18 Juli 2026
Mahasiswa KKN Unwira Kupang Gelar Sosialisasi Anti - Cyberbullying di SMPN 1 Lewolema

Langkah preventif ini diharapkan mampu mempertahankan "rekor bersih" SMP Negeri 1 Lewolema dari kasus perundungan secara

| Jumat, 17 Juli 2026
Penumpang KM. Lambelu Loncat dari Kapal, Tim SAR Lakukan Pencarian di Perairan Pulau Pemana Sikka.

Lokasi kejadian diperkirakan berada di sekitar Perairan Pulau Pemana, Kabupaten Sikka, NTT, pada koordinat 8° 22.310'S

| Kamis, 16 Juli 2026
Temui Kepala Staf Kepresidenan, BPP DOB Dorong Provinsi Luwu Raya Masuk Agenda Strategis Nasional

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, H. Darwis Ismail, mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar me

| Selasa, 14 Juli 2026
Ahli Geothermal Luruskan Persepsi tentang WKP Mataloko dan Pemanfaatan Lahan PLTP

Berdasarkan data gambaran umum pengembangan PLTP Mataloko, luas WKP mencapai sekitar 996,2 hektare

| Selasa, 14 Juli 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 12