Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Enam Bulan Perjuangan Pemda Lembata, ASDP Gagal Yakinkan Kapten: Kapal Terapung Tanpa Tindakan

Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, yang selama ini terus mendorong percepatan perbaikan jalur transportasi laut, menyatakan kekecewaannya atas kegagalan uji coba ini

Indonesiasurya
Jumat, 10 April 2026 | 16:46:25 WIB
Foto

WAIJARANG, Upaya pemerintah Kabupaten Lembata memulihkan jalur transportasi laut di Pelabuhan Ferry Waijarang pada Kamis, (9/4/2026) kembali menemui kegagalan, setelah berbulan-bulan berjuang dan berkoordinasi dengan ASDP. 

Sebelumnya, rencana uji coba sandar kapal KMP Inerie II pada Kamis siang, di pelabuhan laut Lewoleba batal karena kondisi pelabuhan tidak memungkinkan penggunaan Ramp Door akibat pendangkalan air.

Sebagai alternatif, KMP Ile Mandiri dijadwalkan uji coba sore hari, di pelabuhan Ferry Waijarang, kapal berukuran lebih kecil dengan panjang sekitar 45 meter.

Namun, kapal kembali gagal bersandar. Kapten KMP Ile Mandiri menolak melakukan uji coba dengan alasan arus laut yang kurang baik, padahal kondisi air laut dalam keadaan slack water, tenang dan ideal untuk olah gerak maupun sandar kapal.

Kapal akhirnya dibiarkan terapung di depan pelabuhan sekitar kurang lebih 200 meter sebelum mundur ke Pelabuhan Ferry Deri di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur.

Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, yang selama ini terus mendorong percepatan perbaikan jalur transportasi laut, menyatakan kekecewaannya atas kegagalan uji coba ini.

“Selama enam bulan, kami berupaya keras melakukan koordinasi dan menyiapkan segala teknis agar kapal bisa bersandar. Hasil sore ini jelas mengecewakan, karena upaya panjang pemerintah daerah belum membuahkan kepastian bagi masyarakat,” ujarnya.

Perwakilan ASDP Lembata, Nanda, menyatakan pihaknya sudah berupaya meyakinkan kapten dengan berbagai pendekatan teknis dan koordinasi lintas instansi, dan juga melaporkan kondisi terkini di pelabuhan Ferry Waijarang ke Kapten Kapal Ile Mandiri via hubungan telpon.

“Keselamatan kapal dan penumpang tetap menjadi prioritas. Kami sudah melakukan upaya maksimal, namun kapten tetap menolak karena arus laut,” jelasnya.

Pihak Syahbandar menambahkan bahwa metode sandar yang saat ini digunakan memiliki risiko tinggi, apalagi struktur mooring dolphin nomor 4 terlihat semakin miring. 

Meski demikian, kekecewaan pemerintah daerah menjadi sorotan publik karena masyarakat Lembata sangat bergantung pada jalur transportasi laut yang kini masih terganggu.

Kegagalan uji coba sore ini menegaskan tantangan besar dalam mengelola operasional Pelabuhan Ferry Waijarang.

ASDP belum berhasil meyakinkan kapten kapal, sementara pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan solusi agar masyarakat bisa kembali menikmati transportasi laut yang aman dan lancar.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

HUT ke-27 Lembata, Bupati Kanis Tegaskan Pembangunan Harus Berdampak Nyata

Peringatan tahun ini mengusung tema 'Dengan Semangat Taan Tou, Melangkah Bersama Mewujudkan Pemerintahan yang Efektif, S

| Selasa, 13 Oktober 2026
Bupati Kanis Tinjau Laboratorium Kesehatan Hewan Lembata, Pastikan Siap Beroperasi

"Laboratorium ini sangat penting untuk memantau kesehatan ternak, memastikan keamanan daging yang beredar, serta mengawa

| Rabu, 14 Oktober 2026
Dari Laporan Masyarakat hingga Penindakan, Satresmob Bareskrim Ungkap Kasus Curanmor

Tim Satresmob Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kanit 1 Satresmob Bareskrim Polri, Kombes Pol Harry Azhar, S.H., S.I.K.

| Selasa, 13 Oktober 2026
PT. Annisa Ahmada Buka Suara! Bantah Telantarkan Jemaah Umroh, Ungkap Masalah Vendor Tiket

Dalam surat klarifikasi bernomor 042/AAT/EXT/X/2026, PT Annisa Ahmada Travelindo menjelaskan kronologi permasalahan yang

| Selasa, 13 Oktober 2026
"Otonomi Harus Dirasakan Sampai ke Desa" — Lukman Laba Soroti Perayaan yang Terasa Jauh dari Masyarakat

Lukman menutup dengan harapan agar otonomi benar-benar hidup di hati setiap masyarakat, dari kota hingga ke desa-desa pa

| Senin, 12 Oktober 2026
HUT ke-27 Otonomi Lembata: Ketua DPRD Syafrudin Sira ; "Otonomi hanya judul namun, isinya nyaris tak ada"

Kita belum menjiwai secara penuh otonomi ini. Semangat Taan Tou — satu rasa — belum kita lakukan secara maksimal." U

| Senin, 12 Oktober 2026
Fransiskus Gewura akui, 27 Tahun Otonomi Lembata ada Kemajuan, tinggal Fokus ke Ekonomi Masyarakat

Poin tak kalah penting yang disampaikan Frans Gewura adalah menjaga keamanan dan ketertiban agar Lembata menjadi daerah

| Senin, 12 Oktober 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6