LEWOLEBA, INDONESIASURYA.COM — Warga Kabupaten Lembata, NTT, masih menahan kekesalan yang mendalam. Sejak Selasa, 29 September 2026, jaringan komunikasi di wilayah tersebut mengalami gangguan berat akibat putusnya Kabel Laut Lewoleba–BU2. Hingga hari ini, Rabu (14/10/2026), sudah lebih dari dua pekan berlalu, namun belum ada tanda-tanda perbaikan yang berarti.
Situasi ini memutus akses komunikasi warga, menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga urusan keluarga. Banyak warga mengeluh kesulitan menghubungi kerabat, menjalankan usaha, maupun mengakses layanan darurat.
Kekecewan warga semakin memuncak melihat sikap Eksekutif Vice President Telkom Regional III, Rachmat Dwi Hartanto, dalam penyampaian keterangan resminya. Di tengah penderitaan yang dialami masyarakat Lembata, ia terlihat berfoto sambil tertawa lebar, seolah tak memiliki beban atas gangguan yang berlangsung lama ini.
"Warga di sini bertahan tanpa komunikasi mendesak selama lebih dari dua minggu, sementara pihak yang bertanggung jawab justru terlihat santai dan tanpa rasa prihatin," ujar salah satu warga yang mengikuti pernyataan tersebut.
Warga menilai sikap tersebut kurang peka dan tidak mencerminkan empati atas kerugian yang dialami masyarakat. Masyarakat berharap PT Telkom Indonesia tidak hanya memberikan pernyataan tertulis, tetapi segera mengerahkan upaya nyata untuk mempercepat perbaikan, memberikan kepastian waktu pemulihan, serta menunjukkan rasa tanggung jawab yang layak diberikan kepada pelanggan yang telah setia.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi kapan kabel laut yang putus tersebut akan selesai diperbaiki dan kapan layanan dapat kembali normal secara menyeluruh.