Lembata - Kota Lewoleba Ibu kota kabupaten Lembata provinsi NTT terendam banjir setelah diguyur hujan lebat.
Hujan selama tiga hari berturut -turut sejak 25 April hingga 28 April 2026 menyebabkan banjir menggenangi sebagian besar wilayah kota.
Air meluber ke permukiman warga hingga menutup sejumlah ruas jalan utama. Sampahpun berserakan di badan jalan.
Camat Nubatukan, Mikael Kia Magi yang dijumpai saat memantau situasi kota Lewoleba pasca hujan lebat petang tadi menyebut, beberapa titik terdampak cukup parah tersebar di sejumlah kelurahan di wilayah Kota Lewoleba.
Ia menyebut, Di Kelurahan Lewoleba Timur, lokasi banjir terparah terjadi di kawasan Akalohe, depan rumah Yoakim Langoday, sekitar TK Negeri 3.
Di Kelurahan Selandoro depan rumah Ako Hoat, samping toko YT, serta depan rumah Duang Wangatoa.
Sementara di Kelurahan Lewoleba Tengah, genangan air terjadi di samping kawasan 51, ruas Jalan Trans RB 35 hingga depan kantor Telkom.
Di Kelurahan Lewoleba Utara, banjir menggenangi kawasan sebelah timur, barat, dan utara Taman Kota, termasuk jalan menuju pelabuhan.
Sedangkan di Kelurahan Lewoleba, air menggenangi kawasan samping Lapangan Misi dan perempatan Olympic. Di Kelurahan Lewoleba Selatan, genangan terjadi di bantaran Kali Komak dan wilayah Kota Baru.
Menurut Mikael Kia, hujan deras yang berlangsung hampir satu jam menyebabkan saluran drainase tersumbat sampah sehingga air meluap ke jalan dan rumah warga.
“Sebagian rumah warga tergenang, sementara sejumlah ruas jalan utama terendam hingga setinggi lutut orang dewasa,” ujarnya.
Banjir yang menggenagi ruas jalan utama kota Lewoleba itupun menjadi tontonan warga.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya membersihkan genangan dan sampah yang terbawa arus, sementara kondisi cuaca masih berawan.