Lembata — Pemerintah Kabupaten Lembata mencatatkan tren positif pada sektor pendapatan daerah di awal tahun anggaran 2026. Hingga pertengahan April, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dilaporkan mengalami pertumbuhan sebesar 4,62 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, mengungkapkan bahwa berdasarkan data per 17 April 2026, PAD yang berhasil dihimpun mencapai Rp5.901.420.453. Angka ini setara dengan 13,41 persen dari total target tahunan yang dipatok sebesar Rp44 miliar.
"Secara nominal ada peningkatan sebesar Rp260,6 juta dibanding tahun lalu. Ini sinyal positif bagi kemandirian fiskal kita, meskipun target tahun ini memang kita sesuaikan lebih rasional," ujar Bupati Kanis dalam Rapat Evaluasi Capaian Realisasi Pendapatan Daerah di Ruang Rapat Bupati, Senin, 20 April 2026.
Sebagai perbandingan, pada Triwulan I 2025, realisasi PAD Lembata berada di angka Rp5,64 miliar atau 11,61 persen dari target saat itu.
Meski menunjukkan performa yang cukup stabil, Bupati Kanis Tuaq mengingatkan 39 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir agar tidak terjebak dalam rutinitas administratif semata. Ia menekankan bahwa kinerja pemerintah harus bertransformasi dari sekadar dokumentasi kegiatan menuju penyajian data ekonomi yang konkret.
“Setiap program harus berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat. Kita tidak cukup hanya menampilkan kegiatan, tetapi harus bisa menunjukkan hasilnya dalam angka,” tegas Bupati Kanis.
Secara khusus, Bupati menginstruksikan Dinas Perikanan dan Dinas Pertanian untuk menyampaikan laporan rutin berbasis data mengenai perkembangan ekonomi di sektor masing-masing.
Ia menuntut adanya rencana aksi konkret untuk menutup celah kebocoran pajak dan retribusi daerah melalui pemanfaatan teknologi informasi guna menjamin transparansi.
Dalam rapat evaluasi tersebut, isu infrastruktur penunjang ekonomi juga menjadi sorotan. Bupati menyoroti kondisi kandang ruminansia kecil yang dinilai masih memerlukan perbaikan signifikan.
Ia memerintahkan dinas terkait untuk segera melakukan pembenahan fasilitas agar sektor peternakan dapat berkontribusi maksimal terhadap PAD.
Sebagai langkah stimulasi ekonomi lokal, Pemerintah Kabupaten Lembata berencana melakukan intervensi pasar dengan mulai membeli ternak langsung dari masyarakat pada awal Mei 2026.
"Langkah ini akan disesuaikan dengan hasil koordinasi teknis lanjutan. Tujuannya jelas, yakni memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mengamankan rantai pasok komoditas unggulan daerah," tambahnya.
Sekretaris Daerah Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali, yang turut mendampingi dalam rapat tersebut, menyatakan akan memperketat pengawasan dan evaluasi kinerja OPD dalam sisa tahun anggaran ini.
Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah menggali potensi pendapatan baru melalui inovasi kebijakan tanpa membebani iklim investasi di Lembata. (Prokompimkablembata)