Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 tahun 2026 mengusung tema “Gizi Optimal Mewujudkan Generasi Emas 2045”, sejalan dengan arah kebijakan nasional serta Astacita Presiden Republik Indonesia.
HGN yang jatuh pada 25 Januari 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat peran gizi dalam pembangunan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berdaya saing. Ungkap Ketua Umum Persagi Ir. Doddy Izwardy, MA, Ph.D dalam sambutan membuka kegiatan.
Ir. Doddy Izwardy, MA, Ph.D juga memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh pengurus dan anggota persagi serta semua pihak yang telah dengan caranya membantu mensukseskan kegiatan edukasi gizi serentak seluruh Indonesia.
Ketua DPP Persagi pada kesempatan tersebut juga mengatakan, kegiatan tersebut sebagai bagian memperkuat komitmen PERSAGI dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan status gizi masyarakat melalui edukasi gizi yang terstandar dan terstruktur
Ir. Doddy Izwardy, MA, Ph.D mengatakan, kegiatan edukasi gizi diikuti oleh, 1.846 sekolah, melibatkan 9300 ahli gizi, dan 55 ribu siswa seluruh Indonesia.
Edukasi gizi oleh PERSAGI ini juga selaras dengan HKN yang mengangkat tema, "Penuhi gizi seimbang dengan pangan lokal"
Urusan gizi bukan sekedar persoalan pangan namun juga tentang sumberdaya, kualitas generasi Indonesia ungkap Ir. Doddy
Ia mengatakan, catatan muri bukan sekedar rekor namun sebuah simbol akan kesadaran gizi nasional.
Sementara itu Yusuf Ngadri dari MURI Centre menegaskan catatan rekor hari ini bukti bahwa PERSAGI telah berjerih payah mengedukasi gizi kepada siswa sebagai generasi masa depan Indonesia dengan baik.
MURI mengapresiasi dan mencatat rekor edukasi gizi yang dilakukan secara serentak di lebih dari 1.000 hingga 1.769 titik lokasi di seluruh Indonesia.
"Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi dalam meningkatkan pemahaman gizi masyarakat untuk mendukung tercapainya generasi emas" ujar Yusuf Ngadri.
Sementara itu di Kabupaten Lembata Persatuan Ahli gizi yang di nahkodai Rofina Rau juga mengelar edukasi gizi pada dua sekolah secara bersamaan yakni pada SMA Negeri satu Nubatukan dan SMA Anugrah Kasih.
Edukasi gizi dengan sasaran peserta didik kami lakukan dengan menitikberatkan pada pemahaman gizi seimbang, pencegahan anemia dan stunting. Serta pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini,” ujar Rofina
Rofina Rau kepada media ini di lokasi kegiatan (21/1/2026) menjelaskan bahwa kegiatan edukasi gizi kepada para siswa ini mengangkat tema, gizi optimal mewujudkan generasi emas 2045.
"Hari ini PERSAGI Gelar kegiatan edukasi gizi serempak di seribu titik sekolah memecahkan rekor muri" ungkap Rofina.
Rofina mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari gizi nasional ke 66 tahun 2026 yang dilaksakan secara serentak seluruh Indonesia dan memecah rekor Muri.
Untuk di ketahui hari Gizi Nasional berakar dari sejarah panjang pembangunan kesehatan di Indonesia. Peringatan ini merujuk pada berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan (SJP) pada 25 Januari 1951, yang menjadi tonggak awal pengembangan tenaga gizi profesional di Indonesia.