Lewoleba, Indonesiasurya.com – Suasana belajar yang serius di SMAS PGRI Swasthika Lewoleba, Kabupaten Lembata, seketika berubah menjadi panggung hiburan yang semarak. Para siswa kelas X dan XI sukses menggelar ujian praktik mata pelajaran Seni Budaya yang berlangsung meriah sepanjang hari, Senin (25/5/2026).
Bukan sekadar ujian biasa, kegiatan ini menjelma menjadi ajang unjuk bakat sesungguhnya. Mulai dari gerak tari yang memukau, harmoni vokal yang merdu, hingga sorak-sorai penuh semangat menyambut peragaan busana para siswa, semuanya berpadu menjadi satu pertunjukan yang menghibur.
Tiga cabang seni utama digelar dalam ujian ini yakni Seni Tari dengan keindahan gerak ritmisnya, Seni Suara yang menguji olah vokal dan kekompakan, serta Seni Fashion Show yang menjadi favorit karena setiap siswa berkesempatan menunjukkan gaya dan rasa percaya diri di atas catwalk dadakan.
Bukan Sekadar Nilai, Tapi Wadah Ekspresi
Marieta Bewa Betekeneng, guru mata pelajaran Seni Budaya sekaligus koordinator kegiatan, menegaskan bahwa ujian praktik ini jauh lebih dari sekadar pemenuhan nilai akademis.
"Kami ingin memberikan wadah nyata bagi siswa-siswi untuk mengekspresikan bakat dan minat mereka. Ini adalah ruang latih mental, membangun rasa percaya diri, serta mengapresiasi nilai estetika dan budaya yang sudah dipelajari di kelas," ujar Marieta yang juga didampingi beberapa guru lain sebagai tim penguji untuk menjaga objektivitas penilaian.
"Jangan Takut Tampil, Itulah Sekolah yang Sebenarnya"
Dalam sambutan pembukanya, Andreas Arnold Pesawaj, S.S., Wakasek Kesiswaan, memberikan motivasi membara kepada seluruh peserta.
"Anak-anakku hebat, hari ini kalian bukan sedang dihukum. Kalian sedang merayakan proses belajar. Jangan pernah takut untuk tampil, karena sekolah yang sebenarnya adalah ketika kalian berani menunjukkan siapa diri kalian. Tunjukkan pada kami bahwa generasi Lembata punya bakat, punya gaya, dan punya masa depan cemerlang di dunia seni!" ujar Andreas dengan penuh semangat, disambut tepuk tangan meriah dari para siswa.
Sebuah Penghayatan Total, Layaknya Perlombaan
Puncak kemeriahan terasa di sesi fashion show, di mana satu per satu siswa melenggang percaya diri dengan busana terbaik rancangan mereka sendiri. Ada yang tampil dengan busana adat modern, ada pula yang berani menampilkan gaya urban yang trendi.
Di akhir kegiatan, Ibu Maria Fransiska Ose, S.Pd., guru ASN di SMAS PGRI Swasthika Lewoleba memberikan kesan yang menyentuh hati. Dengan mata berbinar haru, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa.
"Bukan soal nilai 9 atau 10 yang hari ini saya lihat. Saya melihat totalitas kalian dalam menghayati peran. Sungguh luar biasa, persiapan kalian seakan mau ikut perlombaan, bukan sekadar ujian praktik biasa. Salut untuk kalian semua yang tampil hari ini! Semoga semangat ini menjadi contoh bagi generasi muda di luar sana untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan mereka demi masa depan yang lebih baik," pungkas Maria diselingi haru dan bangga.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu ditutup dengan foto bersama dan yel-yel kebanggaan sekolah. SMAS PGRI Swasthika Lewoleba sekali lagi membuktikan bahwa pendidikan seni adalah lahan subur bagi lahirnya generasi muda yang kreatif, percaya diri, dan berkarakter. (Hans Koban)