Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Maria Loretha Suarakan Sorgum untuk Masa Depan Nusantara

“Ini salah satu produk sereal sorgum yang sangat baik sekali untuk dikonsumsi anak bayi, balita, lansia, kemudian mereka yang penderita lambung, diabetes, kenser, kemudian mereka yang tiroip, dan terutama anak-anak autis," ungkapnya.

Indonesiasurya
Sabtu, 27 September 2025 | 18:00:21 WIB
Foto

Indonesiasurya.com,Flores Timur – Untuk kesekian kalinya, Maria Loretha, seorang perempuan penggerak sorgum dari Flores Timur, NTT, kembali tampil di layar televisi.

Kali ini, ia hadir dalam acara Bincang Kita di Kompas TV yang disiarkan secara langsung pada Jumat (26/9/2025), mengangkat tema “Pangan Lokal, Masa Depan Nusantara dan Warisan Budaya ke Meja Makan.”

Bersama Host Amanda Hajj, turut hadir dua narasumber lainnya: Restu Gunawan, Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, serta Puji Sumedi H., praktisi pemberdayaan masyarakat di bidang pangan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Amanda meminta Maria Loretha menceritakan upayanya mengajak petani muda dan perempuan untuk tertarik menanam sekaligus mengonsumsi pangan lokal, khususnya sorgum.

Loretha mengungkapkan bahwa mengajak generasi muda kembali ke kebun untuk menanam dan mengonsumsi pangan lokal bukanlah perkara mudah.

"Ya, ini yang kami alami selama ini, bahwa mengajak orang muda untuk kembali ke kebun, ya kemudian makan makanan lokal itu nggak mudah,” ungkapnya.

Menurut Loretha, anak-anak muda saat ini cenderung lebih tertarik pada dunia media sosial ketimbang pertanian. Namun ia yakin, perubahan bisa dimulai sejak usia dini melalui jalur pendidikan, terutama pelajaran muatan lokal (mulok).

"Saya pikir perlu diajak anak muda ini. Kemudian pemerintah juga menerapkan atau membuat program seperti mulok; muatan lokal tentang dongeng, makanan lokal kita, tentang alam kita, tentang gunung, tentang bagaimana membangkitkan semangat anak-anak muda dari kecil, sehingga mereka tumbuh rasa percaya diri mereka bahwa makanan ini baik bagi mereka,” ujarnya.

Maria Loretha berharap agar proyek-proyek pertanian tidak hanya menyasar kelompok tani atau kalangan orang tua, tetapi juga menjangkau generasi muda.

“Anak muda ini diajak, dirangkul, dan kemudian diberilah mereka semacam panggung untuk mempromosikan ini,” kata Mama Sorgum, julukan yang disematkan kepadanya.

Ia juga menekankan pentingnya menyelesaikan rantai produksi sorgum dari hulu ke hilir, agar tidak hanya ditanam tetapi juga diolah hingga menjadi makanan siap saji.

“Artinya sorgum ini bukan sekedar biarkan hanya ditanam saja, tapi bagaimana sorghum ini dari hulu sampai hilir bisa selesai, bisa dikonsumsi," jelasnya.

Saat ditanya mengenai harapannya ke depan, Loretha dengan lugas menyatakan bahwa sorgum tidak seharusnya hanya dianggap sebagai “pangan alternatif.” Ia percaya sorgum layak menjadi makanan pokok, terutama di wilayah seperti Nusa Tenggara Timur.

“Dari sisi ekologi, dia sangat ramah lingkungan, tidak memerlukan pupuk dan air yang terlalu banyak, dan dia bisa tumbuh di lahan batu bertanah, lahan kering,” paparnya.

Dari sisi sosial dan budaya, ia menyebut sorgum juga memiliki kekuatan besar karena mampu "menyambung kembali romantisme adat yang sudah hilang.”

Sambil menunjukkan produk sereal sorgum dari UMKM Sorgum Flo di Waiotan, Desa Pajinian, Kecamatan Adonara Barat, Loretha menjelaskan manfaat sorgum dari segi ekonomi dan kesehatan.

“Ini salah satu produk sereal sorgum yang sangat baik sekali untuk dikonsumsi anak bayi, balita, lansia, kemudian mereka yang penderita lambung, diabetes, kenser, kemudian mereka yang tiroip, dan terutama anak-anak autis," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa perempuan dan anak muda memiliki peran penting dalam seluruh rantai produksi sorgum, mulai dari budidaya hingga promosi.

"Ini melibatkan banyak peran, peran perempuan di dalam ada. Dari sisi pengolahan, dari budidaya, sampai pengolahan, dan anak muda untuk ikut mempromosikan bagaimana sorgum bisa menjadi bagian dari kehidupan mereka," tandasnya. (Tino Watowuan)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Solusi Pasar Jagung, Pemda Beli Jagung Tongkol, Harga Dijamin, Pembayaran Tunai

Kebijakan ini memberi kelonggaran bagi petani yang selama ini kesulitan memenuhi standar kadar air rendah akibat keterba

| Sabtu, 18 April 2026
Aksi KMI Jilid I di KPK, Tuduh Kadinkes Madina Jadi “Penagih Uang Keamanan”

Dugaan kuat bahwa saudara Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal menjadi king maker sekaligus penagih berkedok uang kea

| Sabtu, 18 April 2026
Siapa Pelaku Pemotongan Rompong Nelayan Desa Balauring Lembata?

Meski ada kasak kusuk di tengah masyarakat, namun, belum ada cukup bukti tentang siapa dalang dibalik perbuatan tidak be

| Jumat, 17 April 2026
Jadi Agen BRI Link, Ama Sayang Akui Manfaat Positif Dan Keuntungan Ekonomi

selama melayani para pengguna jasa agen BRILink tidak pernah mendapatkan keluhan dan para pengguna jasa mengakui kecepat

| Jumat, 17 April 2026
Didukung IDEP, Barakat Gelar Workshop "Muro Moel Wutun" Libatkan Pemangku Adat Belen Raya Lewuhala.

Workshop ini menjadi ruang kolaborasi antara pengetahuan lokal dan kajian ilmiah terkait praktik Muro sebagai kearifan l

| Jumat, 17 April 2026
Pemda Lembata Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa Desa Babokerig Nagawutung

pentingnya penguatan mitigasi, terutama dengan adanya indikasi sesar aktif baru yang berpotensi menimbulkan risiko lanju

| Jumat, 17 April 2026
Kembangkan Program Jambu Mete, Pemda Lembata Bangun Sektor Perkebunan

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman jambu mente sekaligus menyediakan sumb

| Jumat, 17 April 2026
ISU PENYALAHGUNAAN DANA BOS SMKN 2 GOWA MENGEMUKA,KEPSEK ALIM BAHARI BERI TANGGAPAN

Kami ingin memastikan kepada masyarakat bahwa penggunaan dana BOS di SMKN 2 Gowa selalu sesuai dengan aturan yang diteta

| Jumat, 17 April 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 11