Lembata - Upaya pemerintah Kabupaten Lembata melalui dinas pertanian tanaman pangan holtikultura Lembata untuk mensukseskan program besar nelayan tani ternak (NTT) yang merupakan tagline bupati dan wakil bupati Lembata sekaligus mewujudkan rencana Lembata mandiri ayam pedaging 2026.
Ade Hasan menjelaskan bahwa, Launching pemanfaatan rumah potong unggas (rpu) ini merupakan, kerjasama Pemda Lembata dan pse paroki beneaux.
"Ini merupakan upaya pemerintah mewujudkan takeline nelayan tani ternak sekaligus, mewujudkan tahun 2026 sebagai tahunan mandiri ayam pedaging" ungkap Ade Hasan.
Lanjutnya Kesepakatan pse dan Pemda Lembata agar di Desember 2026, Lembata bisa penuhi kebutuhan ayam pedaging sendiri.
"Ini langkah luar biasa yang dilakukan pemerintah dan didukung penuh oleh pse paroki beneaux lewoleba untuk menggapai mimpi besar" ungkap Plt Kadis Pertanian
Pemerintah berharap kedepan, kelompok ternak yang bagun bersama pse paroki Beneaux Lewoleba, bisa gerak bersama, sinergi bersama untuk Lembata mandiri ayam pedaging ujar Hasan.
"Seperti kita saksikan bahwa Kegiatan ini juga, mendapat respon dan dukungan dari bapa uskup Larantuka dan Romo Deken Lembata" ujar Hasan
Sementara itu Agustinus Nuban ketua pse paroki beneaux lewoleba kepada media ini menjelaskan, ini merupakan potensi bagi masyarakat meningkatkan ekonomi.
Peluang ini mesti dipandang sebagai cara pemerintah memberi kesempatan kepada masyarakat karenanya mesti di respon dengan baik.
"Kita akan sekpansi ke wilayah-wilayah l, menghidupkan kembali kandang-kandang yang sudah ada dalam sistem pemberdayaan" ungkap Ketua PSE Paroki Beneaux
Ayam yang kami produksi disini sudah memenuhi standart bagi konsumen ungkap Gunit.
Lanjut Agus Nuban, pengambilan bibit dan pemotongan kita difasilitasi oleh pemerintah dan ini kolaborasi yang baik dalam memenuhi kebutuhan konsumen di lembata
Ia mengatakan harga jual ayam akan naik kalau isu pakan ternak naik hal ini karena kita, ingin agar peternak kita tetap untung.
Ayam yang sudah kita siap ini juga telah, dipesan oleh SPPG 01 Nubatukan dan SPPG Longser.
Agus mengatakan, hani Candra pengelola sppg 01 Nubatukan menjelaskan bahwa ayam yang kita punya ini dagingnya segar, dipotong langsung di manfaatkan. Dari sisi hingenitas bagus karena diawasi dokter hewan dan pemerintah.
PLT Kepala dinas Ade Hasan Yusup kepada media ini berharap agar hilirisasi yang telah dibuka pemerintah ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
"Bagi para peternak di Lembata agar melakukan pemeliharaan lebih masif agar bisa memenuhi kebutuhan ayam pedaging di Lembata dan kesejahteraan" pungkas Hasan.