LEWOLEBA, — Pemerintah Kabupaten Lembata menggelar upacara bersama memperingati Hari Santri Nasional 2026 dengan tema "Menguatkan Akar Tradisi Menjaga Keutuhan Negeri", di halaman MIS Al-Iman SGB Waikilok, Lewoleba, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan dihadiri Pimpinan Yayasan Darul 'Alimin Lembata, Ketua NU Lembata, para alim ulama, tokoh agama, guru, serta ratusan santri dan siswa-siswi. Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir.
Dalam amanatnya, Wabup Nasir menegaskan peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum mengenang jasa ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan, sekaligus meneguhkan peran mereka membangun bangsa dan menjaga persatuan.
"Perjuangan zaman sekarang tidak lagi mengangkat senjata, melainkan melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pembentukan karakter, serta pengabdian nyata kepada masyarakat," ujar Nasir.
Ia menambahkan pembangunan daerah tak cukup hanya infrastruktur, melainkan harus disertai pembangunan karakter dan peningkatan kualitas manusia. Lembata yang beragam harus dijaga kerukunan hidup antarwarga.
Wabup menyampaikan 5 pesan utama kepada seluruh santri:
Pertama, teruslah menuntut ilmu dan perkuat akhlak. Ilmu yang baik harus diiringi karakter yang mulia.
Kedua, cintailah tanah air, wujudkan dengan taat hukum, hargai perbedaan, dan semangat gotong royong.
Ketiga, kuasai IPTEK tanpa meninggalkan nilai agama. Majulah bersama zaman, namun tetap teguh pada iman.
Keempat, jadilah teladan: santun, mandiri, peduli lingkungan, hormati orang tua dan guru, serta siap membantu sesama.
Kelima, jaga persatuan. Jadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan pemisah.
Pemerintah daerah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para ulama, pimpinan pondok pesantren, dan tenaga pendidik atas pengabdian membimbing generasi muda Lembata.
"Semoga semangat Hari Santri menjadi energi untuk membangun Lembata yang damai, maju, dan sejahtera," harap Wabup Nasir menutup amanatnya. (Prokompimkablembata)