Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Refleksi Kritis atas Aksi Demonstrasi Mahasiswa Undana di Kupang: Suara Moral Melawan Korupsi di DPR

Penulis : Paulina Defriani Anugera Mata Kuliah: Critical Thinking Dosen Pengampu: Pater Yosef Riang, SVD

Indonesiasurya
Minggu, 26 Oktober 2025 | 21:25:57 WIB
Foto

Pendahuluan

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kupang
beberapa waktu lalu menjadi sorotan publik. Demonstrasi tersebut merupakan bentuk protes terhadap
praktik korupsi yang diduga melibatkan beberapa anggota DPR.

Fenomena ini tidak hanya menjadi peristiwa politik, tetapi juga momentum moral bagi generasi muda untuk menegaskan peran kritis
mereka dalam mengawal keadilan dan transparansi pemerintahan.

Analisis Kritis
Dalam konteks *critical thinking*, demonstrasi mahasiswa Undana dapat dibaca sebagai bentuk berpikir reflektif terhadap ketidakadilan sosial dan penyimpangan kekuasaan.
Mahasiswa sebagai kelompok
intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk menilai, menimbang, dan bertindak atas realitas sosial￾politik yang tidak sesuai dengan nilai kebenaran dan kejujuran.
Namun, penting untuk menganalisis apakah bentuk aksi tersebut telah dijalankan dengan rasionalitas kritis.

Dalam berpikir kritis, seseorang tidak hanya bereaksi emosional terhadap isu, tetapi juga mendasarkan tindakannya pada argumentasi logis, bukti empiris, dan tujuan yang konstruktif. Oleh
karena itu, aksi mahasiswa harus diarahkan bukan sekadar pada ekspresi kemarahan, tetapi pada upaya membangun kesadaran publik tentang urgensi pemberantasan korupsi secara sistematis.

Refleksi Etis
Sebagai seorang dosen filsafat dan religius, Pater Yosef Riang, SVD sering menekankan pentingnya etika dalam berpikir dan bertindak.

Dalam kerangka etika sosial, aksi mahasiswa Undana dapat dimaknai sebagai wujud *solidaritas moral*—sebuah keberpihakan terhadap nilai kebenaran dan kesejahteraan bersama (*bonum commune*). Namun, tindakan moral harus tetap dijalankan dengan cara yang damai, menghormati martabat manusia, dan tidak menimbulkan kekerasan.

Penutup
Aksi demonstrasi mahasiswa Undana melawan korupsi di DPR merupakan simbol perlawanan terhadap
sistem yang tidak adil. Dalam semangat *critical thinking*, tindakan tersebut mengajarkan kita bahwa
berpikir kritis tidak berhenti pada kritik verbal, tetapi menuntut tanggung jawab etis untuk membangun
solusi.

Mahasiswa tidak hanya perlu menjadi pengkritik, tetapi juga pembaharu yang berlandaskan pada nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan cinta tanah air.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

Tujuh Pria Dewasa Diduga Keroyok Siswa 14 Di Ileape. Keluarga Lapor Polisi

"Anak ini menolak, tetapi tetap dipaksa naik sepeda motor dan dibawa ke Petuntawa. Setibanya di sana, dia disuruh duduk

| Senin, 01 Juni 2026
Komunitas Baramakassar Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun kepada Kapolda Sulsel

Ketua dan seluruh anggota Komunitas Baramakassar mengapresiasi dedikasi serta komitmen Kapolda Sulsel dalam memimpin jaj

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Kaiso Sebut Hari Lahir Pancasila Momen Mempersatukan Keberagaman

Sebagai Ketua Lembaga Masyarakat Adat LMA Kaiso saya mengajak semua masyarakat agar memaknai hari lahir Pancasila sebaga

| Minggu, 31 Mei 2026
Terduga Akui Habisi Wanita Asal Selayar, Pelaku ‘Dilepas’, Polisi Abaikan Pengakuan?

EB, terduga pelaku yang sebelumnya diringkus tim Resmob Polda Sulsel di kawasan BTP pada Jumat (22/5/2026), kini melengg

| Minggu, 31 Mei 2026
Ketua LMA Emeyode Ajak Warga Maknai Hari Lahir Pancasila

Dari lima sila itu, karena sebagai warga negara siapapun dia, kecil, besar, tua, dan muda, sebagai generasi bangsa, waji

| Minggu, 31 Mei 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 11