Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Seminar Muro Digelar Yayasan Bina Sejahtera Dan Yayasan Plan Indonesia Minim Peserta.

Tedi Balalawe menyoroti minimnya partisipasi peserta seminar. Ia menyebut banyak kursi kosong dan kehadiran belum representatif.

Indonesiasurya
Minggu, 26 April 2026 | 18:58:44 WIB
Foto

Lembata - Seminar Muro yang membahas pelestarian ekosistem pesisir serta pengembangan wisata berbasis kearifan lokal yang digelar Yayasan Bina Sejahtera (YBS) bekerjasama dengan Yayasan Plan Indonesia Lembata minim peminat.

Tampak pada kegiatan seminar yang juga menghadirkan pemerintah daerah, akademisi, dan pegiat lingkungan sepi peminat, sehingga banyak kursi kosong.

Hal ini disoroti, Tedi Belalawe, Dosen salah satu kampus swasta di Kupang.

Tedi Balalawe menyoroti minimnya partisipasi peserta seminar. Ia menyebut banyak kursi kosong dan kehadiran belum representatif. 

Menurutnya, pengembangan pariwisata berbasis generasi muda masih membutuhkan lebih banyak penggerak.

Ia juga menyinggung pentingnya kreativitas dan desain berpikir untuk menjawab tantangan masa depan, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lembata.

Seminar diselenggarakan di Pantai Woi Pedang, Desa Riang Bao, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/4/2026). 

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur Wilayah Lembata, Flotim, Sikka, Siprianus Seru, menjelaskan, di Lembata terdapat empat jenis bakau yang memiliki fungsi penting menjaga kawasan pesisir.

Selain itu, ekosistem lamun dan terumbu karang juga menjadi bagian penting dari kehidupan laut karena menjadi habitat ikan seperti baronang dan berbagai biota lainnya.

Ia juga menjelaskan jenis-jenis terumbu karang, mulai dari karang tepi yang tumbuh sepanjang pantai, karang penghalang yang berada di tengah laut, hingga atol atau karang cincin.

Menurutnya, seluruh ekosistem laut tersebut harus dijaga melalui sistem Muro sebagai bentuk konservasi tradisional masyarakat.

Setelah materi disampaikan, pemerintah membuka peluang bagi kelompok masyarakat untuk mengajukan proposal kegiatan konservasi Muro. Program itu akan difokuskan pada empat hal utama yakni kelestarian lingkungan, edukasi, keterlibatan masyarakat, dan peningkatan ekonomi warga. Pengajuan direncanakan paling lambat akhir Mei agar dapat diusulkan dalam anggaran 2027.

Kepala Dinas Pariwisata, Jak Wuwur, mengatakan Muro bukan hanya tradisi, tetapi juga identitas daerah yang bisa menjadi daya tarik wisata. 

Menurutnya, wisatawan dapat menikmati keindahan laut, terumbu karang, lamun, hingga kehidupan sosial budaya masyarakat pesisir.

“Muro adalah identitas. Itu bisa menjadi daya tarik wisata dan perlu dijaga bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Bapa Goris dari Komite Muro menceritakan sejarah Muro yang telah lama dijalankan masyarakat, termasuk hubungan perdagangan tradisional antarwilayah sejak tahun 1974. 

Ia menyebut inovasi pengembangan Muro kini diarahkan ke lima desa dengan dukungan jaringan anak muda.

Kepala Desa Riang Bao menambahkan pengelolaan Muro membutuhkan kerja sama semua pihak. Selain ancaman terhadap bakau, lamun, dan terumbu karang, kawasan Teluk Lewoleba juga menghadapi persoalan sampah serta keterbatasan akses karena masuk wilayah konservasi taman perairan.

Kelompok masyarakat pengawas (Pokwasmas) juga menyatakan siap menjadi saksi, melaporkan pelanggaran, dan ikut mengawasi kawasan konservasi Muro.


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Foto

Berita Terkini

MBG; Investasi Kecemerlangan vs Ketergantungan

Oleh: Gerardus D. Tukan FST, UNIKA Widya Mandira Kupang

| Minggu, 26 April 2026
Musdes Hutabangun Jae Disorot, Warga Kritik Pengumuman Mendadak dan Minim Transparansi Desa

Seorang warga berinisial REN mengungkapkan kekecewaannya terhadap pola pengumuman tersebut. Ia menilai cara itu tidak me

| Minggu, 26 April 2026
Bupati Lembata Rayakan HUT ke-57 dengan Kembali ke Kantor Lama dan Menanam Harapan

Di tempat inilah kita pernah memulai dengan segala keterbatasan. Maka jangan sampai hari ini kita kehilangan semangat me

| Sabtu, 25 April 2026
Di Balik Peresmian Labkesmas Rp12,9 Miliar di Lembata, Ujian Layanan, Virus, dan Bakteri Menanti

Yang diuji bukan lagi bangunannya, tetapi konsistensi layanan, mulai dari ketersediaan tenaga analis, penerapan standar

| Sabtu, 25 April 2026
Aksi Tanam Pohon Warnai HUT ke-57 Bupati Lembata, Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Dalam kegiatan itu, Bupati menanam pohon jenis Malapari dan Kelapa Hibrida sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian

| Sabtu, 25 April 2026
Lomba Mewarnai Tingkat Paud Dan TKK Se-kabupaten Lembata Digelar, Bunda Paud Beri Apresiasi

Ursula Bayo mengatakan, Kegiatan lomba mewarnai ini bukan sekadar ajang untuk bermain warna, tetapi juga menjadi sarana

| Sabtu, 25 April 2026
Berikut Daftar Siswa SMP Yang Juara Lomba Lari 5 K, Tingkat Kabupaten Lembata

kita berharap dengan lomba seperti ini dan yang rencana kita lakukan setiap tahun akan melahirkan atlit-atlit muda be

| Sabtu, 25 April 2026
Guru TKK Berusia 65 Tahun Dianiaya, Akpersi NTT Desak Penegakan Hukum .

Akpersi mendesak penegakan hukum atas pencederaan martabat perempuan dan guru di tanah Lamaholot.

| Jumat, 24 April 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 13