Ungkap Realita Sosial

Logo Banggainesia
Local Edition | | Todays News


Seribu Ton Jagung Hibrida Siap Dipanen di Lembata, Kemitraan PT SMJ Libatkan Seribu Petani

Panen raya tersebut direncanakan berlangsung pada Mei 2026 dan disebut akan melibatkan sekitar 1.000 petani lokal sebagai bagian dari skema kemitraan yang mulai dibangun perusahaan sejak akhir 2025.

Indonesiasurya
Rabu, 11 Maret 2026 | 17:18:30 WIB
Foto

Lembata — Sebuah proyek pertanian skala relatif besar mulai menunjukkan hasil di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. 

Perusahaan agribisnis PT Silvano Maynard Jaya (SMJ) menargetkan panen perdana sekitar 1.000 ton jagung hibrida dari lahan seluas kurang lebih 276 hektar yang tersebar di sejumlah lokasi, dengan pusat kegiatan di Desa Petuntawa, Kecamatan Ile Ape. 

Panen raya tersebut direncanakan berlangsung pada Mei 2026 dan disebut akan melibatkan sekitar 1.000 petani lokal sebagai bagian dari skema kemitraan yang mulai dibangun perusahaan sejak akhir 2025.

Direktur PT Silvano Maynard Jaya, Silverter Sudin, mengatakan perusahaan mulai beroperasi di Kabupaten Lembata pada November 2025 dengan fokus pengembangan jagung hibrida berbasis teknologi pertanian modern. 

Dalam pertemuan dengan Bupati P. Kanisius Tuaq di Kantor Bupati Lembata pada Selasa (10/3/2026), ia menyebut tingkat keberhasilan tanaman diperkirakan mencapai 80 hingga 99 persen, bergantung pada kondisi lahan dan disiplin pemeliharaan oleh petani.

“Keberhasilan ini tidak hanya soal teknologi, tetapi juga karena petani mengikuti standar budidaya yang kami terapkan,” kata Silverter. 

Ia menambahkan, perusahaan juga menggandeng Syngenta Indonesia untuk memastikan kualitas benih, sistem budidaya, serta pengelolaan produksi yang lebih modern.

Namun di balik optimisme itu, proyek jagung skala korporasi di Lembata juga memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai keberlanjutan model usaha di wilayah dengan karakteristik lahan kering dan ketergantungan tinggi pada curah hujan. 

Bupati P. Kanisius Tuaq sendiri mengakui bahwa sektor pertanian di daerah tersebut sejak lama menghadapi kendala struktural.

“Bertani di lahan kering tanpa irigasi ibarat berjudi karena sangat bergantung pada alam,” ujar Bupati Kanis Tuaq. 

Ia merujuk pada pengalaman beberapa tahun terakhir, terutama 2018, 2019, dan 2021, ketika curah hujan yang tidak normal menyebabkan banyak lahan pertanian gagal mencapai produktivitas optimal.

Kondisi itu membuat pengembangan jagung di Lembata selama ini sulit berkembang meski potensinya cukup besar. 

Luas tanam relatif stagnan, sementara lahan tidur yang sebenarnya tersedia belum mampu diolah secara maksimal. 

Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan alat berat untuk membuka lahan serta minimnya peralatan pertanian modern di tingkat petani.

Dalam konteks tersebut, masuknya PT Silvano Maynard Jaya dipandang pemerintah daerah sebagai peluang untuk mendorong perubahan pola produksi. 

Perusahaan mengklaim mengusung pendekatan 'kuat di akar', yakni membangun basis usaha dari desa dengan melibatkan petani sebagai mitra utama.

Selain produksi, perusahaan juga menargetkan pembentukan wirausaha baru di sektor pertanian. 

Dari target empat calon pengusaha lokal yang diproyeksikan menjadi mitra bisnis, tiga orang disebut sudah dipersiapkan untuk terlibat dalam pengembangan jagung hibrida di Lembata.

Meski demikian, sejumlah pengamat pertanian di wilayah Nusa Tenggara Timur menilai keberhasilan proyek semacam ini akan sangat ditentukan oleh ketersediaan air, akses pembiayaan petani, serta kepastian pasar hasil panen. 

Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, proyek pertanian berbasis korporasi di wilayah kering kerap menghadapi risiko tinggi setelah fase awal investasi.

Pemerintah Kabupaten Lembata kini membuka kemungkinan kerja sama jangka panjang dengan PT Silvano Maynard Jaya, termasuk melalui skema perjanjian formal antara pemerintah daerah dan perusahaan. 

Pemerintah berharap kemitraan tersebut dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) sekaligus menghidupkan kembali lahan-lahan yang selama ini terbengkalai.

Jika panen Mei mendatang benar-benar mencapai target seribu ton, proyek ini bisa menjadi salah satu eksperimen agribisnis terbesar di Lembata dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus ujian apakah model kemitraan perusahaan dan petani mampu bertahan di tengah tantangan ekologi lahan kering di wilayah kepulauan itu. 

Hadir saat itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Yohanes Berchmans Daniel Dai, Direktur bersama tim manajemen PT SMJ, dan juga Operasional Representatif (Orep) Wilayah Lembata, Stanislaus Kebesa Langoday. (Prokompimkablembata)


Bagikan

KOMENTAR (0)

Alamat Email anda tidak akan ditampilkan. Wajib diisi untuk kolom *

Berita Terkini

Tiga ASN Gugur di Jayawijaya, PMKRI Tuntut Negara Hadir dan Bertangungjawab

Bagi PMKRI, kematian tiga aparatur negara yang sedang menjalankan tugas pelayanan publik tidak boleh dipandang sebagai p

| Minggu, 13 September 2026
Kolaka Melepas AKBP Yudha W. Nugraha: Jabatan Berganti, Kenangan Tetap di Hati

Kalimat sederhana itu seolah mewakili perasaan dalam sebuah perjalanan pengabdian. Selama berada di Kolaka, berbagai pen

| Sabtu, 12 September 2026
Bersama Masyarakat Adat dan Kaum Muda, Plan Indonesia Reaktivasi 969 Hektare Zona Muro di Lembata

Dari total 969,33 hektare wilayah Muro yang berhasil diaktivasi, 190,96 hektare ditetapkan sebagai zona inti dan 775,3

| Jumat, 11 September 2026
11 Kawasan Kumuh Jadi Pekerjaan Rumah, Lembata Susun Peta Jalan Hunian 20 Tahun

RP3KP menjadi dokumen strategis pembangunan sekaligus syarat penting bagi Lembata untuk mengakses Dana Alokasi Khusus Te

| Kamis, 10 September 2026
Ini pesan Bupati Lembata saat tutup Lokakarya desiminasi capaian dan proyek pantai Kerjasama YBS dan Plan

Adaptasi harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari seluruh langkah kita: mulai dari penyusunan rencana pembangunan,

| Rabu, 09 September 2026
Liga Persebata 2026 Resmi Bergulir, Wabup Nasir Tekankan Sportivitas, Disiplin, dan Persatuan

Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir, menegaskan bahwa sepak bola mengajarkan nilai penting dalam kehidupan, yakni kerj

| Rabu, 09 September 2026
Indeks Berita
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2026 Indonesia Surya
Allright Reserved
CONTACT US Lembata
Lembata, Nusa Tenggara Timur
Telp: +6281334640390
INDONESIA SURYA
Viewers Now: 6