Lembata – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, sepanjang hari pada Selasa (10/3/2026), menyebabkan sejumlah rumah warga di Dusun Belang B, Desa Watokobu, terendam banjir.
Seorang warga setempat, Usto Wutun, kepada media ini, Rabu (11/3/2026) mengungkapkan, banjir mulai merendam rumah warga sejak sore hari. Air yang meluap masuk ke dalam rumah mencapai ketinggian setinggi lutut orang dewasa.
“Air masuk ke rumah-rumah warga hingga setinggi lutut orang dewasa. Ini terjadi karena drainase di sepanjang jalan kemiringannya tidak pas sehingga air tidak mengalir lancar dan akhirnya meluap kembali ke rumah warga,” ujarnya.
Menurut Usto, sedikitnya lima rumah warga terdampak banjir, dengan rincian tiga rumah berada di sisi atas jalan dan dua rumah lainnya di sisi bawah jalan.
Air yang meluap dari drainase kemudian meluber hingga ke permukiman di kedua sisi jalan tersebut.
Ia menjelaskan, kondisi ini bukan pertama kali terjadi. Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi turun, kawasan tersebut hampir selalu mengalami banjir.
“Ini sudah sering terjadi setiap tahun kalau hujan lebat,” katanya.
Warga menduga persoalan banjit tersebut dipicu oleh pekerjaan jalan yang berdekatan dengan drainase yang kurang pengawasan. Akibatnya, lantai drainase membentuk cekungan di bagian tengah sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik.
“Lantai drainase seperti membentuk lembah di tengahnya sehingga air tertahan dan tidak mengalir ke bawah, kemudian meluber ke rumah warga,” tambahnya.
Meski demikian, warga setempat tidak tinggal diam. Pada Selasa sore hingga malam hari, masyarakat bergotong royong mengevakuaei sejumlah barang berharga dari dalam rumah yang terendam banjir, serta membersihkan saluran air agar banjir tidak semakin meluas.
Warga berharap pemerintah setempat dapat segera meninjau kembali kondisi drainase di wilayah tersebut agar persoalan banjir yang terus berulang setiap musim hujan dapat diatasi secara permanen.